Menu

Monday, 2 March 2009

soal antropologi 2

SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA
Mata pelajaran : Antropologi

1. Bahasa Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan rumpunan bahasa Austronesia yang meliputi....
A. Indonesia, Oceania, Bahasa Tonga, Bahasa New Britain
B. Indonesia, Melanesia, Bahasa Inggris, Bahasa Raratonga
C. Indonesia, Polinesia, Bahasa Selandia Baru, Filipina
D. Indonesia, Oceania, Melanesia, Polinesia
E. Indonesia, Filipina, Bahasa Tonga, Selandia BAru
2. Esser mengelompokkan bahasa Indonesia ke dalam ….
A. 20 kelompok bahasa
B. 18 kelompok bahasa
C. 17 kelompok bahasa
D. 19 kelompok bahasa
E. 12 kelompok bahasa
3. Nusantara didiami oleh lebih dari 500 bahasa daerah yang dikelompokkan dalam

2 golongan besar yaitu...
A. Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia
B. Bahasa Melayu dan bahasa Jawa
C. Bahasa Austronesia dan bahasa Papua
D. Bahasa Papua dan Bahasa Melayu
E. B ahasa Papua dan bahasa Jawa
4. Perhatikan daerah-daerah di bawah ini!
1) Hawai
2) Filipina
3) Afrika
4) Selandia baru
5) Raparnio
Daerah yang merupakan persebaran bahasa austronesia adalah....
A. 1,2,3,4
B. 2,3,4,5
C. 1, 2, 4,5
D. 3,4,5,1
E. 1,3,5,2
5. Berikut ini merupakan karakteristik bahasa Papua, kecuali....
A. Hanya ada di daerah PAntai
B. terdapat didaerah pantai dan pedalaman
C. Pola kalimatnya tidak sesuai dengan tipe Subjek Predikat Objek
D. Urutan verbanya tidak kaku
E. Urutan kalimatnya berbentuk menerangkan diterangkan.

< P>
6. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai, kecuali........
A. lambang kebanggaan bangsa indonesia
B. bahasa resmi kenegaraan
C. lambang identitas nasional
D. alat pemersatu suku bangsa dan budaya
E. alat perhubungan antar daerah dan antarbudaya>< o:p>>
7. Sejarah bahasa melayu (Indonesia lama) dijumpai pada massa keemasan
Kerajaan Sriwijaya yang tertuang dalam prasasti....
A. Kedukan bukit
B. Talang Tuo
C. Melayu Kuno
D. Kota Kapur
E. Karang Berahi
8. Dialek Bahasa Jawa diklasifikasikan menjadi dua yaitu dialek daerah dan dialek sosial. Perhatikan pernyataan berikut ini!
1) Jawa Ngoko
2) Jawa Banyumasan
3) Jawa Timuran
4) Jawa Cirebonan
5) Jawa Kromo alus
Pernyataan yang termasuk dalam Bahasa Jawa klasifikasi dialek daerah adalah...
A.1), 2), 3)
B. 2), 3), 4)
C. 3), 4), 5)
D. 1), 3), 5)
E. 2), 3), 5)
9. Pada dasarnya perbedaan antara idiolek dengan dialek adalah...
B. Idiolek sering digunakan di media cetak, dialek merupakan bahasa yang digunakan oleh sekelompok orang di suatu daerah
C. Idiolek adalah bahasa yang digunakan oleh individu dapat menjadi ciri khas individu tersebut, dialek adalah bahasa yang digunakan sehari-hari
D. Idiolek adalah bahasa yang digunakan oleh individu dapat menjadi ciri khas individu tersebut, dialek merupakan bahasa yang digunakan oleh sekelompok orang di suatu daerah.
E. Idiolek adalah bahasa individual, dialek bahasa yang digunakan pada masa tertentu.
F. Idiolek digunakan dalam peristiwa kenegaraan, dialek digunakan dalam peristiwa informal
10. Studi mengenai dialek merupakan bagian dari kajian...
. etnolinguistik
A. antropolinguistik
B. sosiolinguistik
C. linguistik
D. etnografi
11. Bahasa yang digunakan oleh para pejabat pemerintah pada saat pidato termasuk dalam ragam bahasa...
. informal
A. beku
B. akrab
C. kaku
D. resmi
12. Kebudayaan pada zaman batu tua (paleolitikum) memiliki ciri-ciri sebagai berikut, kecuali...
. alat-alat dibuat dari batu
A. alat-alat dibuat secara kasar
B. mata pencahariannya berburu dan meramu sederhana
C. pendukung kebudayaannya homo erectus
D. sudah mengenal tembikar
13. Perkembangan seni pada masa prasejarah meliputi...
. lukisan dengan cat minyak pada kanvas
A. prasasti pada batu
B. lukisan-lukisan pada dinding karang dan gua
C. lukisan beraliran naturalis
D. ornamen-ornamen pada bangunan
14. Tradisi dan kesenian yang berkembang pada jaman sejarah telah menyatu dalam kehidupan masyarakat dan lazim dinamakan....
. Folkways
A. Folklor
B. Folkenkunde
C. Custom
D. Folkerkunde
15. Perhatikan pernyataan di bawah ini!
1. kesenian bersifat lebih halus dan terikat pada aturan yang ketat
2. menjadi milik mayoritas masyarakat dan menyatu dengan kehidupan di daerah pedesaan
3. bersifat sederhana dan spontan
4. mutu kesenian sangat bagus
5. untuk memenuhi kebutuhan istana
Ciri dari kesenian keraton adalah....
A. 1, 2, 4
B. 1, 2, 5
C. 1, 2, 3
D. 1, 3, 5
E. 1, 4, 5
16. Wayang Purwo merupakan wayang yang ceritanya bersumber dari...
A. cerita anglingdarma
B. cerita mahabarata dan ramayana
C. cerita damarwulan
D. cerita panji
E. legenda Majapahit
17. Dalam pertunjukan wayang kulit terdapat lampu yang digantung di depan kelir fungsinya adalah agar wayang yang dimainkan kelihatan seolah-olah hidup. Lampu tersebut dinamakan....
A. Senthir
B. Teplok
C. Oncor
D. Blencong
E. Sorot
18. Berikut ini merupakan bahan seni kriya anyam kecuali....
A. Daun pandan
B. Bambu
C. Rotan
D. Daun akasia
E. Daun lontar
19. Konsep yang menyebutkan bahwa seni lukis yang baik adalah seni lukis yang sama persis secara visual dengan benda yang dilukisnya. Aliran ini disebut dengan...
A. kubisme
B. ekspresionisme
C. naturalisme
D. futuristik
E. impresionisme
20. Periodisasi zaman yang ditandai dengan penemuan peninggalan yang terbuat dari batu besar, yang berupa peninggalan monumental, disebut zaman....
A. paleolitikum
B. neolitikum
C. zaman perunggu
D. megalitikum
E. mezolitikum
21. Bangunan dari batu besar berupa peti mati atau keranda seperti lesung disebut...
A. menhir
B. dolmen
C. arca batu
D. punden berundak
E. sarkopagus
22. 1. sebagai tempat pemujaan
2. sebagai tempat samadi
3. sebagai biara
4. sebagai tempat pertunjukan sejarah
5. sebagai kuburan umum
Fungsi candi pada saat ini adalah ...
A. 1, 2, 4
B. 2, 3, 5
C. 3, 4, 5
D. 2, 3, 4
E. 1, 2, 3
23. Candi Borobudur adalah candi terbesar dalam sejarah seni rupa klasik Indonesia. Candi Borobudur dibagi menjadi tiga tingkatan. Tingkatan yang ketiga dan fungsinya adalah....
A. Arupadatu, terdapat Stupa yang didalamnya terdapat arca Budha
B. Kamadatu, menceritakan lambang kehidupan di dunia yang penuh kesengsaraan
C. Rupadatu, menceritakan kehidupan Sidharta Gautama
D. Dharmacakramudra, arca Budha dengan sikap tangan yang sedang memutar roda
E. Bodhisatwa Tara, lambang wangsa Syailendra
24. Kesenian daerah Betawi yang mendapatkan pengaruh dari bangsa Eropa adalah ...
A. tanjidor
B. gambang kromong
C. ondel-ondel
D. keroncong kemayoran
E. jali-jali
25. Pada zaman prasejarah seni hias mempunyai fungsi untuk....
A. menghias benda
B. menghias rumah
C. menghias alat rumah tangga
D. pelengkap kepercayaan
E. menarik hati konsumen
26. Munculnya seni patung diawali dengan adanya kebutuhan manusia untuk ...
A. menyembah roh nenek moyang
B. memvisualisasikan roh nenek moyang
C. memenuhi kebutuhan afeksi manusia
D. memenuhi kebutuhan ekonomi
E. melengkapi sarana keagamaan
27. Munculnya kaligarafi di Indonesia dikarenakan....
A. mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam
B. ajaran Islam melarang menggambar makhluk hewan dan manusia
C. berkembangnya kesenian bernapaskan Islam
D. permintaan konsumen
E. perintah raja
28. Seni Lukis modern di Indonesia dirintis oleh ....
A. Affandi
B. Sudjojono
C. Basuki Abdulah
D. Herbert Hutagalung
E. Raden Saleh




29. Praktik farmasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tradisional Indonesia sudah dilakukan sejak dahulu. Mereka mengenal obat-obat tradisional dari berbagai tanaman misalnya untuk obat sakit mata biasanya menggunakan...
A. kunyit merah
B. daun sirih
C. daun kumis kucing
D. daun dadap
E. daun ketapang
30. Rumah masyarakat di Jawa dibedakan menjadi beberapa bentuk antara lain kecuali...
A. rumah joglo
B. rumah limasan
C. rumah jinem
D. rumah kampung
E. rumah panggang pe
31. Kehidupan pertanian nenek moyang kita dimulai pada zaman ....
A. palaeolitikum
B. mesolitikum
C. neolitikum
D. megalitikum
E. zaman logam
32. Tari sakral adalah sejenis tari yang dianggap suci atau keramat, yang berkaitan erat dengan adat, kepercayaan, dan hal yang berhubungan dengan keagamaan, misalnya....
A. tayuban
B. tari baris
C. tari kupu-kupu
D. tari maengket
E. tari kuda lumping
33. Alat musik tiup yang terbuat dari rumah rumah siput atau kerang besar yang banyak tersebar di Maluku disebut....
A. seruling
B. saluang
C. sangka
D. kledi
E. serunai
34. Folklor adalah tradisi yang berkembang di masyarakat. Jenis folklor lisan adalah...
A. legenda dan tarian rakyat
B. kerajinan dan obat tradisional
C. rumah tradisonal dan puisi rakyat
D. peribahasa dan nyanyian rakyat
E. adat istiadat dan pesta rakyat
35. Secara alamiah proses adaptasi budaya akan menghasilkan ...
A. perubahan besar
B. kekuatan baru
C. pergeseran nilai
D. keseimbangan yang dinamis
E. persaingan antar budaya
36. Salah satu faktor penghambat integrasi adalah sikap menonjolkan kepentingan kelompoknya sendiri dan memandang rendah kelompok lain. Hal ini disebut....
A. feodalisme
B. primordialisme
C. fanatisme
D. cahuvinisme
E. individualisme
37. Ketimpangan budaya atau cultural lag adalah salah satu dampak negatif pewarisan budaya yang disebabkan ....
A. perubahan nilai
B. masyarakat menolak budaya asing
C. masuknya unsur budaya yang tidak serempak
D. masyarakat tertutup terhadap perubahan budaya
E. masyarakat tidak siap menerima perubahan budaya
38. Dinamika budaya meliputi perubahan unsur-unsur budaya. Perubahan unsur budaya yang paling spektakuler pada masa ini adalah perubahan bidang...
A. bahasa
B. sistem organisasi
C. sistem religi dan kepercayaan
D. sistem adat istiadat dan pranata hukum
E. sistem ilmu pengetahuan dan teknologi
39. Contoh proses sosialisasi yang terjadi dalam masyarakat antara lain....
A. orang tua menanamkan norma sopan santun terhadap anak
B. bayi yang baru lahir akan dimandikan dengan air hangat
C. anak meniru tingkah laku orang tuanya
D. bayi diperkenalkan dengan orang tuanya
E. menanamklan sikap sabar dan tekun tgerhadap anak
40. Bahasa yang paling banyak tersebar di Nusantara adalah rumpun bahasa....
A. Austronesia dan mikronesia
B. Mediterania dan Polinesia
C. Mikronesia dan Papua
D. Austronesia dan Papua
E. Melanesia dan Austronesia

soal antropologi

SOAL 1
LATIHAN UJIAN NASIONAL
SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA
Mata Pelajaran : Antropologi


1. Perhatikan pernyataan di bawah ini:
1) ada di setiap daerah
2) bersifat tradisional
3) dipertahankan dan dipegang kuat
4) mudah berubah
5) memiliki nilai tradisi yang buruk
Pernyataan di atas yang menunjukkan ciri budaya lokal adalah....
A. 1), 2), 4)
B. 2), 3), 4)
C. 1), 2), 3)
D. 2), 3), 5)
E. 3), 4), 5)



2. Van Vollenhoven membagi masyarakat Indonesia kedalam 19 daerah kebudayaan. Pembagian daerah kebudayaan tersebut didasarkan pada...
A. perbedaan geografi
B. lingkaran hukum adat
C. pembagian wilayah administratif
D. kesamaan bahasa daerah
E. kesamaan wilayah tempat tinggal
3. Perhatikan aktivitas budaya di bawah ini!
1. orchestra
2. musik gamelan
3. tarian modern
4. reog ponorogo
5. bahasa daerah
aktivitas budaya lokal ditunjukkan oleh...
A. 1, 2, 3
B. 2, 3, 4
C. 3, 4, 5
D. 2, 4, 5
E. 1, 3, 5
4. Perhatikan pernyataan di bawah ini!
1) kebudayaan harus berakar pada kebudayaan suku –suku bangsa di Indonesia
2) merupakan puncak-puncak kebudayaan daerah (budaya yang paling bermutu)
3) merupakan karya setiap orang atau siapapun di dunia
4) merupakan hasil karya warga negara indonesia yang tema pikiran dan wujudnya mengandung ciri khas Indonesia
5) merupakan kebanggaan bangsa lain
Pernyataan yang menunjukkan pengertian budaya nasional Indonesia adalah nomor ...
A. 1), 2) 3)
B. 2), 3), 4)
C. 3), 4), 1)
D. 1), 2), 4)
E. 1), 3), 5)
5. 1) Kebudayaan lokal masyarakat Jawa
2) Kebudayaan lokal masyarakat Sunda
3) Kebudayaan lokal masyarakat Badui
4) kebudayaan lokal masyarakat Tengger
5) Kebudayaan lokal masyarakat Anak Dalam


Kebudayaan yang termasuk dalam kebudayaan masyarakat di Pulau Jawa adalah...
A. 1, 2, 3
B. 3, 4, 5
C. 1, 2, 5
D. 5, 2, 3
E. 1, 5, 4
6. Masyarakat Bugis dan Makasar memiliki pedoman hidup yang disebut Siri. Masyarakat Bali memiliki kelompok dengan sistem pengairan yang disebut Subak. Dua contoh tersebut menunjukkan ....
A. wujud budaya lokal
B. aktivitas budaya lokal
C. unsur budaya lokal
D. karakteristik budaya lokal
E. fungsi budaya lokal
7. Dalam upaya melestarikan nilai budaya bangsa program permuseuman bertujuan untuk...
A. menggali dan merekonstruksi benda purba
B. meningkatkan kesadaran sejarah melalui tulisan
C. memberi inspirasi pembaharuan budaya
D. menyeleksi budaya asing yang masuk
E. memberi informasi lewat pameran dan peragaan benda budaya
8. Budaya asing akan sulit diterima masyarakat bila unsur budaya tersebut...
A. mengandung ide modern
B. sukar dipahami oleh generasi tua
C. sukar disesuaikan dengan budaya masyarakat penerima
D. bernilai seni modern
E. tidak sesuai dengan nilai-nilai agama
9. Proses perubahan budaya yang terjadi akibat pembauran dua budaya atau lebih sehingga ciri kebudayaan lama hilang disebut...
A. proses asimilasi
B. proses difusi
C. proses akulturasi
D. proses inovasi
E. proses penetrasi
10. Para petani mengganti alat bajak yang ditarik hewan dengan alat bajak (bermesin) traktor. Proses tersebut merupakan akulturasi yang berupa....
A. adisi
B. penetrasi
C. substitusi
D. orijinasi
E. akulturasi
11. Unsur budaya lama(lokal) dengan budaya baru (asing) berpadu secara serasi membentuk sistem baru. Proses perpaduan tersebut disebut...
A. Akulturasi
B. Asimilasi
C. Inovasi
D. Sinkretisme
E. difusi
12. Adanya keragaman budaya di Indonesia mengandung berbagai potensi positif maupun negatif. Salah satu potensi positif adalah ....
A. tercipta kompetisi antar budaya di indonesia
B. menjadi salah satu faktor pendorong integrasi
C. menambah daya tarik Indonesia dalam mengembangkan wisata budaya
D. terjadinya dialog antar budaya untuk mengikis sikap primordialisme
E. terciptanya sikap mengutamakan budaya sendiri

13. Proses panjang seorang individu belajar menyatukan dirinya dengan masyarakat disebut...
A. sosialisasi budaya
B. adaptasi budaya
C. inovasi budaya
D. internalisasi budaya
E. enkulturasi budaya
14. Inovasi budaya merupakan proses perubahan yang ditandai dengan....
A. penerapan penemuan baru
B. proses penemuan budaya baru
C. pembauran budaya
D. pembaharuan budaya
E. penyebaran budaya
15. Wujud budaya nasional yang paling tepat sebagai alat penghubung antar daerah dan antar budaya adalah...
A. bahasa nasional
B. pakaian nasional
C. pola perilaku bangsa
D. peralatan hidup
E. sarana transportasi
16. Secara antropologis integrasi indonesia mempunyai arti....
A. upaya menghilangkan semua perbedaan
B. menyamakan dengan budaya mayoritas
C. penyesuaian di antara keragaman budaya
D. mengadu domba beberapa budaya
E. mencampuradukkan beberapa unsur budaya
17. Sikap etnosentrisme merupakan salah satu faktor penghambat persatuan. Sikap etnosentrisme adalah ...
A. sikap feodal yang kolot
B. mengagungkan kebudayaan sendiri
C. sikap tertutup terhadap budaya lain
D. mengadu domba beberapa budaya
E. mencampuradukkan beberapa unsur budaya
18. Perhatikan karakteristik berikut ini:
1) terjadi secara perlahan
2) terjadi dengan cepat
3) terjadi tanpa ada suatu rencana
4) masyarakat yang menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan dan kondisi baru
5) dilakukan dengan kekerasan.
Dari karakter tersebut diatas yang merupakan karakter dari evolusi adalah...
A. 1), 2), 3)
B. 2), 3), 4)
C. 1), 3), 4)
D. 3), 4), 5)
E. 2), 4), 5)
19. Dinamika budaya memiliki dua faktor pendukung yaitu faktor internal dan eksternal. Perhatikan faktor-faktor di bawah ini:
1) adanya rasa tidak puas terhadap nilai yang berlaku
2) adanya penyimpangan dalam sistem nilai yang berlaku
3) adanya suatu penemuan baru
4) peperangan
5) interaksi dan komunikasi dengan masyarakat lain





Faktor internal pendorong dinamika budaya antara lain:
A. 3), 4), 5)
B. 2), 3), 4)
C. 2), 4), 5)
D. 1), 2), 3)
E. 1), 3), 5)
20. Berikut ini yang bukan merupakan faktor penghambat dinamika budaya adalah...
A. sikap terbuka
B. terlalu mengagungkan tradisi
C. lambatnya perkembangan iptek
D. prasangka buruk terhadap budaya luar
E. kurangnya interaksi dengan masyarakat luar
21. Pewarisan budaya akan lebih efektif apabila dilakukan mulai dari ...
A. lingkungan sekolah
B. lingkungan keluarga
C. lingkungan kerja
D. lingkungan pergaulan
E. lingkungan adat
22. Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat suatu proses peralihan nilai-nilai lama dan norma yang dianggap baik dan berguna bagi kehidupan. Peralihan tersebut terjadi melalui proses...
A. pewarisan budaya
B. perpaduan budaya
C. pembauran budaya
D. penemuan budaya
E. pembaruan budaya
23. 1) keluarga
2) lembaga pendidikan
3) lembaga adat
4) lembaga politik
5) media massa
Sarana pewarisan budaya pada masyarakat modern adalah...
A. 1), 2), 3)
B. 1), 3), 4)
C. 1), 4), 5)
D. 3), 4), 5)
E. 2), 4), 5)
24. Perbedaan antara pewarisan budaya pada masyarakat modern dan tradisional adalah...
A. pada masyarakat tradisional berlangsung lambat, pada masyarakat modern berlangsung cepat
B. pada masyarakat tradisional berlangsung secara sederhana, pada masyarakat modern terjadi seiring dengan perkembangan iptek
C. pada masyarakat tradisional dilakukan pada masyarakat pedesaan, pada masyarakat modern dilakukan pada masyarakat perkotaan
D. pada masyarakat tradisional cenderung sulit dilakukan, pada masyarakat modern lebih mudah dilakukan
E. pada masyarakat tradisional dilakukan oleh keluarga, pada masyarat modern dilakukan oleh orang lain
25. Salah satu wujud integrasi nasional di masyarakat adalah....
A. mencegah polusi
B. merawat lingkungan
C. memperkuat ethnosentrisme
D. toleransi antar suku bangsa
E. melestarikan warisan tradisi


26. Budaya nasional pada prinsipnya adalah kepribadian nasional yang terbentuk dari...
A. hasil buah usaha bangsa Indonesia
B. budaya suku bangsa mayoritas
C. semua budaya asing yang masuk Indonesia
D. budaya yang bersifat modern
E. budaya suku bangsa tertentu
27. Salah satu fungsi bahasa secara khusus adalah untuk tujuan praktis, yaitu digunakan untuk…
A. pengungkapan bahasa seindah-indahnya
B. berhubungan dalam pergaulan sehari-hari
C. mempelajari naskah-naskah kuno
D. mempelajari ilmu
E. menulis karya sastra
28. Nilai seni pada dasarnya bersifat universal, karena…
A. rasa seni dimiliki oleh seniman
B. rasa seni digemari kaum muda
C. rasa seni dimiliki setiap manusia
D. rasa seni digemari kelompok manusia tertentu
E. rasa seni menjadi ekspresi seni
29. Legenda adalah cerita masyarakat yang bersifat semihistoris dan dianggap ada atau pernah ada di masyarakat. Contoh legenda...
A. cerita lara Jonggrang
B. cerita Ande-ande lumut dan Kleting Kuning
C. cerita Jaka Tarub dan Dewi Nawang Wulan
D. cerita Bawang merah dan Bawang Putih
E. cerita Nyai Roro Kidul dan Pantai Selatan
30. Folklor adalah tradisi yang berkembang di masyarakat. Jenis folkor lisan atau verbal adalah ...
A. legenda, tarian rakyat
B. kerajinan, obat tradisional
C. rumah tradisional, puisi rakyat
D. peribahasa, nyanyian rakyat
E. adat istiadat, pesta rakyat
31. Agama mempunyai peran untuk mengajar dan membimbing manusia tentang hal-hal baik. Dalam hal ini agama mempunyai fungsi...
A. memupuk persaudaraan
B. pengawasan sosial
C. penyelamatan
D. transformatif
E. edukatif
32. Bahasa menjadi sarana komunikasi yang sangat vital, karena...
A. merupakan sarana ekspresi keindahan
B. menjadi pedoman bertingkah laku
C. sebagai alat ukuran bertindak
D. bahasa sebagai penyampai pesan
E. bahasa memberikan petunjuk
33. Variasi bahasa yang digunakan untuk berbincang-bincang dengan keluarga atau teman adalah...
A. ragam usaha
B. ragam resmi
C. ragam intim
D. ragam santai
E. ragam sastra



34. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, Bahasa Indonesia mempunyai fungsi diantaranya...
A. lambang identitas nasional
B. lambang kebanggaan nasional
C. alat penghubung antar daerah
D. alat pengantar dalam pendidikan
E. alat penyatuan berbagai suku bangsa
35. Bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa persatuan karena telah menjadi bahasa lingua franca dikawasan tanah air, yang berarti...
A. banyak diminati masyarakat
B. mudah beradaptasi dengan bahasa lain
C. dianggap sebagai bahasa yang paling menarik
D. digunakan sebagai bahasa pergaulan sehari-hari
E. digunakan dalam acara formal
36. Dalam seni lukis, aliran naturalisme menekankan pada ciri lukisan dengan bentuk...
A. jiwa yang diangankan oleh pelukis
B. sederhana primitif dan kekanak-kanakan
C. sewajarnya, jelas dan sering dipertajam
D. sewajarnya dan memperhatikan perspektif garis dan warna
E. hasil ungkapan seniman dari apa yang diamati
37. Teknik ragam hias dengan ciri berbentuk bidang datar, yang dibagi menjadii dua bagian yang sama dan didisi dengan ragam hias ukir yang sama disebut...
A. Teknik simetri
B. Teknik lung
C. Teknikroset
D. Teknik medallion
E. Teknik pilin bersambung
38. Karya sastra angkatan 20 atau Balai Pustaka mempunyai ciri ....
A. menunjukkan protes sosial
B. tema pokok kawin paksa
C. tema pokok masalah keagamaan
D. kritik terhadap penjajah
E. menekankan kebebasan berekspresi
39. Dilihat dari ceritanya, wayang Purwa mempunyai ciri ...
A. berisi cerita dari Cina
B. menceritakan cerita panji
C. cerita dari kitab Mahabarata dan Ramayana
D. berisi penyuluhan bagi masyarakat
E. berisi cerita Wong Gung Menak
40. Masyarakat tradisional Indonesia mengembangkan obat-obatan tradisional untuk berbagai jenis penyakit. Sakit batuk dapat diobati dengan ....
A. kunyit dan lengkuas
B. kencur dan jeruk nipis
C. daun sisrih dan daun jambu
D. temulawak dan temugiring
E. bawang merah dan bawah putih.

dinamika budaya

Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Budaya

1. Perubahan secara lambat dan Perubahan secara cepat (dilihat dari waktu)
Perubahan secara lambat = evolusi, yaitu prubahan yang memerlukan waktu lama. Cirinya : memerlukan waktu lama, perubahannya kecil, perubahan tidak disadari oleh masyarakat, tidak diikuti oleh konflik atau tidak menimbulkan kekerasan. Ex: perubahan mata pencaharian masyarakat
Perubahan secara cepat = revolusi, yaitu perubahan yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat.


Ciri-cirinya membutuhkan waktu singkat, perubahannya besar karena menyangkut sendi-sendi pokok kehidupan, perubahan disadari/direncanakan, seringkali diikuti oleh kekerasan atau menimbulkan konflik. Ex: revolusi Indonesia tahun 1945, reformasi Indonesia tahun 1998, revolusi industri Perancis dan Inggris.

2. Perubahan yang pengaruhnya kecil dan pengaruhnya besar.
Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang tidak membawa pengaruh langsung bagi kehidupan masyarakat. Ex; perubahan mode pakaian, gaya potongan rambut, dsb.
Perubahan yang membawa pengaruh besar adalah perubahan yang membawa pengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat karena perubahan yang terjadi pada unsure-unsur social budaya masyarakat. Ex: Industrialisasi membawa pengaruh pada hubungan kerja, lembaga kemasyarakatan, system pemilikan tanah, pelapisan social, hubungan kekerabatan, dll.

3. Perubahan yang dikehendaki/direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki/tidak direncanakan
Perubahan yang dikehendaki/direncanakan= pembangunan adalah perubahan yang sudah diperkirakan sebelumnya oleh pihak-pihak tertentu yang ada dalam masyarakat. Perubahan yang tidak dikehendaki/tidak direncanakan adalah perubahan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Biasanya perubahan tidak dihendaki muncul sebagai dampak dari perubahan yang direncanakan.

Secara garis besar perubahan social menyangkut perubahan dalam:
a. kelompok social
b. stratifikasi social
c. lembaga-lembaga social
d. interaksi social

Faktor Pendorong Perubahan Sosial
a. Menurut Alvin Betrand: awal dari proses perubahan social adalah komunikasi yaitu penyampaian ide, gagasan, nilai, kepercayaan, keyakinan dsb, dari satu pihak ke pihak lainnya sehingga dicapai kata kesepahaman.
b. Menurut David Mc Clelland: dorongan untuk perubahan adalah adanya hasrat meraih prestasi ( need for achievement) yang melanda masyarakat
c. Prof. Soerjono Soekanto: Perubahan social disebabkan oleh factor intern dalam masyarakat itu dan factor ekstern.
Faktor Intern antara lain:
1) Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
2) Adanya Penemuan Baru:
- Discovery: penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada
- Invention : penyempurnaan penemuan baru
- Innovation /Inovasi: pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah, melengkapi atau mengganti yang telah ada.
Penemuan baru didorong oleh : kesadaran masyarakat akan kekurangan unsure dalam kehidupannya, kualitas ahli atau anggota masyarakat
3) Konflik yang terjadii dalam masyarakat
4) Pemberontakan atau revolusi


Faktor ekstern antara lain:
1) perubahan alam
2) peperangan
3) pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi ( pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi)

Jadi menurut Soerjono Soekanto factor pendorong perubahan social adalah:
1) sikap menghargai hasil karya orang lain
2) keinginan untuk maju
3) system pendidikan yang maju
4) toleransi terhadap perubahan
5) system pelapisan yang terbuka
6) penduduk yang heterogen
7) ketidak puasan masyarakat terhadap bidang kehidupan tertentu
8) orientasi ke masa depan
9) sikap mudah menerima hal baru.

Ciri perubahan social adalah :
1) setiap masyarakat pasti mengalami perubahan, baik lambat maupun cepat
2) perubahan yang terjadi pada suatu lembaga kemasyarakatan akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga social lainnya
3) perubahan social yang cepat biasanya menimbulkan disintegrasi yang bersifat sementara karena berada dalam proses penyesuaian diri.

Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya
a) kurangnya hubungan terhadap masyarakat lain
ex; suku-suku bangsa yang masih di pedalaman
b) pendidikan yang terbelakang
c) masyarakat yang bersikap tradisional ; mempertahankan tradisi, penguasa yang konservatif
d) adanya kepentingan yang tertanam dengan kuat sekali pada sekelompok orang (Vested Interest)
Ex: kelompok yang sudah mapan biasanya tidak menghendaki terjadi perubahan karena takut posisinya terancam, takut hidup susah
e) ketakutan akan terjadi disintegrasi
f) prasangka buruk terhadap unsure budaya asing
g) hambatan ideologis, Ex : adanya anggapan bahwa suatu perubahan bertentangan dengan suatu ajaran agama tertentu dll

Macam-macam Proses Perubahan Sosial Budaya:
a) Akulturasi
b) Asimilasi
c) Difusi
d) Discovery
e) Invention
f) Inovasi
g) Modernisasi: adalah proses perubahan tradisi, sikap, dan system nilai dalam rangka menyesuaikan diri dengan kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa lain, sehingga suatu bangsa dapat bertahan secara wajar di tengah-tengah tekanan berbagai masalah hidup di dunia dewasa ini
h) Globalisasi: adalah suatu system atau tatanan yang menyebabkan seseorang atau Negara tidak mungkin untuk mengisolasikan diri sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan komunikasi dunia. Atau suatu kondisi dimana tidak ada lagi batas-batas antara satu Negara dengan Negara lain dalam hal teknologi komunikasi.




Dampak perubahan social budaya :
• Dampak Negatif Modernisasi
a. sikap materialistic : orang lebih mengejar kekayaan materi dibanding dengan kualitas diri
b. sikap individualistic: memperjuangkan kepentingan dirinya sendiri dibanding menolong orang lain
c. sikap konsumerisme: sikap hidup yang boros / konsumtif
d. kesenjangan social ekonomi : timbulnya pelapisan social yang kuat ant yang kaya dengan yang miskin
e. pencemaran / kerusakan lingkungan alam
f. kriminalitas
g. kenakalan remaja
• Dampak Negatif Globalisasi
a. Unsur-unsur budaya asing yang masuk Indonesia terutama teknologi komunikasi berakibat pada munculnya perilaku kekerasan di masyarakat, semakin berkembangnya gaya hidup free sex, semakin maraknya pornoaksi.
Dampak positif Globalisasi
a. cepat masuknya budaya asing yang memperkaya budaya Indonesia
b. Perubahan pola pikir tradisional menjadi pola piker rasional, sistematis, analitis, logis
c. Munculnya sikap lebih menghargai waktu, mau bekerja keras
d. Munculnya pola pembagian kerja antara pria dan perempuan berdasarkan kemampuan, semakin menipis perilaku diskriminasi terhadap perempuan
e. Berkembangnya ilmu pengetahuan
f. Berkembangnya cara berpikir kritis,

Tantangan baru bangsa Indonesia akibat globalisasi yang dapat mengancam eksistensi jati diri Bangsa Indonesia:
a. Guncangan budaya (cultural shock)
Ketidaksesuaian unsure-unsur yang saling berbeda sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan social yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. Budaya yang masuk ke suatu masyarakat tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat, kondisi seperti inipun juga dapat menimbulkan keguncangan budaya.
b. Ketertinggalan budaya (cultural lag)
Perumbuhan atau perubahan unsure kebudayaan yang mengalami perubahan tidak sama cepatnya misalnya perubahan pada budaya material akan lebih cepat berubah dibanding budaya immaterial. Ketidak seimbangan perubahan antara budaya material dan immaterial itulah yang disebut dengan ketertinggalan budaya

Antisipasi memudarnya jati diri bangsa karena globalisasi
a) mamperkuat ideology dan nasionalisme melalui berbagai kegiatan misalnya;upacara bendera,
b) pengimbangan kemajuan ilmu pengetahuan dengan iman
c) mencegah meluasnya narkoba, pornoaksi melalui teknologi, miras dll
d) mencintai produk dalam negeri
e) meningkatkan persatuan dan kesatuan
f) menjaga kelestarian lingkungan hidup
g) orangtua semakin aktif dalam mendidik anak
h) selektif terhadap budaya aasing yang masuk
menjaga kelangsungan nilai dan norma masyarakat

antropologi

AGAMA DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT

A. PENGERTIAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN
Agama
Berasal dari bahasa sansekerta artinya menunjukkan kepercayaan manusia berdasarkan wahyu dari Tuhan.
Secara etimologis berasal dari suku kata A-Gam-A berarti tidak pergi atau tetap atau kekal jadi agama dapat diartikan pedoman hidup yang kekal.
Menurut Kitab Sunarigama, berasal dari kata A-Ga-Ma berarti ajaran tentang hal-hal yang sifatnya misteri.



Menurut KBBI agama adalah ajaran atau system yang mengatur tata keimanan dan peribadatan kepada Tuhan YME serta kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia serta lingkungannya.

Kepercayaan atau Religi
Berasal dari bahasa Latin Religere/religare artinya berhati-hati dan berpegangteguh pada aturan-aturan dasar.
Jadi kepercayaan atau religi berarti kecenderungan batin (rohani) manusia yang terikat dengan hal-hal yang gaib, suci(kekuatan alam), dan tabu.

B. AGAMA BUMI DAN AGAMA WAHYU
AGAMA BUMI
Agama bumi = agama wad’I = agama budaya yaitu agama duniawi yang merupakan hasil ciptaan akal dan perilaku manusia. Misalnya berbagai kepercayaan masyarakat

AGAMA WAHYU
Agama Wahyu = agama Samawi yaitu agama yang bersumber dari wahyu Tuhan misalnya Islam, Kristen, katolik dan Yahudi.

Perbedaan Agama Bumi dan agama Wahyu
AGAMA wahyu AGAMA bumi
Konsep Ketuhanan :Monotheis
Disampaikan : rasul atau utusan Tuhan
Mempunyai Kitab Suci
Tidak terpengaruh oleh perubahan masyaraklat
Kebenaran ajaran dasarnya tahan uji dan kritik
Sistem berpikirnya tidak sama dengan system berpikir masyarakat penganutnya
Konsep Ketuhanan : ATheis
Disampaikan: manusia (hasil pikiran dan perilaku MAnusia)
Tidak memiliki Kitab Suci
Sangat terpengaruh oleh perkembangan dan perubahan masyarakat
Kebenaran ajaran dasarnya tidak tahan kritik terhadap akal manusia
Sistem berpikirnya sama dengan system berpikir masyarakat penganutnya

Jenis Agama dan Kepercayaan
1. Animisme
Berasal dari bahasa latin anima yang artinya roh. Adalah kepercayaan dimana disekeliling alam tempat tinggal manusia banyak terdapat roh gaib. Agar diperoleh hubungan harmonis dengan roh gaib, manusia mengadakan berbagai upacara keagamaan :pemujaan, sesajen, dll
2. Dinamisme.
dari bahasa Latin Dinamos artinya tenaga atau kekuatan yaitu kepercayaan bahwa disekeliling alam manusia terdapat berbagai tenaga yang memiliki kekuatan gaib yang sakti, Kekuatan gaib berasal dari berbagai gejala alam, misalnya matahari, bulan, air, api, angin. Kekuatan gaib juga berasal dari roh manusia atau binatang yang sudah mati, istilah lain dari kepercayaan ini adalah animalisme Kepercayaan ini juga menganggap segala sesuatu mempunyai kekuatan yang dapat mempengauhi keberhasilan dan kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup misalnya kepercayaan adanya kekuatan gaib pada benda tertentu seperti akik atau keris, kepercayaan ini disebut Fethisiisme
3. Politheisme
Berasal dari bahasa latin poly artinya banyak dan theos artinya Tuhan. Jadi Politheisme adalah kepercayaan yang menganggap Tuhan atau dewa itu banyak
4. Sinkretisme
Adalah perpaduan beberapa kegiatan, istilah keagamaan, tatacara upacara, atau perlengkapan upacara dari beberapapaham atau aliran yang berbeda. Misalnya: Islam Kejawen adalah perpaduan dari nilai keagamaan kejawen tradisisonal (hindu) dengan Islam.
5. Monotheisme
Adalah agama atau kepercayaan kepada satu Tuhan (misalnya agama Wahyu).

C. AGAMA DAN KEPERCAYAAN DI INDONESIA
1. Lima Agama Besar
a. Hindu
Agama yang paling tua di Indonesia. Berkembang sejak kerajaan Kutai, Kediri, Singasari, Majapahit, PAjang. Sekarang banyak terdpat di Bali, NTB,
Empat upacara umat Hindu:
1) Bhakti marga: upacara adat, merawat tempat suci, pasrah pada Tuhan
2) Karma MArga : cara bertingkah laku, beragama dengan taat, giat bekerja
3) Jnana Marga: cara bijak dan pandai; mempelajari KS,
4) Yoga Marga ( mendisiplinkan diri secara rohani): pengendalian hawa nafsu, mengekang diri dari kenikmatan duniawi, mengucap mantra.
Hari raya:
Nyepi, Galungan

b. Budha
Tanda kebesaran agama Budha di Indonesia adalah Candi Borobudur di JAwa Tengah. Ajaran Budha mendorong ummatnya mengembangkan empat jiwa positif yaitu:
1) mengasihi semua makhluk yang mempunyai perasaaan dengan sepenuh hati (Metta)
2) bersuka cita dalam kebahagiaan makhluk lain dan tidak mendengkinya (mudita)
3) berbagi penderitaan dengan makhluk lain ( KAruna)
4) tetap damai dan bebas ( upekha)
HAri raya Budha : Waisyak

c. Islam
Merupakan agama mayoritas di Indonesia, Islam di masyarakat Jawa oleh Clifford Geertzd dibedakan menjadi 3 golongan:
1) Islam Santri : golongan islam taat
2) Islam abangan : Golongan Islam yang yang hanya menggunakan Islam sebagai kedok/topeng aslinya golongan ini tidak memahami Islam dengan baik.Mereka masih banyak yang memiliki kepercayaan lama
3) Islam Priyayi : Golongan islam yang terdiri dari kaum bangsawan, keluarga istana, pejabat pemerintah dan kaum terpelajar. Golongan ini menjadi Islam karena Politik, kedudukan atau jabatan

d. Kristen
Agama terbesar ke dua setelah Islam.

e. Katholik : agama terbesar ketiga setelah Islam dan Kristen banyak dianut oleh masyarakat di Papua, NTT, maluku, dan kota-kota besar di Indonesia

2. Kepercayaan-kepercayaan Masyarakat
Beberapa daerah di Indonesia memiliki kepercayaan yang berbeda-beda antara lain:
a. Kalimantan Tengah
Kepercayaan masyarakat Kalimantan Tengah adalah KAharingan, yang artinya kehidupan. Mereka percaya kepada Ranying Hatalla yaitu Tuhannya yang menciptakan kehidupan dan mengatur segala sesuatu menuju kesempurnaan kekal abadi.
Dalam Kaharingan dipercaya bahwa alam semesta dibedakan menjadii 3 bagian yaitu alam bawah (pantai Danum Kalunen), Alam Atas, bagian langit ketujuh

b. Nias (Sumatera Utara)
Suku Nias memiliki kepercayaan yang disebut pelebegu, istilah yang diberikan oleh para pendatang yang berarti penyembah roh. Menurut kepercayaan ini manusia memiliki dua macam tubuh yaitu tubuh kasar (boto) dan tubuh halus. Tubuh Halus dibagi lagi menjadi 2 macam yaitu moso (nafas) dan lumo-lumo (bayangan)

c. Jawa
MAsyarakat jawa (jawa tengan dan JAtim) banyak menganut tradisi kebatinan dan kejawen.

d. Mentawai
Berada dipedalam Siberut. Masyarakatnya percaya bahwa setiap benda, manusia, hewan, dan tumbuhan memiliki jiwa. Kekuatan gaib yang ada di setiap benda disebut BAJOU.

e. BATAK
Masrakat batak memiliki kepercayaan animisme. Mereka memiliki kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Mereka percaya terhadap Roh. Roh orang mati disebut sebagai Begu. Roh orang yang masih hidup adalah Tondi, Dan orang yang memiliki keistimewaan tertentu disebut sebagai Sahala.

f. Baduy
Orang Baduy percaya kepada Tuhan yang disebut Batara Tunggal.
Segala kehidupan social dan kebiasaan mereka diuraikan dalam pikukuh yaitu seperangkat aturan perilaku yang diturunkan oleh leluhur. Pelanggar pikukuh harus mengikuti pembersihan dan kemudian dibuang dari baduy dalam (kampong tangtu) ke daerah luar (kampong dangka)

g. Tengger
Orang Tengger beragama Hindu yang lebih dekat ke Kejawen.

h. Asmat
Orang Asmat percaya terhadap roh leluhur.



D. Perilaku Keagamaan Dalam Kehidupan Bermasyarakat
1. Perilaku keagamaan Positif:
a. ketekunan dalam menjalankan ajaran agama sehingga sesorang selalu berperilaku baik, dan menciptakan kerukunan, persatuan dan kesatuan, integrasi nasional
b. sikap fanatic yang bijak dan terkendali terhadap ajaran agama akan meningkatkan solidaritas dii antara pemeluknya. Akibatnya muncul persaudaraan, kesetiakawanan, gotong royong tanpa pandang kelas social, dan perbedaan bangsa
2. Perilaku Keagamaan Negatif
a. Fanatisme berlebihan dapat menimbulkan perpecahan dan memicu timbulnya konflik destruktif. Perilaku ini menimbulkan intoleransi, tidak menghargai dan memberi kesempatan orang lain menjalankan ajaran agamanya
b. Kesombongan religius berlebihan, sikap memandang agamanya yang paling benar serta meremehkan dan merendahkan agama lain. Perilaku ini dapat memicu pemaksaan kehendak/ajaran agama dengan cara kekerasan dan anarkis

E. Fungsi Agama
1. Fungsi edukatif : agama bertugas mengajar dan membimbing masyarakat. Agama menyampaikan ajaran-ajaran melalui upacara keagamaan, dakwah dan kotbah, meditasi, pendalaman rohani dll.
2. Fungsi Penyelamatan
Agama memberikan anjuran dan perintah untuk selalu berbuat kebaikan agar manusia dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan
3. Fungsi pengawasan Sosial
Agama menyeleksi kaidah-kaidah susila yang ada. Kaidah yang baik dikukuhkan sebagai norma dan kaidah yang buruk sebagai larangan atau tabu. Fungsi pengawasan diperkuat dengan adanya sanksi bagi manusia yang melanggar kaidah tersebut.
4. Memupuk persaudaraan
Setiap agama menganjurkan agar umat manusia saling mencintai dan menghindari permusuhan. Dengan adanya rasa saling memupuk persaudaraan, cita-cita persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud.

F. Fungsi Agama Dan Kepercayaan dalam Proses Integrasi Bangsa
1. mengatur perilaku manusia melalui anjuran dan larangan sehingga menusia senantiasa berperilaku benar
2. mengendalikan kehidupan masyarakat melalui konsep dosa(ganjaran terhadap perilaku salah dalam suatu ajaran agama)
3. memelihara solidaritas social baik intern maupun ekstern. Solidaritas intern : persatuan di antara sesame umat agama. Solidaritas ekstern : persatuan antar umat beragama yang berbeda. Solidaritas dapat dipupuk melalui penanaman sikap saling mencintai sesame manusia, sikap saling toleransi dan menghormati.
4. ajaran agama menenteramkan batin manusia. Akibatnya masyarakat dapat berpikir secara jernih dalam menghadapi berbagai persoalan hidup sehingga terhindar dari perilaku anarkis yang dapat mengancam integrasi bangsa.

Friday, 27 February 2009

Pembahasan Antropologi

AGAMA DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT



1. PENGERTIAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN

Agama

Berasal dari bahasa sansekerta artinya menunjukkan kepercayaan manusia berdasarkan wahyu dari Tuhan.

Secara etimologis berasal dari suku kata A-Gam-A berarti tidak pergi atau tetap atau kekal jadi agama dapat diartikan pedoman hidup yang kekal.




Menurut Kitab Sunarigama, berasal dari kata A-Ga-Ma berarti ajaran tentang hal-hal yang sifatnya misteri.

Menurut KBBI agama adalah ajaran atau system yang mengatur tata keimanan dan peribadatan kepada Tuhan YME serta kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia serta lingkungannya.



Kepercayaan atau Religi

Berasal dari bahasa Latin Religere/religare artinya berhati-hati dan berpegangteguh pada aturan-aturan dasar.

Jadi kepercayaan atau religi berarti kecenderungan batin (rohani) manusia yang terikat dengan hal-hal yang gaib, suci(kekuatan alam), dan tabu.



2. AGAMA BUMI DAN AGAMA WAHYU

AGAMA BUMI

Agama bumi = agama wad’I = agama budaya yaitu agama duniawi yang merupakan hasil ciptaan akal dan perilaku manusia. Misalnya berbagai kepercayaan masyarakat



AGAMA WAHYU

Agama Wahyu = agama Samawi yaitu agama yang bersumber dari wahyu Tuhan misalnya Islam, Kristen, katolik dan Yahudi.



Perbedaan Agama Bumi dan agama Wahyu

AGAMA wahyu


AGAMA bumi

Konsep Ketuhanan :Monotheis

Disampaikan : rasul atau utusan Tuhan

Mempunyai Kitab Suci

Tidak terpengaruh oleh perubahan masyaraklat

Kebenaran ajaran dasarnya tahan uji dan kritik

Sistem berpikirnya tidak sama dengan system berpikir masyarakat penganutnya




Konsep Ketuhanan : ATheis

Disampaikan: manusia (hasil pikiran dan perilaku MAnusia)

Tidak memiliki Kitab Suci

Sangat terpengaruh oleh perkembangan dan perubahan masyarakat

Kebenaran ajaran dasarnya tidak tahan kritik terhadap akal manusia

Sistem berpikirnya sama dengan system berpikir masyarakat penganutnya



Jenis Agama dan Kepercayaan

1. Animisme

Berasal dari bahasa latin anima yang artinya roh. Adalah kepercayaan dimana disekeliling alam tempat tinggal manusia banyak terdapat roh gaib. Agar diperoleh hubungan harmonis dengan roh gaib, manusia mengadakan berbagai upacara keagamaan :pemujaan, sesajen, dll

2. Dinamisme.

dari bahasa Latin Dinamos artinya tenaga atau kekuatan yaitu kepercayaan bahwa disekeliling alam manusia terdapat berbagai tenaga yang memiliki kekuatan gaib yang sakti, Kekuatan gaib berasal dari berbagai gejala alam, misalnya matahari, bulan, air, api, angin. Kekuatan gaib juga berasal dari roh manusia atau binatang yang sudah mati, istilah lain dari kepercayaan ini adalah animalisme Kepercayaan ini juga menganggap segala sesuatu mempunyai kekuatan yang dapat mempengauhi keberhasilan dan kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup misalnya kepercayaan adanya kekuatan gaib pada benda tertentu seperti akik atau keris, kepercayaan ini disebut Fethisiisme

3. Politheisme

Berasal dari bahasa latin poly artinya banyak dan theos artinya Tuhan. Jadi Politheisme adalah kepercayaan yang menganggap Tuhan atau dewa itu banyak

4. Sinkretisme

Adalah perpaduan beberapa kegiatan, istilah keagamaan, tatacara upacara, atau perlengkapan upacara dari beberapapaham atau aliran yang berbeda. Misalnya: Islam Kejawen adalah perpaduan dari nilai keagamaan kejawen tradisisonal (hindu) dengan Islam.

5. Monotheisme

Adalah agama atau kepercayaan kepada satu Tuhan (misalnya agama Wahyu).



3. AGAMA DAN KEPERCAYAAN DI INDONESIA

1. Lima Agama Besar

a. Hindu

Agama yang paling tua di Indonesia. Berkembang sejak kerajaan Kutai, Kediri, Singasari, Majapahit, PAjang. Sekarang banyak terdpat di Bali, NTB,

Empat upacara umat Hindu:

1) Bhakti marga: upacara adat, merawat tempat suci, pasrah pada Tuhan

2) Karma MArga : cara bertingkah laku, beragama dengan taat, giat bekerja

3) Jnana Marga: cara bijak dan pandai; mempelajari KS,

4) Yoga Marga ( mendisiplinkan diri secara rohani): pengendalian hawa nafsu, mengekang diri dari kenikmatan duniawi, mengucap mantra.

Hari raya:

Nyepi, Galungan



b. Budha

Tanda kebesaran agama Budha di Indonesia adalah Candi Borobudur di JAwa Tengah. Ajaran Budha mendorong ummatnya mengembangkan empat jiwa positif yaitu:

1) mengasihi semua makhluk yang mempunyai perasaaan dengan sepenuh hati (Metta)

2) bersuka cita dalam kebahagiaan makhluk lain dan tidak mendengkinya (mudita)

3) berbagi penderitaan dengan makhluk lain ( KAruna)

4) tetap damai dan bebas ( upekha)

HAri raya Budha : Waisyak



c. Islam

Merupakan agama mayoritas di Indonesia, Islam di masyarakat Jawa oleh Clifford Geertzd dibedakan menjadi 3 golongan:

1) Islam Santri : golongan islam taat

2) Islam abangan : Golongan Islam yang yang hanya menggunakan Islam sebagai kedok/topeng aslinya golongan ini tidak memahami Islam dengan baik.Mereka masih banyak yang memiliki kepercayaan lama

3) Islam Priyayi : Golongan islam yang terdiri dari kaum bangsawan, keluarga istana, pejabat pemerintah dan kaum terpelajar. Golongan ini menjadi Islam karena Politik, kedudukan atau jabatan



d. Kristen

Agama terbesar ke dua setelah Islam.



e. Katholik : agama terbesar ketiga setelah Islam dan Kristen banyak dianut oleh masyarakat di Papua, NTT, maluku, dan kota-kota besar di Indonesia



2. Kepercayaan-kepercayaan Masyarakat

Beberapa daerah di Indonesia memiliki kepercayaan yang berbeda-beda antara lain:

a. Kalimantan Tengah

Kepercayaan masyarakat Kalimantan Tengah adalah KAharingan, yang artinya kehidupan. Mereka percaya kepada Ranying Hatalla yaitu Tuhannya yang menciptakan kehidupan dan mengatur segala sesuatu menuju kesempurnaan kekal abadi.

Dalam Kaharingan dipercaya bahwa alam semesta dibedakan menjadii 3 bagian yaitu alam bawah (pantai Danum Kalunen), Alam Atas, bagian langit ketujuh



b. Nias (Sumatera Utara)

Suku Nias memiliki kepercayaan yang disebut pelebegu, istilah yang diberikan oleh para pendatang yang berarti penyembah roh. Menurut kepercayaan ini manusia memiliki dua macam tubuh yaitu tubuh kasar (boto) dan tubuh halus. Tubuh Halus dibagi lagi menjadi 2 macam yaitu moso (nafas) dan lumo-lumo (bayangan)



c. Jawa

MAsyarakat jawa (jawa tengan dan JAtim) banyak menganut tradisi kebatinan dan kejawen.



d. Mentawai

Berada dipedalam Siberut. Masyarakatnya percaya bahwa setiap benda, manusia, hewan, dan tumbuhan memiliki jiwa. Kekuatan gaib yang ada di setiap benda disebut BAJOU.



e. BATAK

Masrakat batak memiliki kepercayaan animisme. Mereka memiliki kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Mereka percaya terhadap Roh. Roh orang mati disebut sebagai Begu. Roh orang yang masih hidup adalah Tondi, Dan orang yang memiliki keistimewaan tertentu disebut sebagai Sahala.



f. Baduy

Orang Baduy percaya kepada Tuhan yang disebut Batara Tunggal.

Segala kehidupan social dan kebiasaan mereka diuraikan dalam pikukuh yaitu seperangkat aturan perilaku yang diturunkan oleh leluhur. Pelanggar pikukuh harus mengikuti pembersihan dan kemudian dibuang dari baduy dalam (kampong tangtu) ke daerah luar (kampong dangka)



g. Tengger

Orang Tengger beragama Hindu yang lebih dekat ke Kejawen.



h. Asmat

Orang Asmat percaya terhadap roh leluhur.







4. Perilaku Keagamaan Dalam Kehidupan Bermasyarakat

1. Perilaku keagamaan Positif:

a. ketekunan dalam menjalankan ajaran agama sehingga sesorang selalu berperilaku baik, dan menciptakan kerukunan, persatuan dan kesatuan, integrasi nasional

b. sikap fanatic yang bijak dan terkendali terhadap ajaran agama akan meningkatkan solidaritas dii antara pemeluknya. Akibatnya muncul persaudaraan, kesetiakawanan, gotong royong tanpa pandang kelas social, dan perbedaan bangsa

2. Perilaku Keagamaan Negatif

a. Fanatisme berlebihan dapat menimbulkan perpecahan dan memicu timbulnya konflik destruktif. Perilaku ini menimbulkan intoleransi, tidak menghargai dan memberi kesempatan orang lain menjalankan ajaran agamanya

b. Kesombongan religius berlebihan, sikap memandang agamanya yang paling benar serta meremehkan dan merendahkan agama lain. Perilaku ini dapat memicu pemaksaan kehendak/ajaran agama dengan cara kekerasan dan anarkis



5. Fungsi Agama
1. Fungsi edukatif : agama bertugas mengajar dan membimbing masyarakat. Agama menyampaikan ajaran-ajaran melalui upacara keagamaan, dakwah dan kotbah, meditasi, pendalaman rohani dll.
2. Fungsi Penyelamatan

Agama memberikan anjuran dan perintah untuk selalu berbuat kebaikan agar manusia dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan

3. Fungsi pengawasan Sosial

Agama menyeleksi kaidah-kaidah susila yang ada. Kaidah yang baik dikukuhkan sebagai norma dan kaidah yang buruk sebagai larangan atau tabu. Fungsi pengawasan diperkuat dengan adanya sanksi bagi manusia yang melanggar kaidah tersebut.

4. Memupuk persaudaraan

Setiap agama menganjurkan agar umat manusia saling mencintai dan menghindari permusuhan. Dengan adanya rasa saling memupuk persaudaraan, cita-cita persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud.



6. Fungsi Agama Dan Kepercayaan dalam Proses Integrasi Bangsa
1. mengatur perilaku manusia melalui anjuran dan larangan sehingga menusia senantiasa berperilaku benar
2. mengendalikan kehidupan masyarakat melalui konsep dosa(ganjaran terhadap perilaku salah dalam suatu ajaran agama)
3. memelihara solidaritas social baik intern maupun ekstern. Solidaritas intern : persatuan di antara sesame umat agama. Solidaritas ekstern : persatuan antar umat beragama yang berbeda. Solidaritas dapat dipupuk melalui penanaman sikap saling mencintai sesame manusia, sikap saling toleransi dan menghormati.
4. ajaran agama menenteramkan batin manusia. Akibatnya masyarakat dapat berpikir secara jernih dalam menghadapi berbagai persoalan hidup sehingga terhindar dari perilaku anarkis yang dapat mengancam integrasi bangsa.

AGAMA DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT



1. PENGERTIAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN

Agama

Berasal dari bahasa sansekerta artinya menunjukkan kepercayaan manusia berdasarkan wahyu dari Tuhan.

Secara etimologis berasal dari suku kata A-Gam-A berarti tidak pergi atau tetap atau kekal jadi agama dapat diartikan pedoman hidup yang kekal.




Menurut Kitab Sunarigama, berasal dari kata A-Ga-Ma berarti ajaran tentang hal-hal yang sifatnya misteri.

Menurut KBBI agama adalah ajaran atau system yang mengatur tata keimanan dan peribadatan kepada Tuhan YME serta kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia serta lingkungannya.



Kepercayaan atau Religi

Berasal dari bahasa Latin Religere/religare artinya berhati-hati dan berpegangteguh pada aturan-aturan dasar.

Jadi kepercayaan atau religi berarti kecenderungan batin (rohani) manusia yang terikat dengan hal-hal yang gaib, suci(kekuatan alam), dan tabu.



2. AGAMA BUMI DAN AGAMA WAHYU

AGAMA BUMI

Agama bumi = agama wad’I = agama budaya yaitu agama duniawi yang merupakan hasil ciptaan akal dan perilaku manusia. Misalnya berbagai kepercayaan masyarakat



AGAMA WAHYU

Agama Wahyu = agama Samawi yaitu agama yang bersumber dari wahyu Tuhan misalnya Islam, Kristen, katolik dan Yahudi.



Perbedaan Agama Bumi dan agama Wahyu

AGAMA wahyu


AGAMA bumi

Konsep Ketuhanan :Monotheis

Disampaikan : rasul atau utusan Tuhan

Mempunyai Kitab Suci

Tidak terpengaruh oleh perubahan masyaraklat

Kebenaran ajaran dasarnya tahan uji dan kritik

Sistem berpikirnya tidak sama dengan system berpikir masyarakat penganutnya




Konsep Ketuhanan : ATheis

Disampaikan: manusia (hasil pikiran dan perilaku MAnusia)

Tidak memiliki Kitab Suci

Sangat terpengaruh oleh perkembangan dan perubahan masyarakat

Kebenaran ajaran dasarnya tidak tahan kritik terhadap akal manusia

Sistem berpikirnya sama dengan system berpikir masyarakat penganutnya



Jenis Agama dan Kepercayaan

1. Animisme

Berasal dari bahasa latin anima yang artinya roh. Adalah kepercayaan dimana disekeliling alam tempat tinggal manusia banyak terdapat roh gaib. Agar diperoleh hubungan harmonis dengan roh gaib, manusia mengadakan berbagai upacara keagamaan :pemujaan, sesajen, dll

2. Dinamisme.

dari bahasa Latin Dinamos artinya tenaga atau kekuatan yaitu kepercayaan bahwa disekeliling alam manusia terdapat berbagai tenaga yang memiliki kekuatan gaib yang sakti, Kekuatan gaib berasal dari berbagai gejala alam, misalnya matahari, bulan, air, api, angin. Kekuatan gaib juga berasal dari roh manusia atau binatang yang sudah mati, istilah lain dari kepercayaan ini adalah animalisme Kepercayaan ini juga menganggap segala sesuatu mempunyai kekuatan yang dapat mempengauhi keberhasilan dan kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup misalnya kepercayaan adanya kekuatan gaib pada benda tertentu seperti akik atau keris, kepercayaan ini disebut Fethisiisme

3. Politheisme

Berasal dari bahasa latin poly artinya banyak dan theos artinya Tuhan. Jadi Politheisme adalah kepercayaan yang menganggap Tuhan atau dewa itu banyak

4. Sinkretisme

Adalah perpaduan beberapa kegiatan, istilah keagamaan, tatacara upacara, atau perlengkapan upacara dari beberapapaham atau aliran yang berbeda. Misalnya: Islam Kejawen adalah perpaduan dari nilai keagamaan kejawen tradisisonal (hindu) dengan Islam.

5. Monotheisme

Adalah agama atau kepercayaan kepada satu Tuhan (misalnya agama Wahyu).



3. AGAMA DAN KEPERCAYAAN DI INDONESIA

1. Lima Agama Besar

a. Hindu

Agama yang paling tua di Indonesia. Berkembang sejak kerajaan Kutai, Kediri, Singasari, Majapahit, PAjang. Sekarang banyak terdpat di Bali, NTB,

Empat upacara umat Hindu:

1) Bhakti marga: upacara adat, merawat tempat suci, pasrah pada Tuhan

2) Karma MArga : cara bertingkah laku, beragama dengan taat, giat bekerja

3) Jnana Marga: cara bijak dan pandai; mempelajari KS,

4) Yoga Marga ( mendisiplinkan diri secara rohani): pengendalian hawa nafsu, mengekang diri dari kenikmatan duniawi, mengucap mantra.

Hari raya:

Nyepi, Galungan



b. Budha

Tanda kebesaran agama Budha di Indonesia adalah Candi Borobudur di JAwa Tengah. Ajaran Budha mendorong ummatnya mengembangkan empat jiwa positif yaitu:

1) mengasihi semua makhluk yang mempunyai perasaaan dengan sepenuh hati (Metta)

2) bersuka cita dalam kebahagiaan makhluk lain dan tidak mendengkinya (mudita)

3) berbagi penderitaan dengan makhluk lain ( KAruna)

4) tetap damai dan bebas ( upekha)

HAri raya Budha : Waisyak



c. Islam

Merupakan agama mayoritas di Indonesia, Islam di masyarakat Jawa oleh Clifford Geertzd dibedakan menjadi 3 golongan:

1) Islam Santri : golongan islam taat

2) Islam abangan : Golongan Islam yang yang hanya menggunakan Islam sebagai kedok/topeng aslinya golongan ini tidak memahami Islam dengan baik.Mereka masih banyak yang memiliki kepercayaan lama

3) Islam Priyayi : Golongan islam yang terdiri dari kaum bangsawan, keluarga istana, pejabat pemerintah dan kaum terpelajar. Golongan ini menjadi Islam karena Politik, kedudukan atau jabatan



d. Kristen

Agama terbesar ke dua setelah Islam.



e. Katholik : agama terbesar ketiga setelah Islam dan Kristen banyak dianut oleh masyarakat di Papua, NTT, maluku, dan kota-kota besar di Indonesia



2. Kepercayaan-kepercayaan Masyarakat

Beberapa daerah di Indonesia memiliki kepercayaan yang berbeda-beda antara lain:

a. Kalimantan Tengah

Kepercayaan masyarakat Kalimantan Tengah adalah KAharingan, yang artinya kehidupan. Mereka percaya kepada Ranying Hatalla yaitu Tuhannya yang menciptakan kehidupan dan mengatur segala sesuatu menuju kesempurnaan kekal abadi.

Dalam Kaharingan dipercaya bahwa alam semesta dibedakan menjadii 3 bagian yaitu alam bawah (pantai Danum Kalunen), Alam Atas, bagian langit ketujuh



b. Nias (Sumatera Utara)

Suku Nias memiliki kepercayaan yang disebut pelebegu, istilah yang diberikan oleh para pendatang yang berarti penyembah roh. Menurut kepercayaan ini manusia memiliki dua macam tubuh yaitu tubuh kasar (boto) dan tubuh halus. Tubuh Halus dibagi lagi menjadi 2 macam yaitu moso (nafas) dan lumo-lumo (bayangan)



c. Jawa

MAsyarakat jawa (jawa tengan dan JAtim) banyak menganut tradisi kebatinan dan kejawen.



d. Mentawai

Berada dipedalam Siberut. Masyarakatnya percaya bahwa setiap benda, manusia, hewan, dan tumbuhan memiliki jiwa. Kekuatan gaib yang ada di setiap benda disebut BAJOU.



e. BATAK

Masrakat batak memiliki kepercayaan animisme. Mereka memiliki kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Mereka percaya terhadap Roh. Roh orang mati disebut sebagai Begu. Roh orang yang masih hidup adalah Tondi, Dan orang yang memiliki keistimewaan tertentu disebut sebagai Sahala.



f. Baduy

Orang Baduy percaya kepada Tuhan yang disebut Batara Tunggal.

Segala kehidupan social dan kebiasaan mereka diuraikan dalam pikukuh yaitu seperangkat aturan perilaku yang diturunkan oleh leluhur. Pelanggar pikukuh harus mengikuti pembersihan dan kemudian dibuang dari baduy dalam (kampong tangtu) ke daerah luar (kampong dangka)



g. Tengger

Orang Tengger beragama Hindu yang lebih dekat ke Kejawen.



h. Asmat

Orang Asmat percaya terhadap roh leluhur.







4. Perilaku Keagamaan Dalam Kehidupan Bermasyarakat

1. Perilaku keagamaan Positif:

a. ketekunan dalam menjalankan ajaran agama sehingga sesorang selalu berperilaku baik, dan menciptakan kerukunan, persatuan dan kesatuan, integrasi nasional

b. sikap fanatic yang bijak dan terkendali terhadap ajaran agama akan meningkatkan solidaritas dii antara pemeluknya. Akibatnya muncul persaudaraan, kesetiakawanan, gotong royong tanpa pandang kelas social, dan perbedaan bangsa

2. Perilaku Keagamaan Negatif

a. Fanatisme berlebihan dapat menimbulkan perpecahan dan memicu timbulnya konflik destruktif. Perilaku ini menimbulkan intoleransi, tidak menghargai dan memberi kesempatan orang lain menjalankan ajaran agamanya

b. Kesombongan religius berlebihan, sikap memandang agamanya yang paling benar serta meremehkan dan merendahkan agama lain. Perilaku ini dapat memicu pemaksaan kehendak/ajaran agama dengan cara kekerasan dan anarkis



5. Fungsi Agama
1. Fungsi edukatif : agama bertugas mengajar dan membimbing masyarakat. Agama menyampaikan ajaran-ajaran melalui upacara keagamaan, dakwah dan kotbah, meditasi, pendalaman rohani dll.
2. Fungsi Penyelamatan

Agama memberikan anjuran dan perintah untuk selalu berbuat kebaikan agar manusia dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan

3. Fungsi pengawasan Sosial

Agama menyeleksi kaidah-kaidah susila yang ada. Kaidah yang baik dikukuhkan sebagai norma dan kaidah yang buruk sebagai larangan atau tabu. Fungsi pengawasan diperkuat dengan adanya sanksi bagi manusia yang melanggar kaidah tersebut.

4. Memupuk persaudaraan

Setiap agama menganjurkan agar umat manusia saling mencintai dan menghindari permusuhan. Dengan adanya rasa saling memupuk persaudaraan, cita-cita persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud.



6. Fungsi Agama Dan Kepercayaan dalam Proses Integrasi Bangsa
1. mengatur perilaku manusia melalui anjuran dan larangan sehingga menusia senantiasa berperilaku benar
2. mengendalikan kehidupan masyarakat melalui konsep dosa(ganjaran terhadap perilaku salah dalam suatu ajaran agama)
3. memelihara solidaritas social baik intern maupun ekstern. Solidaritas intern : persatuan di antara sesame umat agama. Solidaritas ekstern : persatuan antar umat beragama yang berbeda. Solidaritas dapat dipupuk melalui penanaman sikap saling mencintai sesame manusia, sikap saling toleransi dan menghormati.
4. ajaran agama menenteramkan batin manusia. Akibatnya masyarakat dapat berpikir secara jernih dalam menghadapi berbagai persoalan hidup sehingga terhindar dari perilaku anarkis yang dapat mengancam integrasi bangsa.

Thursday, 26 February 2009

HATI DARI BAJA

Waktu itu di tepi pantai duduklah seorang wanita di atas karpetnya dan didekatnya terhidang secangkir teh. Dia memandangi lingkaran matahari yang sedang tenggelam di ufuk untuk melewatkan satu hari dari hidupnya yang sudah mencapai usia 70 tahun. Dia memandangi air laut yang memantulkan sinar ufuk yang berwarna kuning keemasan.


Terlihat sangat indah. Akan tetapi, dia tidak pernah melupakan berapa banyak tragedi dan cerita yang bergejolak di dalam hatinya. Lalu dia kembali ke tempatnya, mengingat-ngingat hakikat kehidupannya yang ternyata mirip dengan laut di hadapannya.
Di dekatnya duduklah sebuah keluarga yang datang ke laut untuk memecah rutinitas kehidupan sehari-hari. Juga untuk melupakan sebagian dari mesin kehidupan sehari-hari dengan segala hiruk-pikuknya dan ketegangan jiwa yang ditimbulkannya.
Perhatikanlah, sebagian anggota keluarga menghabiskan waktu mereka sambil mengobrol ke sana kemari dan menyantap makanan mereka hingga lewat tengah malam. Sementara nenek tua itu tetap duduk seorang diri sambil minum teh memandangi lautan. Tiba-tiba salah satu dari mereka tidak kuasa menahan dirinya dan berkata : “Apakah engkau ingin kami mengantarmu ke suatu tempat? Jangan-jangan ada sesuatu yang buruk. Kami tidak melihat siapa-siapa di dekatmu.”
Nenek itu menjawab : “Entahlah, tapi ia meninggalkan secarik kertas di tanganku.” Laki-laki itu langsung mengambilnya dan membacanya. Ternyata tertulis, “Siapapun yang membaca tulisan ini harus mengirimkan wanita ini ke panti jompo.” Mereka semua tersentak kaget ketika mengetahui tragedi yang menimpa nenek ini. Padahal, sepanjang hidupnya dia pernah menyusui, begadang dan hamil untuk anak durhaka yang membuangnya begitu saja ke tepi laut ketika usianya sudah senja. Persis seperti laut yang membuang buihnya ke pantai.
Hendaklah kita semua mengambil pelajaran berharga dari kisah ini. Dan hendaklah kita tahu bahwa akhir perjalanan orang yang berbuat seperti itu adalah sangat buruk. Kita semua harus mendidik putera-puteri kita dengan pendidikan yang baik, agar kita dapat menjamin bakti mereka di dalam kehidupan dan doa mereka di dalam kematian.

[Dicuplik dari : Ahmad Sรขlim Bรขduwaylรขn, Mausลซ’ah al-Qoshosh al-Mu`atstsiroh, Ind : ”Malam Pertama Setelah Itu Air Mata”, Pustaka ELBA, Surabaya : 1428/2007]

Ibrah : Wahai hamba Allรดh, ingatlah firman Rabb-mu :
ูˆَูˆَุตَّูŠْู†َุง ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†َ ุจِูˆَุงู„ِุฏَูŠْู‡ِ ุฅِุญْุณَุงู†ًุง ุญَู…َู„َุชْู‡ُ ุฃُู…ُّู‡ُ ูƒُุฑْู‡ًุง ูˆَูˆَุถَุนَุชْู‡ُ ูƒُุฑْู‡ًุง ูˆَุญَู…ْู„ُู‡ُ ูˆَูِุตَุงู„ُู‡ُ ุซَู„َุงุซُูˆู†َ ุดَู‡ْุฑًุง ุญَุชَّู‰ ุฅِุฐَุง ุจَู„َุบَ ุฃَุดُุฏَّู‡ُ ูˆَุจَู„َุบَ ุฃَุฑْุจَุนِูŠู†َ ุณَู†َุฉً ู‚َุงู„َ ุฑَุจِّ ุฃَูˆْุฒِุนْู†ِูŠ ุฃَู†ْ ุฃَุดْูƒُุฑَ ู†ِุนْู…َุชَูƒَ ุงู„َّุชِูŠ ุฃَู†ْุนَู…ْุชَ ุนَู„َูŠَّ ูˆَุนَู„َู‰ ูˆَุงู„ِุฏَูŠَّ ูˆَุฃَู†ْ ุฃَุนْู…َู„َ ุตَุงู„ِุญًุง ุชَุฑْุถَุงู‡ُ ูˆَุฃَุตْู„ِุญْ ู„ِูŠ ูِูŠ ุฐُุฑِّูŠَّุชِูŠ ุฅِู†ِّูŠ ุชُุจْุชُ ุฅِู„َูŠْูƒَ ูˆَุฅِู†ِّูŠ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS al-Ahqรขf : 15)
Allรดh juga berfirman :
ูˆَูˆَุตَّูŠْู†َุง ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†َ ุจِูˆَุงู„ِุฏَูŠْู‡ِ ุญَู…َู„َุชْู‡ُ ุฃُู…ُّู‡ُ ูˆَู‡ْู†ًุง ุนَู„َู‰ ูˆَู‡ْู†ٍ ูˆَูِุตَุงู„ُู‡ُ ูِูŠ ุนَุงู…َูŠْู†ِ ุฃَู†ِ ุงุดْูƒُุฑْ ู„ِูŠ ูˆَู„ِูˆَุงู„ِุฏَูŠْูƒَ ุฅِู„َูŠَّ ุงู„ْู…َุตِูŠุฑُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS Luqmรขn : 14)
Lantas, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?!!

BIOGRAFI W. S. RENDRA

Sumber: www.wikipedia.com

Willibrordus Surendra Broto Rendra (lahir Solo, 7 November 1935) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok. Semenjak masa kuliah beliau sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah.



Rendra adalah anak dari pasangan R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik, Solo, di samping sebagai dramawan tradisional; sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta. Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya itu.
Ia memulai pendidikannya dari TK (1942) hingga menyelesaikan sekolah menengah atasnya, SMA (1952), di sekolah Katolik, St. Yosef di kota Solo.
Setamat SMA Rendra pergi ke Jakarta dengan maksud bersekolah di Akademi Luar Negeri. Ternyata akademi tersebut telah ditutup. Lalu ia pergi ke Yogyakarta dan masuk ke Fakultas Sastra, Universitas Gajah Mada. Walaupun tidak menyelesaikan kuliahnya , tidak berarti ia berhenti untuk belajar. Pada tahun 1954 ia memperdalam pengetahuannya dalam bidang drama dan tari di Amerika, ia mendapat beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA). Ia juga mengikuti seminar tentang kesusastraan di Universitas Harvard atas undangan pemerintah setempat.
Bakat sastra Rendra sudah mulai terlihat ketika ia duduk di bangku SMP. Saat itu ia sudah mulai menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi, cerita pendek dan drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya. Bukan hanya menulis, ternyata ia juga piawai di atas panggung. Ia mementaskan beberapa dramanya, dan terutama tampil sebagai pembaca puisi yang sangat berbakat.
Ia pertama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui majalah Siasat. Setelah itu, puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah pada saat itu, seperti Kisah, Seni, Basis, Konfrontasi, dan Siasat Baru. Hal itu terus berlanjut seperti terlihat dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya, terutama majalah tahun 60-an dan tahun 70-an.
“Kaki Palsu” adalah drama pertamanya, dipentaskan ketika ia di SMP, dan “Orang-Orang di Tikungan Jalan” adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta. Pada saat itu ia sudah duduk di SMA. Penghargaan itu membuatnya sangat bergairah untuk berkarya. Prof. A. Teeuw, di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989), berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti Angkatan 45, Angkatan 60-an, atau Angkatan 70-an. Dari karya-karyanya terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri.
Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, di antaranya bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Jepang dan India.
Ia juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri, di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979), The Valmiki International Poetry Festival, New Delhi (1985), Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985), The First New York Festival Of the Arts (1988), Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989), World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan Tokyo Festival (1995).
Pada tahun 1961, sepulang dari Amerika Serikat, Rendra mendirikan grup teater di Yogyakarta. Akan tetapi, grup itu terhenti karena ia pergi lagi ke Amerika Serikat. Ketika kembali lagi ke Indonesia (1968), ia membentuk kembali grup teater yang bernama Bengkel Teater. Bengkel Teater ini sangat terkenal di Indonesia dan memberi suasana baru dalam kehidupan teater di tanah air. Sampai sekarang Bengkel Teater masih berdiri dan menjadi basis bagi kegiatan keseniannya.
Profesor Harry Aveling, seorang pakar sastra dari Australia yang besar perhatiannya terhadap kesusastraan Indonesia, telah membicarakan dan menerjemahkan beberapa bagian puisi Rendra dalam tulisannya yang berjudul “A Thematic History of Indonesian Poetry: 1920 to 1974”. Karya Rendra juga dibicarakan oleh seorang pakar sastra dari Jerman bernama Profesor Rainer Carle dalam bentuk disertasi yang berjudul Rendras Gedichtsammlungen (1957—1972): Ein Beitrag Zur Kenntnis der Zeitgenossichen Indonesischen Literatur. Verlag von Dietrich Reimer in Berlin: Hamburg 1977.
Untuk kegiatan seninya Rendra telah menerima banyak penghargaan, antara lain Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan , Yogyakarta (1954) Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956); Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970); Hadiah Akademi Jakarta (1975); Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976) ; Penghargaan Adam Malik (1989); The S.E.A. Write Award (1996) dan Penghargaan Achmad Bakri (2006).
Baru pada usia 24 tahun, ia menemukan cinta pertama pada diri Sunarti Suwandi. Dari wanita yang dinikahinya pada 31 Maret 1959 itu, Rendra mendapat lima anak: Teddy Satya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Klara Sinta. Satu di antara muridnya adalah Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat, putri darah biru Keraton Yogyakarta, yang bersedia lebur dalam kehidupan spontan dan urakan di Bengkel Teater. Tugas Jeng Sito, begitu panggilan Rendra kepadanya, antara lain menyuapi dan memandikan keempat anak Rendra-Sunarti.
Ujung-ujungnya, ditemani Sunarti, Rendra melamar Sito untuk menjadi istri kedua, dan Sito menerimanya. Dia dinamis, aktif, dan punya kesehatan yang terjaga, tutur Sito tentang Rendra, kepada Kastoyo Ramelan dari Gatra. Satu-satunya kendala datang dari ayah Sito yang tidak mengizinkan putrinya, yang beragama Islam, dinikahi seorang pemuda Katolik. Tapi hal itu bukan halangan besar bagi Rendra. Ia yang pernah menulis litani dan mazmur, serta memerankan Yesus Kristus dalam lakon drama penyaliban Cinta dalam Luka, memilih untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada hari perkawinannya dengan Sito, 12 Agustus 1970, dengan saksi Taufiq Ismail dan Ajip Rosidi.
Peristiwa itu, tak pelak lagi, mengundang berbagai komentar sinis seperti Rendra masuk Islam hanya untuk poligami. Terhadap tudingan tersebut, Rendra memberi alasan bahwa ketertarikannya pada Islam sesungguhnya sudah berlangsung lama. Terutama sejak persiapan pementasan Kasidah Barzanji, beberapa bulan sebelum pernikahannya dengan Sito. Tapi alasan yang lebih prinsipil bagi Rendra, karena Islam bisa menjawab persoalan pokok yang terus menghantuinya selama ini: kemerdekaan individual sepenuhnya. Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai, katanya sambil mengutip ayat Quran, yang menyatakan bahwa Allah lebih dekat dari urat leher seseorang.
Toh kehidupannya dalam satu atap dengan dua istri menyebabkan Rendra dituding sebagai haus publisitas dan gemar popularitas. Tapi ia menanggapinya dengan ringan saja. Seperti saat ia menjamu seorang rekannya dari Australia di Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta. Ketika melihat seekor burung merak berjalan bersama dua betinanya, Rendra berseru sambil tertawa terbahak-bahak, Itu Rendra! Itu Rendra!. Sejak itu, julukan Burung Merak melekat padanya hingga kini. Dari Sitoresmi, ia mendapatkan empat anak: Yonas Salya, Sarah Drupadi, Naomi Srikandi, dan Rachel Saraswati
Sang Burung Merak kembali mengibaskan keindahan sayapnya dengan mempersunting Ken Zuraida, istri ketiga yang memberinya dua anak: Isaias Sadewa dan Maryam Supraba. Tapi pernikahan itu harus dibayar mahal karena tak lama sesudah kelahiran Maryam, Rendra menceraikan Sitoresmi pada 1979, dan Sunarti pada tahun 1981.
Beberapa Karya
Drama
Orang-orang di Tikungan Jalan (1954)
SEKDA (1977)
Mastodon dan Burung Kondor (1972)
Hamlet (terjemahan dari karya William Shakespeare, dengan judul yang sama)
Macbeth (terjemahan dari karya William Shakespeare, dengan judul yang sama)
Oedipus Sang Raja (terjemahan dari karya Sophokles, aslinya berjudul "Oedipus Rex")
Kasidah Barzanji
Perang Troya Tidak Akan Meletus (terjemahan dari karya Jean Giraudoux asli dalam bahasa Prancis: "La Guerre de Troie n'aura pas lieu")
Sajak/Puisi
Jangan Takut Ibu
Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak)
Empat Kumpulan Sajak
Rick dari Corona
Potret Pembangunan Dalam Puisi
Nyanyian Angsa
Pesan Pencopet kepada Pacarnya
Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan)
Perjuangan Suku Naga
Blues untuk Bonnie
Pamphleten van een Dichter
State of Emergency
Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api
Mencari Bapak
Rumpun Alang-alang
Surat Cinta
Sajak Rajawali
Sajak Seonggok Jagung

BIOGRAFI TENGKU AMIR HAMZAH

Sumber: www.puitika.net

Nama lengkap Amir Hamzah adalah Tengku Amir Hamzah, tetapi biasa dipanggil Amir Hamzah. Ia dilahirkan di Tanjung Pura, Langkat, Sumatra Utara, pada 28 Februari 1911. Amir Hamzah tumbuh dalam lingkungan bangsawan Langkat yang taat pada agama Islam. Pamannya, Machmud, adalah Sultan Langkat yang berkedudukan di ibu kota Tanjung Pura, yang memerintah tahun 1927-1941.


Ayahnya, Tengku Muhammad Adil (yang tidak lain adalah saudara Sultan Machmud sendiri), menjadi wakil sultan untuk Luhak Langkat Bengkulu dan berkedudukan di Binjai, Sumatra Timur.
Mula-mula Amir menempuh pendidikan di Langkatsche School di Tanjung Pura pada tahun 1916. Lalu, di tahun 1924 ia masuk sekolah MULO (sekolah menengah pertama) di Medan. Setahun kemudian dia hijrah ke Jakarta hingga menyelesaikan sekolah menengah pertamanya pada tahun 1927. Amir, kemudian melanjutkan sekolah di AMS (sekolah menengah atas) Solo, Jawa Tengah, Jurusan Sastra Timur, hingga tamat. Lalu, ia kembali lagi ke Jakarta dan masuk Sekolah Hakim Tinggi hingga meraih Sarjana Muda Hukum.
Amir Hamzah tidak dapat dipisahkan dari kesastraan Melayu. Oleh karena itu, tidak heran jika dalam dirinya mengalir bakat kepenyairan yang kuat. Buah Rindu adalah kumpulan puisi pertamanya yang menandai awal kariernya sebagai penyair. Puncak kematangannya sebagai penyair terlihat dalam kumpulan puisi Nyanyi Sunyi dan Setanggi Timur. Selain menulis puisi, Amir Hamzah juga menerjemahkan buku Bagawat Gita.
Riwayat hidup penyair yang juga pengikut tarekat Naqsabandiyah ini ternyata berakhir tragis. Pada 29 Oktober 1945, Amir diangkat menjadi Wakil Pemerintah Republik Indonesia untuk Langkat yang berkedudukan di Binjai. Ketika itu Amir adalah juga Pangeran Langkat Hulu di Binjai.
Ketika Sekutu datang dan berusaha merebut hati para sultan, kesadaran rakyat terhadap revolusi menggelombang. Mereka mendesak Sultan Langkat segera mengakui Republik Indonesia. Lalu, Revolusi Sosial pun pecah pada 3 Maret 1946. Sasarannya adalah keluarga bangsawan yang dianggap kurang memihak kepda rakyat, termasuk Amir Hamzah. Pada dini hari 20 Maret 1946 mereka dihukum pancung.
Namun, kemudian hari terbukti bahwa Amir Hamzah hanyalah korban yang tidak bersalah dari sebuah revuolusi sosial. Pada tahun 1975 Pemerintah RI menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional.

BIOGRAFI TAUFIQ ISMAIL

Sumber: www.wikipedia.com, http://jalansetapak.wordpress.com

Dilahirkan di Bukittinggi (25 Juni 1935) dan dibesarkan di Pekalongan, ia tumbuh dalam keluarga guru dan wartawan yang suka membaca. Ia telah bercita-cita menjadi sastrawan sejak masih SMA. Dengan pilihan sendiri, ia menjadi dokter hewan dan ahli peternakan karena ingin memiliki bisnis peternakan guna menafkahi cita-cita kesusastraannya. Ia tamat FKHP-UI Bogor pada 1963 tapi gagal punya usaha ternak yang dulu direncanakannya di sebuah pulau di Selat Malaka.



Semasa kuliah aktif sebgai Ketua Senat Mahasiswa FKHP-UI (1960-1961) dan WaKa Dewan Mahasiswa UI (1961-1962). Di Bogor pernah jadi guru di SKP Pamekar dan SMA Regina Pacis, juga mengajar di IPB. Karena menandatangani Manifesto Kebudayaan, gagal melanjutkan studi manajemen peternakan di Florida (1964) dan dipecat sebagai dosen di Institut Pertanian Bogor.
Ia menulis di berbagai media, jadi wartawan, salah seorang pendiri Horison (1966), ikut mendirikan DKJ dan jadi pimpinannya, Pj. Direktur TIM, Rektor LPKJ dan Manajer Hubungan Luar Unilever. Penerima beasiswa AFS International Scholarship, sejak 1958 aktif di AFS Indonesia, menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya, penyelenggara pertukaran pelajar antarbangsa yang selama 41 tahun (sejak 1957) telah mengirim 1700 siswa ke 15 negara dan menerima 1600 siswa asing di sini. Taufiq terpilih menjadi anggota Board of Trustees AFSIS di New York, 1974-1976.
Pengkategoriannya sebagai penyair Angkatan ‘66 oleh Hans Bague Jassin merisaukannya, misalnya dia puas diri lantas proses penulisannya macet. Ia menulis buku kumpulan puisi, seperti Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Tirani dan Benteng, Tirani, Benteng, Buku Tamu Musim Perjuangan, Sajak Ladang Jagung, Kenalkan, Saya Hewan, Puisi-puisi Langit, Prahara Budaya:Kilas Balik Ofensif Lekra/PKI dkk, Ketika Kata Ketika Warna, Seulawah-Antologi Sastra Aceh, dan lain-lain.
Banyak puisinya dinyanyikan Himpunan Musik Bimbo, pimpinan Samsudin Hardjakusumah, atau sebaliknya ia menulis lirik buat mereka dalam kerja sama. Iapun menulis lirik buat Chrisye, Yan Antono (dinyanyikan Ahmad Albar) dan Ucok Harahap. Menurutnya kerja sama semacam ini penting agar jangkauan publik puisi lebih luas.
Taufiq sering membaca puisi di depan umum. Di luar negeri, ia telah baca puisi di berbagai festival dan acara sastra di 24 kota Asia, Australia, Amerika, Eropa, dan Afrika sejak 1970. Baginya, puisi baru ‘memperoleh tubuh yang lengkap’ jika setelah ditulis, dibaca di depan orang. Pada April 1993 ia membaca puisi tentang Syekh Yusuf dan Tuan Guru, para pejuang yang dibuang VOC ke Afrika Selatan tiga abad sebelumnya, di 3 tempat di Cape Town (1993), saat apartheid baru dibongkar. Pada Agustus 1994 membaca puisi tentang Laksamana Cheng Ho di masjid kampung kelahiran penjelajah samudra legendaris itu di Yunan, RRT, yang dibacakan juga terjemahan Mandarinnya oleh Chan Maw Yoh.
Bosan dengan kecenderungan puisi Indonesia yang terlalu serius, di awal 1970-an menggarap humor dalam puisinya. Sentuhan humor terasa terutama dalam puisi berkabar atau narasinya. Mungkin dalam hal ini tiada teman baginya di Indonesia. Antologi puisinya berjudul Rendez-Vous diterbitkan di Rusia dalam terjemahan Victor Pogadaev dan dengan ilustrasi oleh Aris Aziz dari Malaysia(Rendez-Vous. Puisi Pilihan Taufiq Ismail. Moskow: Humanitary, 2004.)
Penghargaan
Mendapat Anugerah Seni dari Pemerintah (1970), Cultural Visit Award Pemerintah Australia (1977), South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand (1994), Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa (1994). Dua kali ia menjadi penyair tamu di Universitas Iowa, AS (1971-1972 dan 1991-1992), lalu pengarang tamu di Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur (1993).