Menu

Thursday, 26 February 2009

BIOGRAFI ABDUL HADI WIDJI MUTHARI

”Saya lebih senang disebut sebagai penyair saja,” ucap Abdul Hadi Widji Muthari. Selebihnya, seperti jabatan redaktur kebudayaan harian Berita Buana, dan anggota Dewan Pimpinan Harian Dewan Kesenian Jakarta, dapatlah dianggap sebagai tambahan.
Puisi adalah getar nadinya. ”Saya menyukai puisi sejak saya jatuh cinta,” kata Hadi. Yakni ketika di SMP. Kemudian, ia merasa dimatangkan oleh karya-karya Amir Hamzah, Chairil Anwar, serta dorongan orangtua, kawan, dan guru.



Sebagaimana anak Madura lainnya, Hadi adalah ”Anak Laut, Anak Angin”, seperti bunyi judul kumpulan puisinya. Padahal, darah Maduranya hanya sebagian. Selebihnya Cina dan Jawa. Namun, bakat seni memang mengalir deras dalam dirinya, mewarisi keluarga yang suka karya sastra, ayah yang gemar melukis, dan kakek yang senang bersenandung Mocopatan, dan membaca sastra Jawa.
Masa kecilnya sudah dijejali dengan bacaan berat. Semula bercita-cita menjadi pemikir. Artinya, ”Yah, semacam filosof yang menerbitkan ide-ide baru.” Plato, Socrates, Imam Ghazali, R. Tagore, dan Iqbal, dikenalnya betul, paling tidak demikianlah perasaannya. Dan untuk memenuhi keinginan batinnya, ia meninggalkan Fakultas Sastra, dan pindah ke Fakultas Filsafat.
Sekitar 1970-an, nama Abdul Hadi mencuat. Para pengamat menilai Hadi sebagai pencipta puisi yang bersuasana hati. Hadi memang menulis tentang kesepian, kematian, dan waktu. Makin lama, warna mistis Islamnya makin menonjol, dan kadang malah menyatu dengan mistis Jawa. Kumpulan puisi Meditasi yang memenangkan hadiah buku puisi DKJ terbaik 1978, dan buku Hamzah Fansuri, Penyair Sufi Aceh, mewakili kecenderungan religiusnya.
Orang sering membandingkan Abdul Hadi dengan Taufiq Ismail, yang juga berpuisi religius. Hadi membantahnya. ”Dengan tulisan, saya mengajak orang lain untuk mengalami pengalaman religius yang saya rasakan. Sedang Taufiq hanya menekankan sifat moralistisnya,” katanya.
Hingga kini sudah enam kumpulan puisi yang diterbitkannya. Empat buku lainnya bukan puisi. Dengan istrinya, Tedjawati, yang menjadi pelukis, Hadi sering terlibat diskusi soal seni. Ia juga menyukai karya Bach, Beethoven, dan The Beatles.
Abdul Hadi WM menerima tawaran dari University Sains Malaysia yang memberinya
kesempatan menjadi “ahli cipta” di Pusat Pengajian Ilmu Kemanusiaan, University Sains Malaysia, pada 1992. Posisinya sebagai “ahli cipta” di perguruan tinggi yang berlokasi di Penang, Malaysia itu membuka peluang mengikuti program doktoral di perguruan tinggi itu dalam bidang sastra. Ia menyusun tesis Estetika Puisi Hamzah Fanzuri (Kajian tentang Hamzah Fanzuri).
Terakhir, ia menjadi menjadi dosen pada Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina.
Nama :
ABDUL HADI WIDJI MUTHARI (Abdul Hadi W.M.)
Tempat Tanggal Lahir :
Sumenep, Jawa Timur, 24 Juni 1946
Pendidikan :
- SD, Pesongsongan (1958)
- SMP, Sumenep (1961)
- SMA, Surabaya (1964)
- Fakultas Sastra UGM, Yogyakarta (1964-1967)
- Fakultas Filsafat UGM (tingkat doktoral, 1971)
Karyanya (kumpulan puisi maupun cerita) antara lain:
- Laut Belum Pasang, Litera, 1971
- Potret Panjang Pengunjung Pantai Sanur, Pustaka Jaya, 1975
- Meditasi, Budaya Jaya, 1976 (mendapat hadiah Buku Puisi Terbaik DKJ)
- Anak Laut Anak Angin, Harapan, 1983
- Modin Karok, (Cerita Rakyat Madura), Balai Pustaka, 1983
- Keluarga Tikus (cerita anak-anak), Balai Pustaka, 1984
Kegiatan Lain :
- Redaktur Gema Mahasiswa UGM (1967-1968)
- Redaktur Mahasiswa Indonesia Edisi Ja-Teng (1969-1970)
- Redaktur Mahasiswa Indonesia Edisi Ja-Bar (1971-1974)
- Redaktur Pelaksana Budaya Jaya (1977-1978)
- Redaktur majalah Kadin (1979-1981)
- Redaktur Balai Pustaka (1981-1983)
- Redaktur Budaya Berita Buana (sejak 1979)
- Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (1983)
- Dosen Universitas Paramadina (sekarang)

Sunday, 22 February 2009

Kamus Istilah-Istilah Dalam Blog

sumberhttp://trik-tips.blogspot.com


Buat kamu masih hijau yang belum tahu banyak tentang dunia blog, ini ada beberapa istilah-istilah yang perlu kamu ketahui. Buat yang sudah merah, yang sudah banyak makan garam dunia blog juga nggak ada salahnya kok baca-caca artikel ini. Disini sengaja tidak disusun menurut abjad tapi disusun berdasarkan kategori masing-masing.



* Blog
Blog : istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar.
Weblog : istilah lain dari blog.
Blogging : kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam dunia blog.
Blogger : seseorang yang melakukan blogging.
arti lainnya: sebuah layanan blog dari google.
Blogosphere : komunitas dalam blogging.
Posting : kegiatan untuk mengirimkan artikel ke dalam blog.

* Bentuk-Bentuk Blogging
Photoblogging : sebuah blog yang difokuskan pada dunia Photografi dan gambar-gambar.
Podcasting : metode untuk mendistribusikan file multimedia (video/audio) secara online melalui feeds
Autocasting : bentuk podcasting secara otomatis.
Blogcasting : penggabungan blog dan postcas dalam sebuah wensite.
Vlog / Vlogging : jenis blogging yang lebih senang menggunakan video daripada text.
Audioblog / Audioblogging : jenis blogging yang lebih senang menggunakan audio/musik daripada text.
Moblogs / Moblogging kegiatan blogging dengan menggunakan HP (handphone).

* Komponen dan Fungsi-Fungsi Blog
Index page : halaman depan dari blog.
Header : bagian paling atas blog.
Footer :bagian paling bawah blog.
Sidebar : kolom-kolom yang berada di sisi blog.
Link : proses untuk menghubungkan ke suatu postingan/kontent atau ke web/blog yang lain.
Archive : sekumpulan/arsip dari semua postingan. Bisa dikelompokkan dalam bulan, tahun dsb.
Categories : sekumpulan/sekelompok spesifik dari beberapa artikel.
Commnets : Kompentar-komentar dari para pembaca blog.
Captcha : kependekan dari "Completely Automated Public Turing test to tell Computers and Humans Apart", yaitu sebuah gambar yang berisi kata atau huruf yang harus diketikkan untuk verifikasi. Berguna untuk menangkal spam.
Ping (Packet Internet Grouper) : berfungsi untuk memberitahu layanan-layanan yang berhubungan dengan blog (seperti tchnocarty dkk) bahwa kita baru menambah atau mengupdate konten blog kita.
Trackback : berfungsi untuk memberitahu bahwa kita me-link ke postingan atau kontent blog orang lain.
Blogroll : sekumpulan link yang dijukan ke blog yang lain.
Template : desain dasar blog.
Plugin : sebuah file yang berfungsi untuk menambah feature2 blog.
Dashboard : sebuah tampilan yang berisi kontrol-kontrol, tool, setting dll saat pertama kali kita login ke blog account.

*Penyedia Layanan Blog
Blogger/Blogspot : Layanan blog gratis dari google.
Wordpress : Salah satu layanan blog gratis yang lain, memiliki feature yang lebih lengkap daripada blogger.com tapi kita tidak bisa mengotak-atik script HTML, kalo mau mengedit harus bayar dulu, jadi buat yang gratisan nggak bisa ngedit.
LiveJournal : Tolls blogging gratis dari SixApart
TypePad : Tolls blogging tidak gratis (bayar) dari SixApart.

* Bloging Habits
Metablogging : menulis artikel tentang blogging.
Blogstipation : blogger yang sedang malas ngeblog, karena sedang bad mood atau nggak pingin ngeblog.
Blogopotamus : Postingan blog yang sangat panjang.
Bleg : adalah ketika seseorang memohon pada sebuah blog.
Blego : Blog+Ego, ukuran kekayaan blogger.
Blog Hopping : Berpindah-pindah dari satu blog ke blog yang lain.
Blogroach : Komentator yang tidak setuju dengan postingan atau kontent suatu blog, biasanya diungkapkan dengan kata-kata yang kasar.
Blogoholic : Pecandu Blog.
Blogorific / Blogtastic Suatu hal yang dahsyat dari perkataan blogger.
Blogsit : Pemeliharaan blog ketika sang pemilik utama blog sedang bepergian atau sedang liburan.
Blogvertising/Blogvert : Iklan-iklan yang ada di blog.
Blurker : Pembaca blog yang hanya melihat-lihat saja, tidak memberikan komentar atau apapun.
Blogathon : mengaupdate blog setiap 30 menit dan selama 24 jam non-stop.
Blogiversary : Ulang tahun Blog.
Blog Carnival : Link ke artikel yang lain yang disamarkan dengan topik yang spesifik.
Multiblog : menjalankan banyak blog.
Blog Tipping : pujian atau ucapan selamat setiap tanggal 1 setiap bulannya.
Blogger Bash : Pesta para blogger.
Reciprocal Links / Link Exchange : atau Link Love, saling me-link antara blog yang satu dengan blog yang lain.
Linkbaiting : menulis artikel yang bagus supaya dilink oleh blog yang lain.
Hitnotice : me-refresh browser berulang-ulang untuk melihat hit-counter atau melihat apakah ada komentar yang baru atau tidak.
Blogstorm / Blogswarm : Kegiatan komunitas blogger yang sangat besar.
Blogsnop : menolak respon dari komentator yang bukan temannya.
Doppelblogger : blogger yang menjiplak konten dari blog orang lain.
Blogophobia takut terhadap blog atau blogging.
Blogeerel : opini yang sama yang dikirim berulang-ulang pada sebuah blog.

Aduh capek nih, ngaso dulu ah, minum kopi dulu bos biar seger. huuaaaahhhhh...
hup..hap..hup..hap..huaaaahhhhhhhhhh
yak, udah seger lagi, mari kita lanjutkan.

* Tipe-Tipe Blogger
Problogger : Blogger yang sudah profesional.
Blogebrity : Blogger yang sangat terkenal, kayak selebriti gitu.
Blogerati : Komunitas Blogger yang sudah pinter-pinter.
Blognoscenti : Blogger yang memiliki kemampuan yang spesial.
Commnetariat : Komunitas para komentator (lho emangnya ada? :D ).
Dooced : kehilangan pekerjaan gara-gara blognya.
Blogther : teman/saudara/keluarga blogger.
Blogstar : Blogger yang mengoperasikan blog yang sangat populer.

* Web/Blog Feeds
Web Feed : format data yang disediakan untuk user agar bisa berlangganan pada postingan sebuah blog.
RSS : adalah sebuah file berformat XML untuk sindikas. RSS mengijinkan kita untuk berlangganan kepada web/blog yang menyediakan umpan (feed) RSS. RSS kependekan dari Really Simple Syndication (RSS 2.0), Rich Site Summary (RSS 0.91, RSS 1.0), RDF Site Summary (RSS 0.9 and 1.0).
XML : (eXtensible Markup Language).
RDF : (Resource Description Framework)
Atom : hampir sama dengan web feed.
Photofeed : web feed dengan lampiran gambar.

Saturday, 21 February 2009

Yokosho Japan

101 about Japan

When is the best time to go to Japan?
Ada beberapa pilihan waktu jika anda ingin mengunjungi Jepang, tergantung tujuan mengunjungi Jepang. Jika anda hanya punya kesempatan sekali mengunjungi Jepang, datanglah pada saat awal april, ketika sakura bersemi (sakura blossom)
Spring (Mar-May) - sekitar awal april, pada saat sakura blossom, atau yg di Jepang biasa disebut Hanami (hana = bunga; mi(ru) = melihat) Jika bisa, sekaligus saja piknik di bawah pohon sakura, yg popular di Ueno Park, Tokyo.




Summer (June- Aug) dont miss Hokkaido. Summer di Hokkaido sangat bagus untuk orang yg menyukai alam. Selain itu pada bulan Juli - Aug tiap tahun, gunung fuji dibuka untuk umum (buat dipanjat). Saat summer banyak sekali Hanabi (fireworks) di semua tempat di Jepang. Negative point buat summer, sering hujan, dan udaranya lebih parah dibanding Jakarta dari segi kelembaban. Musim panas ini menyebabkan Hokkaido populasinya meningkat beberapa kali lipat, karena banyak sekali orang Jepang yg ke pulai ini pada musim panas.

Autumn (Sept -Nov) Go to Kyoto. Pada saat ini di Jepang cuacanya lumayan enak, tidak begitu panas dan belum dingin. Momiji atau daun2 yg berubah warnanya, umumnya menjadi merah.

Winter (Dec -Feb) musim dingin di Jepang sangat cocok untuk anda yg ingin merasakan suasana Natal. Tiap desember di Hakodate (Hokkaido) ada white illuminations di sepanjang jalan. Selain itu setiap awal Feb ada Yuki Matsuri di Sapporo. Disini anda bisa melihat pahatan2 es untuk berbagai jenis bangunan2 yg terkenal di dunia.

Hindari bepergian di awal mei (Golden Week) atau pertengahan agustus (Obon). Pada saat ini, kantor-kantor di Jepang meliburkan karyawan. Lebih mirip dengan suasana lebaran di Indonesia, ketika semua orang mudik. Disini orang-orang Jepang memanfaatkan liburan dengan berwisata ke luar negeri atau dalam negeri (okupansi hotel mendadak penuh).

Where to go
Kota-kota yg dikunjungi ada bermacam-macam. Biasanya turis akan ke Tokyo. Tapi jika anda punya waktu berlebih jangan lewatkan KYOTO.

Tokyo, Akihabara, Shinjuku, Shibuya, Harajuku,
Kyoto Ibukota Jepang selama 1000 tahun, banyak kuil2 bersejarah, tempat Gion Matsuri (Gion Festival). Bisa dibilang sebagai ibukota budaya jepang, hampir mirip spt Yogyakarta di Indonesia.
Yokohama Kota terbesar kedua di Jepang, hanya 40 menit dari Tokyo.

Nikko kota tempat kuil-kuil yg agak berbeda dengan kebanyakan kuil di Jepang,
Nara Ibukota Jepang sebelum Kyoto
Himeji Terdapat Himeji Castle (Castle paling terkenal di Jepang).
Osaka Pusat ekonomi di kawasan kansai, ada Universal Studio Japan
Kobe Kota pelabuhan yg banyak mempunyai rumah eropa
Hiroshima Kota yg kena bom atom (setiap tgl 6 aug ada ceremonial ceremony); admission fee hampir semua tempat wisata disini gratis untuk mahasiswa asing (ryuugakusei) di Jepang.
Nagasaki Kota kedua yg kena bom atom (setiap tanggal 9 aug ada memorial ceremony)
Sapporo Kota terbesar di Hokkaido, tuan rumah Yuki Matsuri selama bulan February.
Three Scenic Places of Japan - Miyajima, Amanohashidate, dan Matsushima

Who should you meet?
Geisha bisa ditemui di daerah Gion di Kyoto.
Sumo Wrestler bisa ditemui di daerah Ryugoku (Tokyo). Biasanya ada kompetisi sumo setahun 6 kali, kebanyakan di Tokyo.

Ninja Sebenarnya bukan ninja yg asli, tapi anda bisa mengunjungi sekolah ninja di Iga Ueno. Intermezzo aja, di Jepang ada dua klan ninja yg terkenal, Iga Klan dan Koga Klan. Iga Klan ini berdomisili di kota Iga Ueno.

Kaisar and Imperial Family - Kalau anda ingin masuk ke Imperial Palace di Tokyo, dan melihat langsung kaisar, silahkan datang tanggal 26 Desember (Ultah Kaisar Akihito) atau tanggal 2 Januari (sehari setelah tahun baru). Pada saat ini imperial palace dibuka untuk umum dan anda bisa masuk dan melihat Japan Imperial Family melambai2 dari balkon istana (yg dilapisi kaca anti-peluru).

Yakuza jarang dilihat dalam kondisi biasa, tapi mereka umumnya akan tidak malu2 muncul pada saat Sanja Matsuri di Tokyo. Pada saat ini anda bisa melihat Yakuza yg hanya menggunakan celana dalam sedang menari di atas kuil berjalan dengan badan yg dipenuhi tato.

Harajuku Girls bisa dilihat di depan Meiji-jinggu Shrine, tidak jauh dari Harajuku Station, dan anda bisa melihat cewek-cewek Harajuku dengan dandanan mereka yg aneh2.

Akihabara Boys gamer-gamer yg berkumpul di akihabara, lebih mendekati geeks. Kadang2 ada yg menggunakan seragam sailor (bayangin cowok pake seragam SMU cewek???)

Cozplay Actor/Actress Tokyo Big Sight umumnya menjadi tempat berkumpul para manga dan anime mania yg berpakaian seperti tokoh2 dalam manga pada hari-hari tertentu.

What you shouldnt miss?
Tourist Information umumnya terletak di dekat stasiun utama, penting untuk mengambil brosur2 tentang objek wisata di kota tersebut
Onsen (Japanese hot spring) untuk merasakan budaya mandi komunal Jepang.
Tea Ceremony
Climbing Mt. Fuji
Fujikyuu Highland untuk yg ingin merasakan pengalaman naik roller coaster tertinggi di dunia (Fujiyama)
Hanami at Ueno Park Sakura viewing di tempat paling popular di tokyo u/ sakura blossoms view
Hanabi at Asakusa melihat fireworks di tepi sungai di daerah asakusa.
Disney Land untuk yg bawa anak-anak
Disney Sea buat orang yg lebih dewasa
Osaka Universal Studio
Lavender at Furano and Biei Hills untuk anda yg menyukai alam dan bunga.
New Year visit to shrine/temple membaur bersama orang Jepang, ke kuil pada saat malam pergantian tahun, antriannya sumpah panjang banget.
Eat sushi at Tsukiji Fish Market Tsukiji Fish market merupakan pasar ikan terbesar di Jepang (dan juga dunia).
Eat ramen at Ramen Yokocho in Sapporo
Buy Shiroi Koibito in Sapporo semacam oleh-oleh khas dari Sapporo (coklat)

Which way to go?
Dari Tokyo, sebenarnya ada dua pilihan, ke arah barat, atau ke arah utara.

Utara, anda bisa ke daerah Tohoku (Aomori, Hirosaki, Sendai, Matsushima, dll) lalu dilanjutkan ke Hokkaido (Sapporo, Otaru, Hakodate, Biei, Furano,etc)

Barat anda bisa ke daerah Chubu (Nagoya dst), dilanjutkan ke Kansai (Kyoto, Osaka, Nara, Kobe, Himeji), dilanjutkan ke daerah Chugoku (Hiroshima dan Miyajima), lalu bablas ke Kyushu (Fukuoka, Nagasaki, Kunamoto, Beppu). Buat first-timer, lebih baik ke daerah barat, karena lebih banyak tempat yg bisa dikunjungi.

Jepang dibagi menjadi beberapa daerah, antara lain (dari Utara ke Selatan), Hokkaido, Tohoku, Kanto (Tokyo dan daerah sekitarnya), Chubu, Kansai, Shikoku, Chugoku, Kyushu, dan Ryukyus.

How to get around?
Gunakan kereta api. Jepang merupakan Negara dengan system kereta apai yg terbaik di
dunia. Kereta di Jepang sangat tepat waktu. Jika mobilitas anda di Jepang tinggi (dan visa anda visa turis), lebih baik dipikirkan untuk membeli JR Pass (Japan Railways Pass). JR Pass merupakah pilihan yg sangat hemat, dibandingkan anda membeli satuan (satu hal lagi, hanya beli JR Pass jika anda akan mengunjungi tidak hanya satu kota).

Tips naik kereta, Tip pertama jika anda tidak tahu harus membayar berapa ke tempat tujuan anda, pada ticket machine, pilih saja harga tiket terendah. Nanti saat tiba di stasiun tujuan, pergi ke fare adjustment machine, dan bayar selisih harga tiket tersebut. Kalau tidak mau (atau tidak mengerti cara) menggunakan fare adjustment machine, keluar melalui manned gate, dan tanya, berapa selisih yg harus dibayarkan. Beberapa stasiun hanya mempunyai rute yg ditulis dengan kanji (tanpa romaji), sehingga menyulitkan turis yg tidak paham bahasa Jepang.

Tips kedua Hati-hati dengan woman only car. Di Jepang ada gerbong khusus wanita untuk jam-jam tertentu (biasanya jam rush hour). Nah, para pria dilarang keras berada di gerbong ini.

Night Train merupakan pilihan buat anda yg benar2 ingin menghemat waktu perjalanan dan juga uang anda (kalau dikombinasikan dengan seishun 18 kippu). Night train ini biasanya ada dua jenis, rapid dan express. Moonlight Nagara merupakan night train paling terkenal di Jepang, karena melayani rute Tokyo Ogaki (kota kecil setelah Nagoya dan sebelum Kyoto), dan biasa digunakan oleh orang2 yg mau ke daerah Kansai dengan biaya murah. Selain itu ada juga Moonlight Kyushu yg mempunyai rute Osaka Hakata (Fukuoka), Moonlight Echigo (Tokyo Niigata).

Seishun 18 (juuhachi) kippu merupakan tiket yg dijual hanya pada saat liburan anak sekolah. Setahun hanya ada tiga periode penjualan tiket ini, pada saat winter holiday, spring holiday, dan summer holiday. Harganya 11500 yen untuk 5 unconsecutive day (jadi seharinya 2300 yen) untuk semua kereta local dan rapid Japan Railways di seluruh Jepang. Pada tiket ini ada 5 kotak yg belum dicap oleh petugas. Cara penggunaannya, kita masuk ke peron tidak melalui automatic gate, tetapi ke manned gate. Lalu memperlihatkan tiket tersebut kepada penjaga, lalu dia akan mencap tiket tsb, dan seharian kita bebas menggunakan tiket itu kemana saja di seluruh Jepang dengan kereta local dan rapid yg dimiliki oleh Japan Railways.

Tidak disarankan untuk first-timer ke Jepang menggunakan seishun 18 kippu, lebih baik anda menggunakan JR Pass. Tapi jika anda saat ini belajar di Jepang, dan tidak boleh membeli JR Pass (JR Pass hanya bisa dibeli oleh orang yg mempunyai jenis visa turis, bukan college student), seishun 18 kippu merupakan pilihan utama untuk jalan-jalan.

One day subway ticket. Ada dua harga, 700 yen dan 1000 yen untuk Tokyo. Dengan one day ticket ini, anda bisa menggunakan subway seharian penuh untuk beberapa line (700 yen) dan semua line (1000 yen).

One day bus ticket akan sangat berguna ketika anda mengunjungi Kyoto. Harga tiket bus di Kyoto flat, artinya jauh dekat harganya sama 220 yen. Tetapi jika anda membeli one day bus ticket seharga 500 yen, anda bisa menaiki bus2 suka2 anda. Break even pas sudah tiga kali naik.

Night Bus merupakan pilihan yg hemat juga. Harganya (umumnya) lebih murah jika dibandingkan dengan harga tiket kereta untuk rute yg sama.

Taxi di Jepang mahal, jangan gunakan kalau tidak kepepet sama sekali.

Be prepared before go to Japan
Electricity di Jepang menggunakan 110 volt dan colokannya berbentuk pipih dan sejajar. Colokan Indonesia itu dua yg bentuknya silinder. Lebih baik membeli “device” biar nggak repot selama di jepang. Ada jg dijual di toko elektronik seperti Yodobashi, Sakuraya, atau Big Camera, tp harganya sekitar 500 yen.

Website
www.japan-guide.com segala hal tentang jepang ada disini
www.hyperdia.com rute kereta, pesawat terbang, etc
Japan Youth Hostel -penginapan murah

All about Japan
Makanan

Kalau anda mau menghemat makanan, sering-seringlah ke McDonald (yg mempunyai fungsi lain sebagai tempat mencharge batere HP atau kamera anda kalau sudah habis), karena disini makanan paling murah (Beefburger 80 yen). Tapi kalau mau makan nasi, ada beberapa pilihan makanan yg murah. Pertama makan di Yoshinoya, Matsuya, atau Genkiya. Ini ada dimana-mana. Sekali makan berkisar 300 -600 yen.

Untuk yg muslim ingat2 bahwa babi bahasa jepangnya Buta, sedangkan buat yg Hindu, ingatlah bahwa sapi bahasa jepangnya Gyuu, pastikan anda mengetahui kanji untuk kedua hewan ini.

Harga

Jepang terkenal dengan mahal. Memang kadang-kadang kita geleng-geleng kepala kalau melihat harga barang di Jepang. Tips untuk mensiasatinya adalah dengan mengetahui kapan harga akan murah (terutama untuk yg berbelanja di supermarket). Tips kedua, adalah beli barang di 100 yen shop (hyaku en shop).

Harga konsumsi :

Paket McD 500 yen
Beef Burger 80 yen
Cheese Burger 100 yen
Bento 300 600 yen
Indomie di toko Indonesia 100 yen
Coca Cola @ vending machine 120 yen
Durian 2500 yen
Pisang 4 biji 120 yen
Youth Hostel 2000 - 5000 yen
Admission Fee Kuil 500 - 1000 yen
Disneyland 5500 yen
Disney Sea 5500 yen

Samurai

Samurai (侍 atau 士?) adalah istilah untuk perwira militer kelas elit sebelum zaman industrialisasi di Jepang. Kata "samurai" berasal dari kata kerja "samorau" asal bahasa Jepang kuno, berubah menjadi "saburau" yang berarti "melayani", dan akhirnya menjadi "samurai" yang bekerja sebagai pelayan bagi sang majikan.



Istilah yang lebih tepat adalah bushi (武士) (harafiah: "orang bersenjata") yang digunakan semasa zaman Edo. Bagaimanapun, istilah samurai digunakan untuk prajurit elit dari kalangan bangsawan, dan bukan contohnya, ashigaru atau tentara berjalan kaki. Samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan (daimyo) disebut ronin (harafiah: "orang ombak"). Samurai yang bertugas di wilayah han disebut hanshi.
Samurai dianggap mesti bersopan dan terpelajar, dan semasa Keshogunan Tokugawa berangsur-angsur kehilangan fungsi ketentaraan mereka. Pada akhir era Tokugawa, samurai secara umumnya adalah kakitangan umum bagi daimyo, dengan pedang mereka hanya untuk tujuan istiadat. Dengan reformasi Meiji pada akhir abad ke-19, samurai dihapuskan sebagai kelas berbeda dan digantikan dengan tentara nasional menyerupai negara Barat. Bagaimanapun juga, sifat samurai yang ketat yang dikenal sebagai bushido masih tetap ada dalam masyarakat Jepang masa kini, sebagaimana aspek cara hidup mereka yang lain.
Etimologi
Perkataan samurai berasal pada sebelum zaman Heian di Jepang di mana bila seseorang disebut sebagai saburai, itu berarti dia adalah seorang suruhan atau pengikut. Hanya pada awal zaman modern, khususnya pada era Azuchi-Momoyama dan awal periode/era Edo pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 perkataan saburai bertukar diganti dengan perkataan samurai. Bagaimanapun, pada masa itu, artinya telah lama berubah.
Pada era pemerintahan samurai, istilah awal yumitori (“pemanah”) juga digunakan sebagai gelar kehormat bagi sejumlah kecil panglima perang, walaupun pemain pedang telah menjadi lebih penting. Pemanah Jepang (kyujutsu), masih berkaitan erat dengan dewa perang Hachiman.
Berikut adalah beberapa istilah lain samurai.
• Buke (武家) – Ahli bela diri
• Kabukimono - Perkataan dari kabuku atau condong, ia merujuk kepada gaya samurai berwarna-warni.
• Mononofu (もののふ) - Istilah silam yang berarti panglima.
• Musha (武者) - Bentuk ringkasan Bugeisha (武芸者), harafiah. pakar bela diri.
• Si (士) - Huruf kanji pengganti samurai.
• Tsuwamono (兵) - Istilah silam bagi tentara yang ditonjolkan oleh Matsuo Basho dalam haiku terkemukanya. Arti harafiahnya adalah orang kuat.
Senjata
Samurai mengunakan beberapa macam jenis senjata, tetapi katana adalah senjata yang identik dengan keberadaan mereka, Dalam Bushido diajarkan bahwa katana adalah roh dari samurai dan kadang-kadang digambarkan bahwa seorang samurai sangat tergantung pada katana dalam pertempuran. Mereka percaya bahwa katana sangat penting dalam memberi kehormatan dan bagian dalam kehidupan. Sebutan untuk katana tidak dikenal sampai massa Kamakura (1185–1333), sebelum masa itu pedang Jepang lebih dikenal sebagai tachi dan uchigatana, Dan katana sendiri bukan menjadi senjata utama sampai massa Edo.
Apabila seorang anak mancapai usia tiga belas tahun, ada upacara yang dikenali sebagai Genpuku. Anak laki-laki yang menjalani genpuku mendapat sebuah wakizashi dan nama dewasa untuk menjadi samurai secara resmi. Ini dapat diartikan dia diberi hak untuk mengenal katana walaupun biasanya diikat dengan benang untuk menghindari katana terhunus dengan tidak sengaja. Pasangan katana dan wakizashi dikenali sebagai Daisho, yang berarti besar dan kecil.
Senjata samurai yang lain adalah yumi atau busar komposit dan dipakai selama beberapa abad sampai masa masuknyah senapan pada abad ke-16. Busur komposit model Jepang adalah senjata yang bagus. Bentuknya memungkinkan untuk digunakan berbagai jenis anak panah, seperti panah berapi dan panah isyarat yang dapat menjangkau sasaran pada jarak lebih dari 100 meter, bahkan bisa lebih dari 200 meter bila ketepatan tidak lagi diperhitungkan, Senjata ini biasanya digunakan dengan cara berdiri dibelakang Tedate (手盾) yaitu perisai kayu yang besar, tetapi bisa juga digunakan dengan menunggang kuda. Latihan memanah di belakang kuda menjadi adat istiadat Shinto, Yabusame (流鏑馬). Dalam pertempuran melawan penjajah Mongol, busur komposit menjadi senjata penentu kemenangan, Pasukan Mongol dan Cina pada waktu itu memakai {busur komposit]] dengan ukuran yang lebih kecil, apalagi dengan keterbatasannya dalam pemakaian pasukan berkuda.

Restorasi Meiji II

Restorasi Meiji II: Menunda Matahari Terbenam (di Barat)
Pada 8 Juli 1853, Komodor Matthew Perry dari Angkatan Laut Amerika Serikat mencapai Edo (kemudian bernama Tokyo). Ada 4 kapal perang besar AS—orang Jepang menyebutnya Kapal-kapal Hitam—yang bersauh di pelabuhan Edo.


Kesemuanya dilengkapi dengan persenjataan lengkap, termasuk meriam-meriam besar yang moncongnya mengarah ke Kekaisaran Jepang.
Kaisar Meiji, yang kala itu memerintah, tidak bisa berbuat apa-apa melihat unjuk kekuatan dari Amerika. Meiji lantas melakukan langkah revolusioner pada zaman itu: membuka hubungan dagang dengan Amerika, yang diperkuat dengan Konvensi Kanagawa (31 Maret 1854).
Rentetan peristiwa yang dirangkum dalam frase “Restorasi Meiji” ini menjadi momentum yang mengubah wajah Jepang secara keseluruhan. Tidak hanya hubungan dagang yang terbuka, melainkan juga terbinanya kerjasama politik dengan negara asing. Jepang benar-benar membuka diri terhadap dunia makro. Jepang mengadopsi sistem pendidikan, menerapkan metode militer modern ala Barat, dan, yang paling spektakuler, mengubah sistem politiknya.
Pada 11 Februari 1889, Meiji menggelontorkan apa yang kemudian disebut Konstitusi Meiji (atau Konstitusi Jepang)—praktiknya sendiri baru dimulai pada 29 November 1890. Hingga tahun 1947, undang-undang ini diberlakukan sebagai landasan bagi sebuah monarki konstitusional berdasarkan model Prusia, di mana Kaisar Jepang adalah penguasa aktif dan mempunyai kekuasaan politik yang besar, namun membagi hal ini dengan anggota parlemen yang dilantik. Setelah itu, seiring kekalahan Jepang di penghujung Perang Dunia II, Konstitusi Meiji diperbaharui untuk mentransformasi sistem kekaisaran dengan sejenis demokrasi liberal ala Barat.
Karena Restorasi Meiji tersebut, Jepang akhirnya menjadi kekuatan politik dan ekonomi yang sangat besar sebagaimana kita lihat sekarang.
Sayang sekali, nyaris saja Negeri Matahari Terbit itu terbenam hanya gara-gara miskin keturunan laki-laki. Tercatat, sejak kelahiran Akishino pada 1965, negara dengan luas wilayah 377.835 km² ini nir keturunan laki-laki. Semua cucu Akihito berjenis kelamin perempuan.
Sebelum kelahiran pangeran baru, Hisahito, pada 6 September kemarin, Kekaisaran Jepang sempat gonjang-ganjing dengan merebaknya tuntutan publik untuk membolehkan anak perempuan menjadi pewaris tahta. Perdebatan antara yang pro dan kontra pun terjadi dengan sangat ngotot. Tidak hanya kalangan dalam istana yang terlibat, masyarakat luas pun bersikap sebagai pembela dari setiap kubu. Satu pihak bersikukuh “mempertahankan” tradisi lama, sedangkan satu pihak lagi bersikeras “melanjutkan” tradisi lama, apa pun caranya.
Ini seperti perdebatan antara mana yang lebih penting: menetapi masa lalu atau menyiasati masa depan. Sampai di sini, Koizumi merasa harus bertindak. Ia memilih untuk menyelamatkan keberlangsungan kekaisaran Jepang ke depan. Pada Januari 2005, Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi menunjuk 10 orang ahli dari beberapa golongan untuk bertindak sebagai tim khusus demi membuat konstitusi tentang kemungkinan penerus tahta kerajaan adalah perempuan. Langkah ini diambil Koizumi, sekali lagi, untuk mengantisipasi kemungkinan tiadanya keturunan laki-laki dalam keluarga Kaisar.
Satu bayi laki-laki ini, dengan demikian, menunda langkah Koizumi. Namun, tampaknya tidak cukup untuk menghentikan rencananya. Hasil jejak pendapat yang dilakukan oleh media NHK setelah kelahiran ahli waris mahkota Bunga Krisan, menunjukkan perlunya perubahan konstitusi (56 persen) sehingga wanita dan anak-anaknya bisa naik tahta. Ini adalah representasi mayoritas suara publik Jepang, mengingat hanya 33 persen saja yang mencoba mempertahankan tradisi kuno kekaisaran. Landasannya: selain upaya menyelamatkan kekaisaran tertua di dunia, tentulah massifnya anggapan bahwa pada zaman sekarang perempuan didudukkan setara dengan laki-laki.
Kita melihat jejak feminisme di sini.
Feminisme sendiri merupakan sebuah aliran pemikiran dan gerakan yang muncul di Eropa pada waktu yang nyaris bersamaan dengan Restorasi Meiji. Pada abad Pencerahan, perempuan-perempuan Eropa seperti Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condorcet sudah mulai mengumumkan terpojoknya perempuan di segala situasi. Baru ketika abad 19 di depan mata, feminisme lahir menjadi gerakan yang cukup mendapatkan perhatian dari para perempuan kulit putih di Eropa.
Sejak istilah ini dicetuskan pertama kali oleh seorang aktivis sosialis-utopis, Charles Fourier pada tahun 1837, feminisme mulai mendapat tempat dalam sejarah pemikiran Eropa. Buku yang ditulis John Stuart Mill, The Subjection of Women (1869) seperti menjadi genderang kelahiran feminisme Gelombang Pertama. Gerakan pada masa inilah yang mula-mula menuntut pengurangan atau penghapusan pemasungan kebebasan terhadap perempuan. Eropa menggeliat untuk menaikkan derajat perempuan.
Kita kemudian melihat hubungan samar-samar antara rencana Koizumi dengan Restorasi Meiji dan Feminisme.
Ada koinsidensi menarik yang menyimpul ketiga entitas sejarah (di Jepang dan dunia) tersebut. Kita bisa saja menduga bahwa Koizumi berniat mengulangi langkah taktis-politis yang dilakukan Kaisar Meiji pada abad 19. Kali ini, Koizumi mengusung feminisme, memasukkan pemikiran itu ke dalam tembok istana yang sedemikian maskulin secara historis. Kita boleh pula mengira bahwa Koizumi cuma bermaksud menunda terbenamnya Kekaisaran Matahari Terbit, dan tidak aneh-aneh.
Semua bisa benar. Sebenar ketika meramalkan bahwa keberhasilan Restorasi Meiji membuat orang tergiur untuk melakukannya lagi. Yang pasti: matahari terbit di timur, terbenam di barat.

Restorasi Meiji

Sejarah Jepang
(Periode historis)
• Paleolitik Jepang
• Jōmon
• Yayoi
• Zaman Yamato
o Kofun
o Asuka
• Nara
• Heian
• Kamakura
o Restorasi Kemmu
• Muromachi
o Istana Utara dan Selatan
o Sengoku
• Azuchi-Momoyama
• Edo
o Akhir Keshogunan Tokugawa
• Meiji
o Restorasi Meiji
• Taishō
o Jepang dalam PD-I
• Shōwa
o Ekspansionisme Jepang
o Pendudukan sekutu
o Jepang pasca pendudukan
• Heisei

• Sejarah ekonomi
• Sejarah pendidikan
• Sejarah militer
• Angkatan laut




Restorasi Meiji (明治維新 Meiji-ishin?), dikenal juga dengan sebutan Meiji Ishin, Revolusi, atau Pembaruan, adalah rangkaian kejadian yang menyebabkan perubahan pada struktur politik dan sosial Jepang. Restorasi Meiji terjadi pada tahun 1866 sampai 1869, tiga tahun yang mencakup akhir Zaman Edo dan awal Zaman Meiji. Restorasi ini merupakan akibat langsung dari dibukanya Jepang kepada kedatangan kapal dari dunia Barat yang dipimpin oleh perwira angkatan laut asal AS, Matthew Perry.
Pembentukkan Aliansi Sat-cho, yaitu antara Saigo Takamori, pemimpin Satsuma, dengan Kido Takayoshi, pemimpin Choshu, adalah titik awal dari Restorasi Meiji. Aliansi ini dicetuskan oleh Sakamoto Ryoma, dengan tujuan melawan Keshogunan Tokugawa dan mengembalikan kekuasaan kepada Kaisar.
Keshogunan Tokugawa resmi berakhir pada tanggal 9 November 1867, ketika Shogun Tokugawa ke-15, Tokugawa Yoshinobu "memberikan kekuasaannya ke Kaisar" dan 10 hari kemudian mundur dari jabatannya. Titik ini adalah awal "Restorasi" kekuasaan imperial. Walau begitu, Yoshinobu masih tetap memiliki kekuasaan yang signifikan.
Kemudian pada January 1868, dimulailah Perang Boshin (Perang Tahun Naga), yang diawali Pertempuran Toba Fushimi, dimana tentara yang dipimpin Choshu dan Satsuma mengalahkan tentara mantan shogun, dan membuat Kaisar mencopot seluruh kekuasaan yang dimiliki Yoshinobu. Sejumlah anggota keshogunan melarikan diri ke Hokkaido dan mencoba membuat negara baru, Republik Ezo, tapi usaha ini digagalkan pada penyerbuan Hakodate, Hokkaido. Kekalahan tentara mantan shogun adalah akhir dari Restorasi Meiji; dimana semua musuh kaisar berhasil dihancurkan.

Pertempuran Sekigahara

(関ヶ原の戦い sekigahara no tatakai?) adalah pertempuran yang terjadi tanggal 15 September 1600 menurut kalender lunar (21 Oktober 1600 menurut kalender Gregorian) di Sekigahara, distrik Fuwa, Provinsi Mino, Jepang.
Pertempuran melibatkan pihak yang dipimpin Tokugawa Ieyasu melawan pihak Ishida Mitsunari sehubungan perebutan kekuasaan sesudah wafatnya Toyotomi Hideyoshi. Pertempuran dimenangkan oleh pihak Tokugawa Ieyasu yang memuluskan jalan menuju terbentuknya Keshogunan Tokugawa.



Dendam akibat Pertempuran Sekigahara berperan dalam melahirkan gerakan menggulingkan pemerintahan Keshogunan Edo di abad ke-19 yang dimulai dari wilayah han Satsuma dan Chōshū.
Pihak yang bertikai dalam pertempuran ini terbagi menjadi kubu Tokugawa (Pasukan utara) dan kubu pendukung klan Toyotomi (Pasukan Barat). Klan Toyotomi sendiri tidak memihak salah satu pihak yang bertikai dan tidak ambil bagian dalam pertempuran.
Setelah pertempuran selesai, kekuasaan militer cenderung berhasil dikuasai pihak Tokugawa sehingga Pertempuran Sekigahara juga terkenal dengan sebutan Tenka wakeme no tatakai (天下分け目の戦い? pertempuran yang menentukan pemimpin Jepang).
Pada saat terjadinya pertempuran belum digunakan istilah Pasukan Barat dan Pasukan Timur. Kedua istilah tersebut baru digunakan para sejarawan di kemudian hari untuk menyebut kedua belah pihak yang bertikai.
Latar belakang
Perselisihan di dalam pemerintahan Toyotomi
Pemerintah Toyotomi yang berhasil menjadi pemersatu Jepang menyangkal keberadaan pertentangan tajam antara faksi bersenjata bentukan pemerintah dan pihak birokrat yang terdiri dari pejabat tinggi pengatur kegiatan beragama, ekonomi dan pemerintahan. Faksi bersenjata terdiri dari komandan militer pro klan Toyotomi yang pernah diturunkan di garis depan perang penaklukan Joseon. Bentrokan langsung antar faksi bersenjata dan pihak birokrat dapat dicegah oleh Toyotomi Hideyoshi dan adik kandungnya yang bernama Toyotomi Hidenaga.
Pertentangan menjadi semakin panas setelah pasukan ditarik mundur dari Joseon dan wafatnya Toyotomi Hidenaga di tahun 1591. Di akhir hayatnya, Toyotomi Hideyoshi mengambil sumpah setia para pengikut loyal yang terdiri dari dewan lima menteri dan lima orang pelaksana administrasi untuk membantu pemerintahan yang dipimpin Toyotomi Hideyori. Pertentangan di kalangan militer pengikut Hideyoshi mencuat ke permukaan sejak wafatnya Toyotomi Hideyoshi pada bulan Agustus 1598 di Istana Fushimi.
Tokugawa Ieyasu merupakan salah satu anggota dari dewan lima menteri yang menjadi tokoh yang sangat berpengaruh. Ieyasu mengatur pembagian wilayah untuk para daimyo berikut nilai kokudaka untuk setiap wilayah. Ieyasu juga menghapus pelarangan ikatan perkawinan di antara keluarga para daimyo yang berlaku di zaman pemerintahan Hideyoshi. Maeda Toshiie yang bertentangan dengan Tokugawa Ieyasu juga diharuskan menandatangani perjanjian non-agresi dengan Ieyasu.
Setelah Maeda Toshiie wafat di bulan Maret tahun berikutnya (1599), bentrokan bersenjata terjadi antara faksi birokrat pimpinan Ishida Mitsunari dan faksi bersenjata pimpinan kelompok Katō Kiyomasa, Fukushima Masanori dan 7 komandan militer. Ishida Mitsunari kabur bersembunyi ke rumah kediaman Ieyasu dan dituduh Ieyasu bertanggung jawab atas terjadinya bentrokan. Ishida Mitsunari lalu dipecat sebagai anggota pelaksana pemerintahan dan dikenakan tahanan rumah di Istana Sawayama.
Ada pendapat yang meragukan cerita Ishida Mitsunari yang kabur bersembunyi di rumah kediaman Ieyasu, karena peristiwa ini tidak didukung bukti sejarah yang kuat.
Kekuatan penentang Tokugawa Ieyasu tamat dengan habisnya karir politik Ishida Mitsunari dan kepulangan para anggota dewan lima menteri ke daerah masing-masing. Tokugawa Ieyasu yang tidak lagi mempunyai lawan politik memimpin pasukan dari Istana Fushimi untuk berangkat ke Osaka dan memimpin pemerintahan dari Istana Osaka.
Tokugawa Ieyasu kemudian berusaha merebut kekuasaan pemerintah dengan cara memanfaatkan pertentangan antara faksi militer dan faksi birokrat di dalam pemerintahan Toyotomi yang semakin melemah.
Pemicu peperangan
Akibat terungkapnya rencana pembunuhan Tokugawa Ieyasu yang didalangi Maeda Toshinaga (putra pewaris Maeda Toshiie), anggota dewan lima pelaksana pemerintahan yang terdiri dari Asano Nagamasa, Ōno Harunaga dan Hijikata Katsuhisa ikut menjadi tersangka sehingga dipecat dan dikenakan tahanan rumah. Pasukan Toyotomi yang dibawah perintah Ieyasu berusaha menangkap Maeda Toshinaga yang dituduh sebagai dalang pemberontakan. Atas tuduhan pemberontakan ini, Maeda Toshinaga menunjukkan bahwa dirinya merupakan pengikut pemerintah Toyotomi yang setia dengan memberikan ibu kandungnya Hōshun-in (Matsu) kepada Ieyasu untuk disandera.
Memasuki tahun 1600, Tokugawa Ieyasu menggunakan kesempatan kaburnya Fujita Nobuyoshi (mantan pengikut klan Uesugi) untuk mengkritik Uesugi Kagekatsu penguasa Aizu yang dituduh telah memperkuat diri secara militer. Ieyasu juga memperingatkan kemungkinan Uesugi Kagekatsu bertujuan menyerang Kyoto sekaligus meminta Kagekatsu untuk datang ke Kyoto untuk menjelaskan duduk persoalan.
Penasehat Kagekatsu yang bernama Naoe Kanetsugu menolak tuduhan Ieyasu, tapi pasukan pemerintah Toyotomi mulai menyerang posisi Kagekatsu. Tokugawa Ieyasu yang ditunjuk sebagai panglima gabungan memimpin pasukan para daimyo yang loyal terhadap Toyotomi untuk menuju ke wilayah kekuasaan Uesugi di Aizu.
Sepeninggal Ieyasu yang berangkat ke Aizu, Ishida Mitsunari yang selesai dikenakan tahanan rumah kembali berkelompok dengan Ōtani Yoshitsugu, anggota dewan pelaksana administrasi Mashida Nagamori dan Ankokuji Ekei. Kelompok Mitsunari mendapat dukungan militer dari pasukan Mōri Terumoto yang bersama-sama membentuk Pasukan Barat. Kelompok Mitsunari berencana untuk menyandera istri dan anak-anak para daimyo pengikut Ieyasu sebelum mengangkat senjata melawan pasukan Ieyasu.
Ieyasu menyadari pergerakan militer Mitsunari sewaktu berada di Oyama (provinsi Shimotsuke) berdasarkan laporan pengikutnya yang bernama Torii Mototada yang tinggal di Istana Fushimi. Ieyasu yang sedang dalam perjalanan untuk menaklukkan Uesugi Kagekatsu di Aizu segera membatalkan rencana menyerang Kagekatsu. Ieyasu lalu mengadakan pertemuan dengan para daimyo pengikutnya mengenai strategi menghadapi Ishida Mitsunari. Pertemuan ini dikenal sebagai Perundingan Oyama. Daimyo seperti Sanada Masayuki dan Tamaru Tadamasa melepaskan diri dari pasukan Ieyasu, tapi sebagian besar daimyo ternyata memutuskan untuk terus mendukung Ieyasu. Pasukan Ieyasu kemudian menuju ke arah barat untuk kembali ke Kyoto.
Penjelasan lain mengatakan penaklukkan Uesugi Kagekatsu semata-mata digunakan Tokugawa Ieyasu sebagai alasan untuk dapat bentrok dengan pasukan Mitsunari. Daerah Kinai sengaja dibiarkan tidak terjaga untuk mengundang pergerakan pasukan Mitsunari. Istana Fushimi sengaja ditinggalkan pasukan Ieyasu dan hanya dijaga pasukan Torii Mototada untuk memancing penyerangan dari pasukan Mitsunari.
Pihak yang saling berhadapan dalam Pertempuran Sekigahara tidak bisa dengan mudah dibagi dua menjadi Pasukan Timur yang terdiri dari pasukan Tokugawa dan Pasukan Barat adalah pasukan Toyotomi. Ada pendapat yang mengatakan Pasukan Timur justru terdiri dari pasukan reguler di bawah pemerintah Toyotomi, sedangkan Pasukan Barat justru merupakan pasukan pemberontak. Keberadaan Pasukan Barat hampir-hampir tidak diketahui oleh tokoh-tokoh penting dalam pemerintahan Hideyori. Beberapa pejabat tinggi yang tidak setuju dengan pergerakan Pasukan Barat juga mengambil sikap pura-pura tidak tahu.
Sebelum Sekigahara
Bentrokan bersenjata
Pada tanggal 2 Juli 1600, Ishida Mitsunari membujuk Ōtani Yoshitsugu yang bermaksud untuk bergabung dengan pasukan Ieyasu agar justru bergabung dengan kelompok Mitsunari untuk menggulingkan pemerintahan Ieyasu.
Pada hari berikutnya (12 Juli), Ishida Mitsunari, Mashita Nagamori dan Ankokuji Ekei mengadakan pertemuan rahasia di Istana Sawayama. Dalam pertemuan antara lain disepakati permohonan untuk menunjuk Mōri Terumoto sebagai panglima tertinggi Pasukan Barat. Pada hari yang sama, Ishida Mitsunari dan kelompoknya menyiapkan pos-pos pemeriksaan di dekat sungai Aichi untuk menghentikan pasukan yang bermaksud bergabung dengan Pasukan Timur. Gerakan pasukan Chōsokabe Morichika dan Nabeshima Katsushige menjadi terhenti sehingga akhirnya tidak jadi bergabung dengan Pasukan Timur.
Pada tanggal 17 Juli, Mitsunari menyatakan perang terhadap Ieyasu dengan mengepung Istana Fushimi yang dijaga pengikut Ieyasu bernama Torii Mototada. Mitsunari mengeluarkan peringatan kepada Mototada agar menyerah. Mototada menolak pemintaan Mitsunari sehingga mulai diserang pada tanggal 19 Juli. Istana Fushimi digempur oleh pasukan Ukita Hideie dan Shimazu Yoshihiro. Pasukan yang dipimpin Mototada bertempur dengan sengit sebelum menyerah pada tanggal 1 Agustus.
Selanjutnya, basis-basis kekuatan militer Tokugawa seperti Istana Tanabe di provinsi Tango, Istana Anotsu dan Istana Matsusaka di provinsi Ise, secara berturut-turut semuanya berhasil direbut pasukan Mitsunari di bulan Agustus 1600. Mitsunari yang berniat menyerang provinsi Mino memindahkan markas pasukannya dari Istana Sawayama ke Istana Ōgaki pada tanggal 10 Agustus.
Sementara itu, Pasukan Timur terus maju ke arah barat melalui jalur Tōkaido tanpa dipimpin Tokugawa Ieyasu yang sedang berada di Edo. Fukushima Masanori dan Ikeda Terumasa yang berada di garis depan pimpinan Pasukan Timur berhasil menaklukkan Istana Gifu yang dikuasai Oda Hidenobu (Sanbōshi) pada tanggal 23 Agustus. Ieyasu sedang berada di Edo mengirimkan surat kepada para daimyo. Ieyasu memanfaatkan Tōdō Takatora dan Kuroda Nagamasa untuk membujuk daimyo yang setia pada Toyotomi agar tidak bergabung dengan Pasukan Barat. Setelah mengetahui jatuhnya Istana Gifu, Ieyasu dengan segan memimpin sekitar 30.000 prajurit melalui jalur Tōkaido menuju Osaka.
Putra ketiga Ieyasu yang bernama Tokugawa Hidetada diserahi tugas memimpin pasukan utama Tokugawa yang terdiri dari 38.000 prajurit. Hidetada sedang membawa pasukan melewati jalur Nakasendō berusaha menaklukkan Istana Ueda yang dipertahankan oleh Sanada Masayuki tapi gagal. Pasukan Hidetada yang mendapat perlawanan dari pasukan Masayuki terlambat sampai ke Pertempuran Sekigahara. Akibat datang terlambat di Sakigahara, Tokugawa Hidetada menerima hukuman dari Ieyasu. Hidetada harus menunggu tiga hari sebelum bisa menghadap Ieyasu.
Para bawahan Tokugawa Hidetada seperti daimyo wilayah han Ōgo bernama Makino Yasunari dihukum kurungan karena dituduh bertanggung jawab atas keterlambatan pasukan Tokugawa dan baru dilepas beberapa tahun kemudian.
Ada banyak kecurigaan sehubungan dengan keputusan Tokugawa Hidetada menggunakan pasukan inti Tokugawa untuk menyerang Sanada Masayuki. Daimyo kecil seperti Sanada Masayuki sebetulnya tidak perlu diserang apalagi penyerangan dilakukan persis sebelum terjadinya pertempuran besar. Walaupun tidak sedang dipimpin sendiri oleh Ieyasu, pasukan inti Tokugawa memerlukan waktu terlalu lama untuk menghadapi Sanada Masayuki yang hanya memiliki sedikit prajurit. Pendapat lain yang dapat dipercaya mengatakan Ieyasu menggunakan strategi tidak menurunkan pasukan inti dalam Pertempuran Sekigahara agar pasukan yang dimilikinya tetap utuh agar bisa digunakan di kemudian hari.
Pendapat lain juga mempertanyakan sebab pasukan Hidetada terlambat datang. Pada awalnya, Hidetada menerima perintah dari Ieyasu untuk menaklukkan Istana Ueda di provinsi Shinshu. Perintah menyerang Shinshu dibatalkan oleh Ieyasu setelah mendengar berita jatuhnya Istana Gifu. Tokugawa Ieyasu mengeluarkan perintah yang baru kepada Hidetada agar memimpin pasukan menuju provinsi Mino pada tanggal 29 Agustus tapi pada waktu itu sungai Tonegawa sedang banjir sehingga perjalanan kurir yang membawa pesan dari Ieyasu menjadi terhambat. Kurir dari Tokugawa Ieyasu baru sampai tanggal 9 September, sehingga keterlambatan Hidetada tidak dianggap sebagai kesalahan berat oleh Ieyasu.
Tokugawa Ieyasu juga baru bergabung lokasi berkumpulnya Pasukan Timur di Akasaka, Gunung Oka pada malam sebelum pertempuran (14 September 1600).
Pengikut Ishida Mitsunari yang bernama Shima Sakon mengusulkan agar sebagian pasukan Mitsunari mengambil posisi di sekitar tempat mengalirnya sungai Kuise di Akasaka untuk memancing Pasukan Timur dan menghabisinya. Peristiwa ini disebut Pertempuran Sungai Kuise.
Ishida Mitsunari dan pimpinan Pasukan Barat terpancing keluar menuju Sekigahara ketika sedang mempertahankan Istana Ōgaki akibat desas-desus yang disebarluaskan Ieyasu "Lupakan Istana Ōgaki, taklukkan Istana Sawayama, maju ke Osaka." Ada perbedaan pendapat tentang kebenaran Ieyasu perlu menyebar desas-desus untuk memancing keluar Ishida Mitsunari dan kelompoknya karena pertahanan Istana Ōgaki dikabarkan tidak terlalu kuat.
Pihak yang bertikai dalam Pertempuran Sekigahara
( S Mengirimkan pasukan ke Sekigahara, ×T Membelot dari Pasukan Barat ke Pasukan Timur)
Pasukan Timur Komandan militer Kokudaka
Pasukan Barat Komandan militer Kokudaka

Tokugawa Ieyasu
2.550.000 S Mōri Terumoto
1.205.000
Maeda Toshinaga
830.000 Uesugi Kagekatsu
1.200.000
Date Masamune
580.000 Ukita Hideie
570.000 S
Katō Kiyomasa
245.000 Shimazu Yoshihiro
560.000 S
Fukushima Masanori
200.000 S Kobayakawa Hideaki
357.000 ×T
Hosokawa Tadaoki
180.000 S Ishida Mitsunari
194.000 S
Asano Kichinaga
160.000 S Konishi Yukinaga
200.000 S
Ikeda Terumasa
152.000 S Mashita Nagamori
200.000
Koroda Nagamasa
180.000 S Ogawa Suketada
70.000 ×T
Katō Yoshiakira
100.000 S Ōtani Yoshitsugu
50.000 S
Tanaka Yoshimasa
100.000 S Wakisaka Yasuharu
33.000 ×T
Tōdō Takatora
80.000 S Ankokuji Ekei
60.000 S
Mogami Yoshiaki
240.000 Satake Yoshinobu
544.000
Yamauchi Kazutoyo
69.000 S Oda Hidenobu
135.000
Hachisuka Yoshishige
177.000 Chōsokabe Morichika
220.000 S
Honda Tadakatsu
100.000 S Kutsuki Mototsuna
10.000 ×T
Terazawa Hirotaka
80.000 S Akaza Naoyasu
20.000 ×T
Ikoma Kazumasa
150.000 S Kikkawa Hiroie
142.000 ×T
Ii Naomasa
120.000 S Natsuka Masaie
50.000
Matsudaira Tadayoshi
100.000 S Mōri Hidemoto
200.000 S
Tsutsui Sadatsugu
200.000 S Toda Katsushige
10.000 S
Formasi pasukan


Posisi pasukan pada pertempuran Sekigahara.
Pada tanggal 15 September 1600, kedua belah pihak Pasukan Barat dan Pasukan Timur saling berhadapan di Sekigahara. Menurut buku "Sejarah Jepang" yang disusun oleh markas besar Angkatan Darat Jepang, kubu Pasukan Timur tediri dari 74.000 prajurit dan kubu Pasukan Barat terdiri dari 82.000 prajurit. Di lembah sempit Sekigahara berkumpul pasukan dengan total lebih dari 150.000 prajurit.
Penasehat militer dari Jerman bernama Klemens Wilhelm Jacob Meckel yang didatangkan pemerintah Jepang zaman Meiji mengatakan Pertempuran Sekigahara pasti dimenangkan oleh Pasukan Barat setelah melihat peta formasi pasukan di Sekigahara. Pasukan Timur dalam keadaan terkepung dan kemenangan Pasukan Barat sudah di depan mata jika melihat posisi pasukan Mitsunari di gunung Sasao, pasukan Ukita Hideie di gunung Temma, pasukan Kobayakawa Hideaki di gunung Matsuo, dan garis pertahanan pasukan Mōri Hidemoto di gunung Nangū.
Sekigahara sejak pagi diselimuti kabut tebal. Kelompok pasukan yang ada di samping kiri dan samping kanan tidak bisa kelihatan. Fukushima Masanori yang ditunjuk Ieyasu sebagai pimpinan garis depan tidak bisa memutuskan saat tepat melakukan tembakan pertama untuk memulai pertempuran. Masanori tidak bisa melihat situasi karena tebalnya kabut.
Pertempuran dimulai
Kedua belah pihak saling diam berhadapan di tengah kabut tebal. Pada saat kabut menipis, Ii Naomasa dan pasukan kecil pimpinan Matsudaira Tadayoshi yang berada di samping pasukan Fukushima bermaksud lewat menerobos. Fukushima Masanori yang sudah dijanjikan Ieyasu untuk memimpin penyerangan Pasukan Timur di bagian paling depan menjadi terkejut. Masanori memanggil pasukan yang mencoba menerobos agar berhenti, tapi dijawab "Mau lihat situasi" sambil langsung maju ke depan. Pasukan kecil yang dipimpin Tadayoshi secara tiba-tiba menembak ke arah gugus pasukan Ukita Hideie yang merupakan kekuatan utama Pasukan Barat. Tembakan yang dilepaskan Matsudaira Tadayoshi menandai dimulainya Pertempuran Sekigahara.
Pasukan Ukita yang dijadikan sasaran juga langsung balas menembak. Sekigahara menjadi medan pertempuran sengit. Pasukan Fukushima yang terdiri dari 6.000 prajurit dan pasukan Ukita yang terdiri dari 17.000 prajurit saling desak dan saling bunuh tanpa bisa maju selangkah pun juga.
Pasukan Kuroda Nagamasa yang terdiri dari 5.400 prajurit dan pasukan Hosokawa Tadaoki yang terdiri dari 5.100 pasukan secara bersama-sama mengincar pasukan Ishida Mitsunari dan membuka serangan. Pasukan Shima Sakon dan Gamō Satoie yang berada di pihak Ishida Mitsunari juga bertarung dengan gagah berani, musuh yang menyerang pasti dipukul mundur. Ōta Gyūichi yang mengalami sendiri pertempuran sengit Sekigahara menulis sebagai berikut: "Kawan dan lawan saling dorong, suara teriakan ditengah letusan senapan dan tembakan panah, langit bergemuruh, tanah tempat berpijak berguncang-guncang, asap hitam membubung, siang bolong pun menjadi gelap seperti malam, tidak bisa membedakan kawan atau lawan, pelat pelindung leher (pada baju besi) menjadi miring, pedang ditebas ke sana kemari."
Ketika pertempuran sudah berlangsung lebih dari 2 jam, Ishida Mitsunari membuat isyarat asap untuk memanggil gugus pasukan yang belum juga turut bertempur. Mistunari mengirim kurir untuk mengajak pasukan Shimazu untuk ikut bertempur, tapi Shimazu menolak untuk bertempur. Mōri Terumoto juga tidak bisa ikut bertempur akibat dihalangi di jalan oleh Kikkawa Hiroie. Ieyasu sebelumnya sudah melakukan perundingan rahasia dengan Hiroie yang dijanjikan untuk memperoleh wilayah kekuasaan klan Mōri.
Pembelotan Kobayakawa Hideaki
Kobayakawa Hideaki yang berada di pihak Pasukan Barat sudah diam-diam bersekongkol dengan Ieyasu, tapi sampai lepas tengah hari masih bersikap ragu-ragu dan pasukan Hideaki cuma diam saja. Tokugawa Ieyasu menjadi hilang kesabaran dan memerintahkan pasukannya untuk menembak ke posisi pasukan Hideaki di gunung Matsuo. Kobayakawa Hideaki yang masih ragu-ragu akhirnya memutuskan untuk turun gunung dan bertempur untuk pihak Ieyasu.
Pasukan Kobayakawa Hideaki menggempur sayap kanan gugusan pasukan Ōtani Yoshitsugu. Walaupun sudah bersekongkol dengan Ieyasu, Wakisaka Yasuharu, Ogawa Suketada, Akaza Naoyasu dan Kutsuki Mototsuna yang masih menunggu situasi jalannya pertempuran, akhirnya membelot ke kubu Pasukan Timur. Akibat aksi pembelotan demi pembelotan ke kubu Pasukan Timur, hasil akhir pertempuran Sekigahara yang seharusnya dimenangkan Pasukan Barat berubah dimenangkan Pasukan Timur.
Pasukan Barat tercerai-berai
Di tengah keadaan Pasukan Barat yang mulai tercerai-berai, pasukan yang dipimpin Shimazu Yoshihiro berusaha mundur dengan memotong garis depan menerobos pasukan Ieyasu sambil terus menerus melepaskan tembakan ke arah gugus tempur Ieyasu. Pasukan Fukushima menjadi ketakutan melihat kenekatan pasukan Shimazu yang mundur memotong garis depan. Ii Naomasa dan Matsudaira Tadayoshi berusaha mengejar pasukan Shimazu, tapi malah tertembak dan luka-luka. Kuda yang sedang ditunggangi Honda Tadakatsu tertembak sehingga Tadakatsu jatuh dan menderita luka-luka.
Pada akhirnya, pasukan Shimazu berhasil mundur walaupun menderita korban tewas seperti Shimazu Toyohisa dan Ata Moriatsu dan pasukan yang tersisa jumlahnya tinggal sekitar 80 prajurit. Shimazu Yoshihiro bisa lolos berkat penyamaran Ata Moriatsu yang mengenakan mantel tempur (jinbaori) milik Yoshihiro yang dihadiahkan oleh Toyotomi Hideyoshi. Moriatsu bertempur mati-matian dengan lawan yang menyangkanya sebagai Shimazu Yoshihiro, hingga sadar pasti tewas dan melakukan seppuku. Gugus tempur Pasukan Barat yang lain juga berhasil dihancurkan atau lari tercerai-berai.
Pertempuran di daerah-daerah
Pertempuran Sekigahara tidak hanya terbatas di provinsi Mino, melainkan juga meluas ke daerah-daerah lain. Sebelum dan sesudah Sekigahara, di berbagai daerah di seluruh Jepang seperti di Tohoku, Hokuriku, Kinai, Kyushu terjadi bentrokan bersenjata yang dapat disebut perang proxy antara daimyo pendukung Pasukan Timur dan daimyo pendukung Pasukan Barat.
Daerah Tohoku
Ada cerita yang didasarkan bukti kuat bahwa penghancuran klan Uesugi akibat dijelek-jelekkan oleh Hori Hideharu yang berada di pihak Pasukan Timur, tapi dokumen yang ditemukan belakangan ini justru membuktikan bahwa Hideharu berada di pihak Pasukan Barat.
Dalam mengawasi pergerakan pasukan Ishida Mitsunari, Ieyasu mengeluarkan perintah untuk kepada Yūki Hideyasu sebagai kekuatan utama dalam mengawasi Uesugi Kagekatsu, dibantu oleh para daimyo yang mempunyai wilayah yang bertetangga dengan wilayah Kagekatsu seperti Mogami Yoshiaki, Hori Hideharu dan Date Masamune.
Mogami Yoshiaki yang ingin wilayah yang dekat dengan laut melihat kesempatan emas untuk merebut wilayah kekuasaan Uesugi menyusun rencana penyerangan bekerja sama dengan Date Masamune. Pengikut setia klan Uesugi seperti Naoe Kanetsugu yang mendengar rencana ini mengambil keputusan untuk menyerang lebih dulu daripada diserang. Pada tanggal 9 September 1600, kekuatan Naoe Kanetsugu yang datang dari arah Yonezawa berhasil mendesak masuk ke dalam wilayah Mogami dan beberapa hari kemudian berhasil mengepung Istana Yamagata yang merupakan tempat kediaman Mogami Yoshiaki.
Setelah kemenangan Tokugawa Ieyasu dalam Sekigahara, Date Masamune yang berada di bawah Pasukan Timur mendapat tambahan wilayah sebanyak 7 distrik yang bernilai 1.000.000 koku. Ieyasu memang menjanjikan 1.000.000 koku bagi daimyo yang mau berpihak kepadanya dalam Sekigahara. Istana Shiraishi yang merupakan wilayah kekuasaan Uesugi kemudian juga diserang dan dikuasai oleh pasukan Date Masamune.
Mogami Yoshiaki yang panik akibat serangan mendadak dari pasukan Uesugi segera meminta bantuan pasukan kepada Date Masamune. Di kalangan pengikut Date Masamune seperti Katakura Kagetsuna berpendapat pasukan Uesugi yang sudah kelelahan bertempur dengan pasukan Mogami dapat ditaklukkan dengan mudah dan wilayah Yamagata dapat dikuasai tanpa bersusah payah.
Date Masamune perlu menolong klan Mogami karena kehancuran klan Mogami akan membuat Uesugi Kagekatsu menjadi ancaman langsung bagi Masamune. Pada tanggal 17 September 1600 Date Masamune menunjuk panglima tertinggi Rusu Masakage untuk menyerang pasukan Naoe Kanetsugu. Ada juga pendapat yang mengatakan Date Masamune kuatir dengan nasib ibunya yang berada di Istana Yamagata disandera oleh Mogami Yoshiaki.
Berkat pasukan tambahan dari Masamune, pasukan pengikut Sakenobe Hidetsuna yang berada di pihak Mogami bertempur gagah berani melawan pasukan Naoe Kanetsugu. Pertempuran menjadi berlangsung seimbang. Istana Hasedō yang dipertahankan Shimura Mitsuyasu hanya dengan sedikit prajurit ternyata tidak bisa juga ditaklukkan oleh Kanetsugu. Setelah hasil Pertempuran Sekigahara diketahui oleh kubu kedua belah pihak pada tanggal 29 September, pertempuran secara cepat dimenangkan pasukan Mogami Yoshiaki.
Naoe Kanetsugu segera memerintahkan pasukannya untuk mundur dengan Maeda Toshimasu berada di bagian paling belakang. Mogami Yoshiaki segera memerintahkan pasukannya untuk mengejar sekaligus memimpin sendiri penyerangan besar-besaran. Pengejaran ini berubah menjadi pertempuran yang kacau balau, topi baja yang dikenakan Mogami Yoshiaki sempat tertembak dan harus bersusah payah melarikan diri sementara pasukan Mogami Yoshiyasu (putra Yoshiaki) terus melakukan pengejaran. Pada tanggal 4 Oktober, pasukan Kanetsugu berhasil kembali dengan selamat di Istana Yonezawa.
Daerah Hokuriku
Maeda Toshinaga yang merasa harus mendukung penyerangan terhadap Uesugi Kanetsugi berangkat dari Kanazawa pada tanggal 26 Juli 1600. Memasuki bulan Agustus, Yamaguchi Munenaga yang bertahan di dalam Istana Daishōji berhasil dikepung oleh pasukan Maeda Toshinaga dan jatuh pada tanggal 3 Agustus. Istana Kitanojō yang dijaga Aoki Kazunori juga sudah berhasil dikepung, tapi akhirnya pasukan Toshinaga terpaksa mundur dengan tergesa-gesa akibat kabar bohong tentang pasukan Ōtani Yoshitsugu yang datang menyerang dari belakang. Kabar bohong ini konon disebarkan sendiri oleh Yoshitsugu.
Di tengah jalan, Maeda Toshinaga membagi pasukannya menjadi dua. Setengah dari pasukannya dikirim untuk menyerang Niwa Nagashige yang bertahan di dalam Istana Komatsu. Pada tanggal 9 Agustus 1600, pasukan Nagashige yang sebelumnya sudah tercerai berai akibat serangan mendadak kembali dihantam oleh pasukan inti Toshinaga sehingga korban jatuh dalam jumlah besar di pihak Nagashige. Niwa Nagashige akhirnya menawarkan perdamaian dan menyerahkan Istana Komatsu. Toshinaga yang berhasil pulang ke Kanazawa segera menyusun kembali pasukannya dengan tergesa-gesa dan baru berhasil berangkat dari Kanazawa pada tanggal 12 September 1600 sehingga pada akhirnya tidak berhasil sampai di Sekigahara.
Daerah Kinai
Istana Ōtsu
Kyōgoku Takatsugu yang berada di kubu Pasukan Timur tidak berhasil mempertahankan Istana Ōtsu dan diasingkan sebagai pendeta di kuil Onjōji, Gunung Kōya.
Istana Tanabe
Hosokawa Tadaoki ketika sedang pergi berperang menitipkan Istana Tanabe di provinsi Tango kepada Hosokawa Yūsai yang hanya ditemani 500 prajurit. Pasukan Barat yang dipimpin panglima tertinggi Onogi Shigekatsu (penguasa Istana Fukuchiyama) mengepung Istana Tanabe dengan lebih dari 15.000 prajurit dari pasangan bapak dan anak Koide Yoshimasa-Koide Hidemasa dan Akamatsu Hirohide. Pertempuran berlangsung seimbang tapi tidak berlangsung habis-habisan karena beberapa orang komandan kubu Pasukan Barat seperti Tani Morimoto pernah berguru kepada Hosokawa Yūsai yang dikenal ahli dalam seni menulis Kadō.
Keadaan pertempuran kemudian tidak lagi menguntungkan pihak Pasukan Timur, sehingga satu-satunya pilihan Hosokawa Yūsai adalah gugur secara terhormat daripada ditaklukkan musuh. Buku berisi ilmu rahasia seni menulis Kadō yang disebut Kokindenju sudah diputuskan untuk diwariskan semuanya kepada murid yang bernama Hachijōnomiya Toshihitoshinnō. Kabar ini diteruskan oleh Hachijonomiya kepada Kaisar Goyōzei yang merasa takut akan kehilangan Hosokawa Yūsai. Kaisar mengeluarkan perintah kepada pihak Pasukan Barat agar menghentikan penyerangan ke Istana Tanabe. Pasukan Barat tidak mau menghentikan penyerangan begitu saja, lagipula Yūsai juga menolak untuk menyerahkan Istana Tanabe. Pada tanggal 12 September 1600, kaisar mengirim tiga orang utusan pribadi yang bernama Nakanoin Michikatsu, Karasuma Mitsuhiro dan Sanjūnishi Sanuki ke Istana Tanabe. Hosokawa Yūsai akhirnya menerima usulan damai dan menyerahkan Istana Tanabe kepada Onogi Shigekatsu pada tanggal 18 September 1600.
Sehabis mengusir Hosokawa Yūsai dari Istana Tanabe, Onogi Shigekatsu mendengar kabar kekalahan Pasukan Barat di Sekigahara. Shigekatsu segera pulang melarikan diri ke Istana Fukuchiyama. Tidak lama kemudian Istana Fukuchiyama dikepung oleh pasukan Hosokawa Tadaoki yang baru saja menang perang dan pasukan Tani Morimoto yang membelot ke kubu Pasukan Timur. Shigekatsu memohon agar nyawanya diampuni, tapi akhirnya terpaksa melakukan bunuh diri pada tanggal 18 November 1600.
Kyushu
Kuroda Josui, Katō Kiyomasa, Nabeshima Naoshige sedang berada di wilayah kekuasaannya masing-masing di Kyushu. Kiyomasa dan Noshige pada awalnya mempertahankan sikap netral, sedangkan Josui berusaha keras membantu Pasukan Timur dengan tanpa ragu-ragu menyumbangkan semua uang dan perbekalan yang disimpan di Istana Nakatsu. Berkat semua yang yang dimilikinya, Kuroda Josui dengan cepat berhasil membentuk pasukan yang terdiri lebih dari 3.500 ronin.
Sementara itu, Ōtomo Yoshimune dari kubu Pasukan Barat ingin lebih memanaskan pertentangan antara kubu Timur-Barat. Yoshimune yang menerima dukungan dari Mōri Terumoto berencana untuk merebut kembali provinsi Bungo. Pada tanggal 9 September 1600, Ōtomo Yoshimune menjejakkan kaki di provinsi Bungo yang baru pertama kali dilakukannya sejak diasingkan. Yoshimune yang mengumpulkan bekas pengikutnya menantang pasukan Kuroda Josui untuk bertempur di Ishigakihara (sekarang kota Beppu).
Pada tanggal 13 September 1600, kedua belah pihak terlibat bentrokan bersenjata. Kubu pihak Yoshimune akhirnya menyerah kepada kubu Josui akibat terbunuhnya jenderal dari pihak Yoshimune. Pada tanggal 15 September 1600, Ōtomo Yoshimune memutuskan untuk menjadi biksu setelah menyerahkan diri kepada pasukan yang dipimpin Mori Tomonobu yang bertempur untuk kubu pasukan Josui. Katō Kiyomasa yang ketika mendengar berita kemenangan pasukan Josui sedang memimpin bala bantuan untuk Josui dari Kumamoto segera berbalik arah menyerang wilayah kekuasaan Konishi Yukinaga.
Pasukan Josui terus menyerang dan berturut-turut menaklukkan istana yang terdapat di Kita Kyushu. Katō Kiyomasa bersama Nabeshima Naoshige kemudian mengepung Istana Yanagawa dan berhasil memaksa Tachibana Muneshige untuk menyerah. Pada waktu itu, Tachibana Muneshige sedang bertahan di dalam Istana Yanagawa setelah terlambat datang di pertempuran Sekigahara. Pasukan gabungan yang dipimpin Josui kemudian merencanakan untuk menyerang provinsi Shimazu. Shimazu Ryūhaku yang ditinggal untuk menjaga wilayah milik Konishi Yukinaga menjadi panik atas ancaman pasukan gabungan yang dipimpin Josui. Ryūhaku mengirim pasukannya untuk memperkuat Kyushu dengan menjadi semakin tegang menanti serangan dari pasukan gabungan Josui. Penyerangan ke Shimazu yang sudah di depan mata akhirnya dibatalkan setelah ada perintah untuk menghentikan peperangan dari Tokugawa Ieyasu.
Daerah-daerah lain
Kanto
Satake Yoshinobu menjadi ragu-ragu dalam menentukan pihak yang perlu didukung. Yoshinobu sendiri merupakan sahabat dari Ishida Mitsunari, tapi ayahnya yang bernama Satake Yoshishie menyuruhnya untuk mendukung Pasukan Timur. Pengikut Yoshinobu seperti Tagaya Shigetsune, Yamakawa Asanobu yang memiliki sedikit pasukan, Sōma Yoshitane semuanya mendukung Uesugi Kagekatsu (kubu Pasukan Barat)
Ise
Istana pihak Pasukan Barat yang ada di Ise seperti Istana Anotsu tidak luput dari serangan pasukan Mōri Terumoto yang sedang dalam perjalanan menuju Sekigahara. Penguasa Istana Anotsu yang bernama Tomita Nobutaka menjadi biksu setelah menyerah. Furuta Shigekatsu yang menguasai Istana Matsusaka berhasil mengulur waktu dengan menawarkan perjanjian damai sehingga tidak perlu menyerahkan istana.
Penyelesaian pasca Sekigahara


Lokasi pertempuran Sekigahara sekarang.
• Seusai Pertempuran Sekigahara, Ishida Mitsunari tertangkap oleh pasukan Tanaka Yoshimasa pada tanggal 21 September 1600, sedangkan Konishi Yukinaga tertangkap tanggal 19 September dan Ankokuji Ekei tertangkap tanggal 23 September tahun yang sama. Para tawanan kemudian diarak berkeliling kota di Osaka dan Sakai sebelum dieksekusi di tempat bernama Rokujōgawara yang terletak di pinggir sungai Kamo, Kyoto.
• Ukita Hideie yang setelah Pertempuran Sekigahara melarikan diri ke provinsi Satsuma berhasil ditangkap oleh Shimazu Tadatsune di akhir tahun 1603. Hideie kemudian diserahkan kepada Tokugawa Ieyasu. Tadatsune dan Maeda Toshinaga yang merupakan kakak dari istri Hideie (Putri Gō) meminta pengampunan atas nyawa Hideie dan dikabulkan oleh Ieyasu. Hukuman mati Ukita Hideie dikurangi menjadi hukuman buang ke pulau Hachijōjima setelah menjalani hukuman kurungan di gunung Kuno, provinsi Suruga.
• Nastuka Masaie melarikan diri ke tempat tinggalnya di Istana Minakuchi provinsi Ōmi tapi berhasil dikejar oleh pasukan Ikeda Terumasa yang bertempur untuk kubu Pasukan Timur. Masaie melakukan bunuh diri pada tanggal 3 Oktober 1600. Ōtani Yoshitsugu melakukan bunuh diri sewaktu mempertahankan diri dari serangan Kobayakawa Hideaki yang membelot ke kubu Pasukan Timur.
• Hukuman untuk Shimazu Yoshihiro tidak juga kunjung berhasil diputuskan. Pada bulan April 1602, Tokugawa Ieyasu memutuskan wilayah kekuasaan Yoshihiro diberikan kepada kakaknya yang bernama Shimazu Yoshihisa karena menurut Ieyasu, "Tindakan Yoshihiro bukanlah (tindakan yang) dapat diterima majikan." Hak Yoshihiro sebagai pewaris klan juga dicabut dan putranya yang bernama Shimazu Tadatsune ditunjuk sebagai penggantinya.
• Mōri Terumoto dinyatakan bersalah karena sebagai panglima tertinggi mengeluarkan berbagai petunjuk untuk mempertahankan Istana Osaka. Wilayah kekuasaan Terumoto dikurangi hingga tinggal menjadi dua provinsi, yakni provinsi Suō dan provinsi Nagato. Pada mulanya, Tokugawa Ieyasu menjanjikan seluruh wilayah klan Mōri untuk Kikkawa Hiroie, tapi kemudian janji ini diubah secara sepihak oleh Ieyasu. Kikkawa Hiroie hanya akan diberi dua provinsi milik klan Mōri yang tersisa (Suō dan Nagato) sehingga pemberian Ieyasu ditolak oleh Hiroie dan kedua provinsi ini tetap menjadi milik klan Mōri.
• Hak atas semua wilayah kekuasaan Tachibana Muneshige dan Maeda Toshinaga dicabut karena telah menimbulkan kerugian besar pada pasukan Niwa Nagashige. Muneshige dan Nagashige kemudian dipulihkan haknya sebagai daimyo lain berkat jasa baik Tokugawa Hidetada. Muneshige juga menerima kembali bekas wilayah kekuasaannya.
• Chōsokabe Morichika mengaku bersalah sebagai pembunuh kakak kandungnya yang yang bernama Tsuno Chikatada akibat kesalah pahaman dan laporan bohong yang disampaikan pengikutnya. Tokugawa Ieyasu marah besar hingga merampas semua wilayah kekuasaan Chōsokabe Morichika.
• Wilayah kekuasaan senilai 1.200.000 koku milik Uesugi Kagekatsu dari Aizu dikurangi menjadi hanya tinggal wilayah Yonezawa bekas kepunyaan Naoe Kanetsugu yang hanya bernilai 300.000 koku.
• Satake Yoshinobu yang tadinya menguasai provinsi Hitachi yang bernilai 540.000 koku ditukar dengan provinsi Dewa yang hanya bernilai 180.000 koku.
• Kobayakawa Hideaki berkhianat dari kubu Pasukan Barat dan membelot ke kubu Pasukan Timur ditukar wilayah kekuasaannya dari provinsi Chikuzen yang cuma bernilai 360.000 koku menjadi provinsi Bizen yang bernilai 570.000 koku. Pada tahun 1602, Kobayakawa Hideaki yang masih berusia 21 tahun meninggal karena sakit gila, tanpa ada anak pewaris dan garis keturunannya putus begitu saja.
• Wakisaka Yasuharu dan Kutsuki Mototsuna yang membelot ke kubu Pasukan Timur atas ajakan Kobayakawa Hideaki mendapat wilayah kekuasaan. Pembelotan Ogawa Suketada dan Akaza Naoyasu justru sia-sia karena wilayah kekuasaan dirampas oleh Ieyasu. Tokugawa Ieyasu tidak menghargai para pembelot dari kubu Pasukan Barat kecuali Hideaki, Yasuharu dan Mototsuna. Ogawa Suketada memang dikabarkan mempunyai sejarah pembelotan ke sana kemari, lagipula putra pewarisnya merupakan sahabat dekat Ishida Mitsunari. Selain itu, Akaza Naoyasu kabarnya takut mendengar bunyi tembakan. Ogawa Suketada tutup usia setahun sesudah Pertempuran Sekigahara, sedangkan Akaza Naoyasu menjadi pengikut Maeda Toshinaga sebelum mati tenggelam di provinsi Etchū pada tahun 1606.
Di pasca Pertempuran Sekigahara, Tokugawa Ieyasu menghadiahkan pada daimyo pendukung kubu Pasukan Timur dengan tambahan wilayah kekuasaan yang luas.
• Hosokawa Tadaoki yang tadinya memiliki provinsi Tango (Miyazu) senilai 180.000 koku ditukar dengan provinsi Buzen (Okura) yang bernilai 400.000 koku.
• Tanaka Yoshimasa yang tadinya memiliki provinsi Mikawa (Okazaki) senilai 100.000 koku ditukar dengan provinsi Chikugo (Yanagawa) yang bernilai 325.000 koku.
• Kuroda Nagamasa yang tadinya memiliki provinsi Buzen (Nakatsu) senilai 180.000 koku ditukar dengan provinsi Chikuzen (Najima) yang bernilai 530.000 koku.
• Katō Yoshiakira dipindahkan dari Masaki (provinsi Iyo) yang bernilai 100.000 koku ke Matsuyama yang terletak di provinsi yang sama tapi bernilai 200.000 koku.
• Tōdō Takatora dipindahkan dari Itajima (provinsi Iyo) yang bernilai 80.000 koku ke Imabari yang terletak di provinsi yang sama tapi bernilai 200.000 koku.
• Terazawa Hirotaka yang menguasai provinsi Hizen ditingkatkan penghasilannya dari 83.000 koku menjadi 123.000 koku.
• Yamauchi Kazutoyo yang tadinya memiliki provinsi Tōtōmi (Kakegawa) senilai 70.000 koku ditukar dengan provinsi Tosa yang bernilai 240.000 koku.
• Fukushima Masanori yang memiliki provinsi Owari (Kiyosu) senilai 200.000 koku ditukar dengan provinsi Aki dan Bingo (Hiroshima) yang bernilai 498.000 koku.
• Ikoma Kazumasa yang menguasai provinsi Sanuki (Takamatsu) senilai 65.000 koku ditingkatkan penghasilannya menjadi 171.000 koku.
• Ikeda Terumasa yang menguasai provinsi Mikawa (Yoshida) senilai 152.000 koku dipindahkan ke provinsi Harima (Himeji) yang bernilai 520.000 koku.
• Asano Kichinaga yang menguasai provinsi Kai senilai 220.000 koku dipindahkan ke provinsi Kii (Wakayama) yang bernilai 376.000 koku.
• Katō Kiyomasa yang menguasai provinsi Higo ditingkatkan penghasilannya dari 195.000 koku menjadi 515.000 koku.
Para daimyo yang bukan merupakan pengikut Tokugawa Ieyasu sebagian besar diusir ke provinsi-provinsi yang terdapat di sebelah barat Jepang.
• Date Masamune yang berangkat dari Oshu untuk bergabung dengan kubu Pasukan Timur juga tidak ketinggalan menerima hadiah dari Ieyasu. Provinsi Mutsu (Iwadeyama) yang dimiliki Date Masamune ditingkatkan nilainya dari 570.000 koku menjadi 620.000 koku.
• Mogami Yoshiaki yang memiliki provinsi Dewa (Yamagata) ditingkatkan penghasilannya dari 240.000 koku menjadi 570.000 koku.
• Pasca Sekigahara, Nilai wilayah yang langsung berada di bawah kekuasaan Tokugawa Ieyasu bertambah drastis dari 2.500.000 koku menjadi 4.000.000 koku.
• Wilayah kekuasaan klan Toyotomi yang sewaktu Toyotomi Hideyoshi masih berkuasa bernilai 2.220.000 koku berkurang secara drastis menjadi 650.000 koku. Pelabuhan ekspor-impor di kota Sakai dan Nagasaki yang membiayai klan Toyotomi dijadikan milik Tokugawa Ieyasu, sehingga posisi klan Tokugawa berada di atas klan Toyotomi.
• Klan Shimazu dari Satsuma yang kalah dan menderita kerugian besar dalam Pertempuran Sekigahara dan klan Mōri dari Chōshū yang dirampas wilayah kekuasaannya menyimpan dendam kesumat terhadap Tokugawa Ieyasu. Klan Mōri dan klan Shimazu harus menunggu 250 tahun untuk dapat menumbangkan kekuasaan Keshogunan Edo yang dibangun Tokugawa Ieyasu.
Film dan sinetron
Pertempuran Sekigahara masih jarang diangkat sebagai film atau sinetron, karena pertempuran hanya berlangsung singkat namun melibatkan banyak sekali pihak yang bertikai.
• Aoi Tokugawa Sandai (Taiga drama tahun 2000, produksi NHK) bercerita tentang tiga generasi dinasti Tokugawa yang dibangun setelah Pertempuran Sekigahara.

AKHLAQ ISLAMI

الأخلاق الإسلامية


Muqadimah
Ketika Islam belum datang sebagai sebuah pedoman hidup bagi umat manusia, bangsa Arab sangat dikenal dengan kejahiliyannya. Kejahiliyahan tersebut akan sangat terasa benar, manakala kita mencoba melihatnya dari sisi moralitas (baca; akhlak). Keburukan apakah yang dapat menandingi dengan moral seorang ayah, yang dengan tega dan rasa jijik, mengubur hidup-hidup anaknya sendiri. Kejelekan apa yang melebihi dari pada terjadinya perzinaan pada seorang istri, atas perintah sang suaminya sendiri? Namun ternyata hal tersebut dianggap merupakan sesuatu yang sangat wajar pada zamannya.


Di sinilah, Islam datang merubah kondisi yang sangat bejat, menjadi berputar ke arah yang posistif seratus delapan puluh derajat. Karena sesungguhnya Islam datang, memang membawa misi untuk merubah kondisi jahiliyah yang ada, menjadi kondisi Islami. Adapun moralitas, adalah merupakan implementasi dari kondisi mental seseorang atau masyarakat pada suatu waktu tertentu. Baik buruknya moral seseorang, atau moral suatu bangsa, sangat terkait dengan mental orang atau bangsa tersebut. Mengenai misi ini, Rasulullah SAW pernah mengatakan:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ اْلأَخْلاَقِ
(رواه أحمد والبزار)
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda: “Bahwasanya aku diutus adalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. (HR. Ahmad dan al-Bazar).

Sebagai seorang muslim, kitapun memiliki kewajiban untuk senantiasa meningkatkan dan memperbaiki kualitas moral yang terdapat dalam diri kita. Dan dalam Islam, akhlak memiliki dimensi yang luas dan universal. Mencakup akhlak terhadap apapun dan siapapun yang ada di sekitar kita. Termasuk akhlak terhadap lingkungan, terhadap alam, terhadap hewan, dan lain sebagainya. Namun dalam pembahasan akhlak kita, akan terfokus pada hal-hal yang sangat urgen. Diantaranya adalah; akhlak terhadap Allah SWT, akhlak seorang muslim terhadap dirinya sendiri, akhlak terhadap orang tuanya, akhlak terhadap keluarga & kerabat, akhlak terhadap saudara seiman, dan akhlak terhadap tetangga & masyarakatnya.

Akhlak Seorang Muslim Terhadap Allah SWT
Setiap muslim meyakini, bahwa Allah adalah sumber segala sumber dalam kehidupannya. Allah adalah Pencipta dirinya, pencipta jagad raya dengan segala isinya, Allah adalah pengatur alam semesta yang demikian luasnya. Allah adalah pemberi hidayah dan pedoman hidup dalam kehidupan manusia, dan lain sebagainya. Sehingga manakala hal seperti ini mengakar dalam diri setiap muslim, maka akan terimplementasikan dalam realita bahwa Allah lah yang pertama kali harus dijadikan prioritas dalam berakhlak.
Jika kita perhatikan, akhlak terhadap Allah ini merupakan pondasi atau dasar dalam berakhlak terhadap siapapun yang ada di muka bumi ini. Jika seseorang tidak memiliki akhlak positif terhadap Allah, maka ia tidak akan mungkin memiliki akhlak positif terhadap siapapun. Demikian pula sebaliknya, jika ia memiliki akhlak yang karimah terhadap Allah, maka ini merupakan pintu gerbang untuk menuju kesempurnaan akhlak terhadap orang lain. Diantara akhlak terhadap Allah SWT adalah:

1. Taat terhadap perintah-perintah-Nya.
Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya. Allah berfirman (QS. 4 : 65):
فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ حَتَّى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا َيَجِدُوْا فيِ أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا*
“Maka demi Rab-mu, mereka pada hakekatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemdian mrekea tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap ptutusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”

Karena taat kepada Allah merupakan konsekwensi keimanan seoran muslim kepada Allah SWT. Tanpa adanya ketaatan, maka ini merupakan salah satu indikasi tidak adanya keimanan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga menguatkan makna ayat di atas:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ (رواه ابن أبي عاصم الشيباني في السنة)
“Rasulullah SAW bersabda, “Tidak beriman salah seorang diantara kalian, hingga hawa nafsunya (keinginannya) mengikuti apa yang telah datang dariku (Al-Qur’an dan sunnah). (HR. Abi Ashim al-syaibani).

2. Memiliki rasa tanggung jawab atas amanah yang diembankan padanya.
Etika kedua yang harus dilakukan seorang muslim kepada Allah SWT, adalah memiliki rasa tanggung jawab atas amanah yang diberikan padanya. Karena pada hakekatnya, kehidupan inipun merupakan amanah dari Allah SWT. Oleh karenanya, seorang mukmin senantiasa meyakini, apapun yang Allah berikan padanya, maka itu merupakan amanah yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban dari Allah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda:
عَنْ بْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَاْلأَمِيْرُ الَّذِيْ عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُوْلَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْهُ أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ (رواه مسلم)
Dari ibnu Umar ra, Rasulullah SAW bersabda, ‘Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. Seorang amir (presiden/ imam/ ketua) atas manusia, merupakan pemimpin, dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang suami merupakan pemimpin bagi keluarganya, dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang wanita juga merupakan pemimpin atas rumah keluarganya dan juga anak-anaknya, dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya, dan ia bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. Dan setiap kalian adalah pemimpin, dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. (HR. Muslim)


3. Ridha terhadap ketentuan Allah SWT.
Etika berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah SWT, adalah ridha terhadap segala ketentuan yang telah Allah berikan pada dirinya. Seperti ketika ia dilahirkan baik oleh keluarga yang berada maupun oleh keluarga yang tidak mampu, bentuk fisik yang Allah berikan padanya, atau hal-hal lainnya. Karena pada hakekatnya, sikap seorang muslim senantiasa yakin (baca; tsiqah) terhadap apapun yang Allah berikan pada dirinya. Baik yang berupa kebaikan, atau berupa keburukan. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُسْلِمِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ (رواه البخاري)
Rasulullah SAW bersabda, sungguh mempesona perkara orang beriman. Karena segala urusannya adalah dipandang baik bagi dirinya. Jika ia mendapatkan kebaikan, ia bersyukur, karena ia tahu bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena ia tahu bahwa hal tersebut merupakan hal erbaik bagi dirinya. (HR. Bukhari)

Apalagi terkadang sebagai seorang manusia, pengetahuan atau pandangan kita terhadap sesuatu sangat terbatas. Sehingga bisa jadi, sesuatu yang kita anggap baik justru buruk, sementara sesuatu yang dipandang buruk ternyata malah memiliki kebaikan bagi diri kita.

4. Senantiasa bertaubat kepada-Nya.
Sebagai seorang manusia biasa, kita juga tidak akan pernah luput dari sifat lalai dan lupa. Karena hal ini memang merupakan tabiat manusia. Oleh karena itulah, etika kita kepada Allah, manakala sedang terjerumus dalam ‘kelupaan’ sehingga berbuat kemaksiatan kepada-Nya adalah dengan segera bertaubat kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 3 : 135) :
وَالَّذِيْنَ إِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوْا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوْا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ، وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ اللهُ وَلَمْ يُصِرُّ وْاعَلَى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنً* أُوْلَئِكَ جَزَاءُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا وَنِعْمَ أَجْرُ اْلعَامِلِيْنَ*
Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapakah yang dapat mengampuni dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui.

5. Obsesinya adalah keridhaan ilahi.
Seseorang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT, akan memiliki obsesi dan orientasi dalam segala aktivitasnya, hanya kepada Allah SWT. Dia tidak beramal dan beraktivitas untuk mencari keridhaan atau pujian atau apapun dari manusia. Bahkan terkadang, untuk mencapai keridhaan Allah tersebut, ‘terpakasa’ harus mendapatkan ‘ketidaksukaan’ dari para manusia lainnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW pernah menggambarkan kepada kita:
قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللهُ مَؤُوْنَةَ النَّاسِ، وَمَنْ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللهِ وَكَلَهُ اللهُ إِلَى النَّاسِ (رواه الترمذي والقضاعي وابن عساكر)
Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa yang mencari keridhaan Allah dengan ‘adanya’ kemurkaan manusia, maka Allah akan memberikan keridhaan manusia juga. Dan barang siapa yang mencari keridhaan manusia dengan cara kemurkaan Allah, maka Allah akan mewakilkan kebencian-Nya pada manusia. (HR. Tirmidzi, Al-Qadha’I dan ibnu Asakir).

Dan hal seperti ini sekaligus merupakan bukti keimanan yang terdapat dalam dirinya. Karena orang yang tidak memiliki kesungguhan iman, otientasi yang dicarinya tentulah hanya keridhaan manusia. Ia tidak akan perduli, apakah Allah menyukai tindakannya atau tidak. Yang penting ia dipuji oleh oran lain.

6. Merealisasikan ibadah kepada-Nya.
Etika atau akhlak berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah SWT adalah merealisasikan segala ibadah kepada Allah SWT. Baik ibadah yang bersifat mahdhah, ataupun ibadah yang ghairu mahdhah. Karena pada hakekatnya, seluruh aktiivitas sehari-hari adalah ibadah kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an Allah berberfirman (QS. 51 : 56):
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنَ*
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”

Oleh karenanya, segala aktivitas, gerak gerik, kehidupan sosial dan lain sebagainya merupakan ibadah yang dilakukan seorang muslim terhadap Allah. Sehingga ibadah tidak hanya yang memiliki skup mahdhah saja, seperti shalat, puasa haji dan sebagainya. Perealisasian ibadah yang paling penting untuk dilakukan pada saat ini adalah beraktivitas dalam rangkaian tujuan untuk dapat menerakpak hukum Allah di muka bumi ini. Sehingga Islam menjadi pedoman hidup yang direalisasikan oleh masyarakat Islam pada khususnya dan juga oleh masyarakat dunia pada umumnya.

7. Bannyak membaca al-Qur’an.
Etika dan akhlak berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah adalah dengan memperbanyak membaca dan mentadaburi ayat-ayat, yang merupakan firman-firman-Nya. Seseeorang yang mencintai sesuatu, tentulah ia akan banyak dan sering menyebutnya. Demikian juga dengan mukmin, yang mencintai Allah SWT, tentulah ia akan selalu menyebut-nyebut Asma-Nya dan juga senantiasa akan membaca firman-firman-Nya. Apalagi menakala kita mengetahui keutamaan membaca Al-Qur’an yang dmikian besxarnya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW mengatakan kepada kita:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اقْرَأُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ (رواه مسلم)
Rasulullah SAW bersabda, ‘Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an itu dapat memberikan syafaat di hari kiamat kepada para pembacanya. (HR. Muslim)

Adapun bagi mereka-mereka yang belum bisa atau belum lancar dalam membacanya, maka hendaknya ia senantiasa mempelajarinya hingga dapat membacanya dengan baik. Kalaupun seseorang harus terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an tersebut, maka Allah pun akan memberikan pahala dua kali lipat bagi dirinya. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ
وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ (متفق عليه)
Rasulullah SAW bersabda, Orang (mu’min) yang membaca Al-Qur’an dan ia lancar dalam membacanya, maka ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi suci. Adapun orang mu’min yang membaca Al-Qur’an, sedang ia terbata-bata dalam membacanya, lagi berat (dalam mengucapkan huruf-hurufnya), ia akan mendapatkan pahala dua kali lipat. (Mutafaqun Alaih)


Akhlak Seorang Muslim Terhadap Dirinya Sendiri
Paling tidak, seorang muslim adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Siapapun dia, seorang muslim tentu akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang telah diperbuat terhadap dirinya sendiri. Oleh karena itulah, Islam memandang bahwa setiap muslim harus menunaikan etika dan akhlak yang baik terhadap dirinya sendiri, sebelum ia berakhlak yang baik terhadap orang lain. Dan ternyata hal ini sering dilalaikan oleh kebanyakan kaum muslimin.
Secara garis besar, akhlak seorang muslim terhadap dirinya dibagi menjadi tiga bagian; terhadap fisiknya, terhadap akalnya dan terhadap hatinya. Karena memang setiap insan memiliki tiga komponen tersebut, dan kita dituntut untuk memberikan hak kita terhadap diri kita sendiri dalam ketiga unsur yang terdapat dalam dirinya tersebut:

1. Terhadap Fisiknya
Setiap insan, Allah berikan anugerah berupa fisik yang sempurna. Kesempurnaan fisik manusia ini, Allah katakan sendiri dalam Al-Qur’an (QS. 95 : 4)
لَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنْسَانَ فِيْ أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Kesempurnaan fisik ini, merupakan sesuatu yang harus disyukuri. Karena Allah hanya memberikannya pada manusia. Adapun salah satu cara dalam mensyukurinya adalah dengan menunaikan hak yang harus diberikan pada fisik kita tersebut, yang sekaligus merefleksikan etika kita terhadap fisik kita sendiri. Diantara hal tersebut adalah:

1. Seimbang dalam mengkonsumsi makanan.
Hak yang harus kita penuhi terhadap fisik kita adalah dengan memberikan makanan dan minuman yang baik dan sehat, sehingga fisik kita pun dapat tumbuh dan bekerja dengan baik dan sehat pula. Seorang muslim sangat menyadari hal ini, dan oleh karenanya ia tidak akan menkonsumsi makanan yang akan memberikan madharat terhadap dirinya tersebut. Dan termasuk dalam kategori yang memberikan mudharat adalah mengkonsumsi makanan secara berlebihan. Islam sendiri telah memberikan larangan kepada para pemeluknya untuk berlebihan dalam menkonsumsi makanan. Allah berfirman (QS. 7 : 31)
وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلاَ تُسْرِفُوْا إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ
“Makan dan minumlah kalian, dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bahkan memberikan rincian batasan dalam masalah mengkonsumsi makanan. Beliau mengatakan:
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ، فَإِذَا كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَاعِلاً، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفْسِهِ
(رواه أحمد والترمذي)
Janganlah seseorang itu mengisi perutnya sesuatu yang buruk baginya. Dan apabila tidak menyulitkan baginya hendaknya ia mengisi sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannnya dan sepertiga lagi untuk dirinya.
(HR. Ahmad & Turmudzi)

2. Membiasakan diri untuk berolah raga & hidup teratur.
Islam sangat menginginkan terciptanya kondisi yang baik dan teratur bagi para pemeluknya. Bekerja teratur, makan teratur, tidur teratur, belajar teratur dan juga berolah raga secara teratur. Sebagai contoh menyegerakan tidur dan juga menyegerakan bangun. Tidak tidur ba’da subuh, tidak tidur ba’da ashar dan lain sebagainya.
Di samping itu, Islam juga menganjurkan pada pemeluknya untuk menjaga fisik dengan membiasakan diri berolah raga. Agar diri seorang mu’min menjadi kuat dan sehat. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW mengatakan kepada kita:
المُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ (رواه مسلم)
Seorang mu’min yang kuat, lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada seorang mu’min yang lemah. (HR. Muslim)

Jika fisik kaum muslimin kuat, tentulah hal ini akan dapat menggetarkan para musuh-musuh Islam, yang tiada henti-hentinya membuat makar terhadap agama Allah ini. Oleh karenanya kita melihat betapa Allah memerintahkan kita untuk mempersiapkan kekuatan kita. Dan olah raga merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan kekuatan tersebut. Allah berfirman (QS. 8 : 60)
وَأَعِدُوْا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهِ عَدُوَّ اللهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْ لاَ تَعْلَمُهُمْ اللهُ يَعْلَمُهُمْ
Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang, yang dapat menggentarkan musuh Allah , musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya.

3. Tidak melakukan hal-hal yang memberikan madharat bagi fisik dan kesehatannya.
Terkadang manusia senang untuk melakukan hal-hal tertentu yang terlihat menyenangkan dan mengenakkan meskipun hal tersebut akan menimbulkan madharat terhadap dirinya sendiri. Diantara tersebut antara lain, berlebihan dalam menkonsumsi kopi atau teh, tidur terlalu larut malam dan merokok. Hal yang terakhir disebut (yaitu rokok) bahkan sudah seperti menjadi “kebiasaan wajib” bagi orang tertentu. Sementara jika dilihat dari aspek syar’inya, rokok merupakan sesuatu yang melanggar syar’i dan hukumnya haram, kecuali menurut sebagian ulama di Indonesia yang cenderung berfatwa bahwa hukumnya adalah makruh. Hal ini bisa dimaklumi karena sebagaian besar ulama di Indonesia masih belum mampu meninggalkan kebiasaan rokoknya.
Terdapat beberapa tinjauan dalam menegaskan bahwa rokok secara hukum adalah haram. Diantaranya adalah :



a. Merokok merusak kesehatan (Yadhurru Linafsih)
Semua orang sepakat, bahwa rokok akan memiliki dampak negatif terhadap fisik manusia. Terlebih-lebih jika ditinjau dari segi ilmu kesehatan atau kedokteran, rokok memiliki dampak yang begitu besar dalam diri insan yang akan menyebabkan berbagai penyakit. Perokok sendiri akan mengakui hal tersebut. Dan jika demikian, seseorang ketika ia merokok berarti ia memberikan kemadharatan atau merusak bagi dirinya sendiri. Sementara Allah SWT berfirman (QS. 4 : 29)
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلاَ تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”

b. Merokok mendzolimi orang lain (Dzalim)
Selain merusak atau merugikan terhadap diri sendiri, rokok juga dapat merugikan atau mendzalimi orang lain yang tidak merokok. Sebab asap rokok yang dihisap perokok tentu akan dikeluarkan lagi. Dan asap inilah yang memiliki potensi untuk dihisap secara langsung melalui nafas orang lain (baca; perokok pasif) yang berada di sekitarnya, yang bisa jadi akan menimbulkan penyakit-penyakit tertentu. Jika hal ini terjadi, berarti perokok ‘mendzlimi’ orang lain yang tidak merokok. Dan Allah sangat membenci orang-orang yang dzalim. Allah SWT berfirman (QS. 42 : 40)
وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa mema`afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim."

c. Merokok memiliki unsur menghambur-hamburkan harta (Tabdzir)
Selain dua tinjauan di atas, rokok juga mengandung unsur menghambur-hamburkan uang (baca’ tabdzir). Hampir semua kalangan sepakat, bahwa rokok merupakan salah satu bentuk perbuatan yang mubadzir, karena banyak hal yang lebih bermanfaat dari pada digunakan untuk rokok, seperti membantu fakir miskin, shadaqoh kepada kerabat, atau digunakan untuk membeli makanan yang menambah kesehatan, seperti susu, buah-buahan dan lain sebagainya. Dan jika merokok merupakan salah satu perbuatan tabdzir, maka alangkah kerasnya Allah SWT menegur orang-orang yang menghambur-hamburkan uang. Allah berfirman (QS. 17 : 27 ) :
وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا* إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا*
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”



4. Bersih fisik dan pakaian.
Etika seorang muslim terhadap dirinya yang berikutnya adalah membersihkan fisik dan juga pakaiannya. Karena fisik kita memiliki hak untuk dibersihkan dan memakai pakaian yang bersih. Dalam masalah bersih fisik, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan:
a) Bersih mulut dan gigi.
Islam sangat menganjurkan kebersihan gigi dan mulut. Karena kedua hal ini merupakan hal yang akan sangat berkaitan dengan orang lain. Ketika gigi dan mulut kita tidak bersih bahkan bau, maka pasti akan memiliki pengaruh negatif terhadap orang yang menjadi lawan bicaranya. Oleh karena itulah, Rasulullah SAW mengatakan kepada kita:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَوْ لاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ (رواه الشيخان)
“Sekiranya tidak memberatkan bagi umatku, sungguh akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Bukhari Muslim).

Bahkan dalam hadits lain, Rasulullah SAW menerangkan mengenai dampak negatif yang ditimbulkan dari ketidak bersihan mulut dan gigi. Beliau mengatakan:
مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثَّوْمَ وَالْكَرَّاثَ فَلاَ يَقْرِبَنَّ مَسْجِدَنَا هَذَا، فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَتَأَذَّي مِمَّا يَتَأَذَّي مِنْهُ بَنُو آدَمَ (رواه مسلم)
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memakan bawang merah, bawang putih dan yang sebangsa bawang, maka hendaknya mereka jangan mendekati masjid kami ini. Karena sesungguhnya para malaikat ‘terganggu’ dengan baunya tersebut, sebagaimana terganggunya anak cucu adam.” (HR. Muslim)

b) Bersih rambut.
Selain mulut dan gigi, Islam juga menganjurkan kita agar senantiasa membersihkan rambut. Karena rambut juga memiliki hak untuk dibersihkan. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ كَانَ لَهُ شَعْرٌ فَلْيُكْرِمْهُ (رواه أبو داود)
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang memiliki rambut, maka hendaklah ia memuliakan rambutnya tersebut.” (HR. Abu Daud)

Adapun cara untuk memuliakan rambut, diantaranya adalah dengan senantiasa membersihkannya, menyisirnya yang rapi serta merawatnya. Dalam sebuah riwayat Imam Malik, Rasulullah SAW suatu ketika sedang berada dalam masjid. Kamudian tiba-tiba masuklah seorang pemuda yang rambut dan jenggotnya acak-acakan. Kemudian Rasulullah SAW memerintahkannya dengan isyarat agar ia membersihkan rambut dan jenggotnya tersebut. Pemuda itupun kembali pulang, lalu kembali ke masjid dalam keadaan rambut dan jenggotnya yang telah tersisir rapi. Melihat hal tersebut Rasulullah SAW mengatakan, ‘bukankah yang demikian lebih baik, dari pada seseorang datang ke masjid dalam kondisi rambut dan jenggotnya acak-acakan, seperti syaitan?’




c) Bersih badan.
Hal ini terbukti dengan diperintahkannya kita untuk senantiasa membersihkan diri kita dengan mandi. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW berasbda:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اغْتَسِلُوْا يَوْمَ الْجُمْعَةِ، وَاغْسِلُوْا رُؤُوْسَكُمْ وَإِنْ لَمْ تَكُوْنُوْا جُنُبًا وَأَصِيْبُوْا مِنَ الطَّيِّبِ (رواه البخاري)
Rasulullah SAW bersabda, ‘Mandilah kalian pada hari jum’at. Bersihkanlah kepala kalian, meskipun tidak sedang junub. Dan sentuhlah dengan wewangian. (HR. Bukhari)

d) Bersih pakaian.
Jasad atau fisik kita, juga memiliki hak untuk mendapatkan pakaian yang bersih dan sehat. Pakaian disamping untuk menutupi aurat, namun juga menjaga dirinya dari penyakit-penyakit yang terkait dengan pakaian, seperti gatal-gatal, jamur dan lain sebagainya.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ أَتَانَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَائِرًا فَرَأَى رَجُلاً عَلَيْهِ ثِيَابُ وَسْخَةٍ، فَقَالَ مَا كَانَ يَجِدُ هَذَا مَا يَغْسِلُ ثَوْبَهُ؟ (رواه أحمد والنسائى)
Dari Jabir ra, beliau berkata, suatu ketika rasulullah SAW berziarah mengunjungi kami. Lalu beliau melihat seseorang yang memakai pakaian yang kotor. Beliau berkata, ‘Tidakkah ada yang dapat menyucikan bajunya?’ (HR. Ahmad dan Nasa’I)

e) Berpenampilan rapi
Berpenampilan rapi juga merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW. Sehingga seseorang akan terlihat terhormat di mata orang lain. Dalam sebuah riwayat dikisahkan ketika Rasulullah SAW dan para sahabatnya sedang berpergian mendatangi saudara mereka, Rasulullah SAW mengatakan:
إِنَّكُمْ قَادِمُوْنَ عَلَى إِخْوَانِكُمْ، فَأَصْلِحُوْا رِحَالَكُمْ وَأَحْسِنُوْا لِبَاسَكُمْ (رواه أبو داود)
Kalian akan tiba mendatangi saudara kalian. Oleh karena itu, rapikanlah bawaan kalian dan rapikanlah pula pakaian kalian. (HR. Abu Daud)

Berpenampilan rapi seperti ini juga merupakan sunnah para sahabat. Bahkan terkadang ada diantara mereka yang membeli pakaian yang relatif mahal, untuk kemudian digunakannya. Seperti Ibnu Abbas pernah membeli pakaian seharga seribu dirham, lalu beliau mengenakannya. (Hilyatul Aulia’ I/ 321). Demikian juga dengan Abdurrahman bin Auf, yang pernah memakai burdah seharga lima ratus atau empat ratus (Thabaqat Ibnu Sa’d III/131). Dan berpenampilan rapi serta mengenakan paiakan yang baik, sesungguhnya tidak identik dengan kesombongan. Karena kesombongan adalah mengingkari kebenaran dan meremehkan manusia.

2. Terhadap Akalnya.
Sebagaimana fisik, akal memiliki hak yang harus kita tunaikan. Akal juga membutuhkan ‘makanan’, sebagaimana fisik membutuhkannya. Namun kebutuhan tersebut jelas berbeda dengan kebutuhan fisik. Oleh karenanya, kita perlu memberikan porsi kepada kita, sebagaimana kita memberikannya pada fisik. Berikut adalah diantara hal-hal yang harus kita tunaikan terhadap akal kita:
1. Menuntut ilmu sebagai kewajiban dan kemuliaan bagi setiap muslim
Hal pertama yang harus kita lakukan bagi setiap muslim terhadap akalnya adalah dengan mengisinya dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Karena disamping sebagai suatu kewajiban, belajar juga merupakan kemuliaan tersendiri bagi dirinya. Karena Allah SWT senantiasa akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. Dalam Al-Qur’an Allah mengatakan (QS. 35 : 28) :
إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Bahwasanya orang-orang yang takut kepada Allah, hanyalah para ulama (orang yang berilmu)”

Kemuliaan ini juga telah terwujud, meskipun ketika ia baru dalam proses belajar guna menuntut ilmu sendiri. Dalam sebuah riwayat dikisahkan:
جَاءَ صَفْوْانٌ بْنُ عَسَّالٍ الْمَرَادِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِيْ الْمَسْجِدِ، فَقَالَ لَهُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنِّيْ جِئْتُ أَطْلُبُ الْعِلْمَ، فَقَالَ "مَرْحَبًا بِطَالِبِ الْعِلْمِ، إِنَّ طَالِبَ الْعِلْمِ تَحُفُّهُ الْمَلاَئِكَةُ بِأَجْنِحَتِهَا، ثُمَّ يَرْكَبُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا حَتَّى يَبْلُغَ السَّمَاءَ الدُّنْيَا مِنْ مَحَبَّتِهِمْ لِمَا يَطْلُبُ (رواه أحمد والطبراني وابن حبان والحاكم)
“Suatu ketika Safwan bin Assal al-Maradi mendatangi Rasulullah SAW yang sedang berada di masjid. Safwan berkata, Ya Rasulullah SAW, aku datang untuk menuntut ilmu. Rasulullah SAW menjawab, ‘selamat datang penuntut ilmu. Sesungguhnya orang yang menuntut ilmu akan dikelilingi oleh para malaikat dengan sayap-sayapnya. Kemudian mereka berbaris, sebagian berada di atas sebagian malaikat lainnya, hingga sampai ke langit dunia, karena kecintaan mereka terhadap penuntut ilmu.” (HR. Ahmad, Tabrani, Ibnu Hiban dan Al-Hakim)

2. Menuntut ilmu hingga akhir hayat.
Terkadang manusia sering puas, manakala telah mencapai tingkatan tertentu dalam dunia pendidikan. Padahal sesungguhnya dalam Islam bahwa proses belajar mengajar merupakan proses yang tiada mengenal kata henti. Karena pada hakekatnya semakin seseorang mendalami ilmu pengetahuan, maka semakin pula ia merasa kurang dan kurang. Salah seorang salafuna shaleh bernama ibnu Abi Gassan – sebagaimana diriwayatkan oleh ibnu Abdil Bar – berkata :
لاَ تَزَالُ عَالِمًا مَا كُنْتَ مُتَعَلِّمًا، فَإِذَا اسْتَغْنَيْتَ كُنْتَ جَاهِلاً
Engkau akan tetap menjadi orang yang berilmu, manakala senantiasa masih mencari ilmu. Namun apabila engkau telah merasa cukup, maka jadilah dirimu orang yang bodoh.”

3. Yang harus dipelajari oleh setiap muslim.
Minimal sekali, setiap muslim perlu mempelajari hal-hal yang memang sangat urgen dalam kehidupannya. Menurut Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi (1993 : 48), hal-hal yang harus dikuasai setiap muslim (yang bukan spesialisasi syari’ah) adalah : Al-Qur’an, baik dari segi bacaan, tajwid dan tafsirnya; kemudian ilmu hadits; sirah dan sejarah para sahabat; fikih terutama yang terkait dengan permasalahan kehidupan, dan lain sebagainya.

4. Spesialisasi.
Namun demikian, setiap muslim juga harus memiliki bidang spesialisasi yang harus ditekuninya. Spesialisasi ini tidak harus bersifat ilmu syariah, namun bisa juga dalam bidang-bidang lain, seperti ekonomi, tehnik, politik dan lain sebagainya. Dalam sejarahnya, banyak diantara generasi awal kaum muslimin yang memiliki spesialisasi dalam bidang tertentu.

5. Mempelajari bahasa asing
Mempelajari bahasa asing juga merupakan suatu kebutuhan yang penting. Apalagi manakala bahsa tersebut merupakan bahasa resmi dalam ilmu pengetahuan seperti bahasa Inggris dan bahasa Arab, untuk bidang keislaman. Dalam sebuah riwayat dikisahkan:
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ، يَا زَيْدٌ تَعَلَّمْ لِي كِتَابَ يَهُوْدَ، فَإِنِّيْ وَاللهِ مَا آمَنُ يَهُوْدِى عَلَى كِتَابِي، فَقاَلَ زَيْدٌ فَتَعَلَّمْتُهُ فَمَا مَضَى لِيْ نِصْفَ شَهْرٍ حَتَّى حَذَقْتُهُ، فَكُنْتُ أَكْتُبُ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَتَبَ إِلَيْهِمْ، وَأَقْرَأُ كِتَبَهُمْ إِذَا كَتَبُوْا إِلَيْهِ (رواه الترمذي)
Dari Zaid bin Tsabit ra, bahwa Rasulullah SAW berkata padanya, ‘Wahai Zaid, pelajarilah untukku tulisan Yahudi. Karena sesungguhnya aku demi Allah tidak yakin tulisanku pada orang yahudi.’ Zaid mengatakan, lalu aku mempelajarinya. Dan belum genap setengah bulan berlalu, aku telah dapat menguasai bahasa Yahudi. Aku senantiasa menulis surat Rasulullah SAW, ketika beliau ingin menujukannya pada mereka. Akupun membacakan surat mereka pada Rasulullah SAW. (HR. Turmudzi)

3. Terhadap Hatinya/ Ruhiyahnya.
Hati juga merupakan unsur penting dalam diri setiap insan, yang memiliki hak yang sama sebagaimana akal dan fisik. Hati membutuhkan makanan sebagaimana akal dan fisik membutuhkannya. Oleh karena itulan, setiap muslim dituntut untuk memberikan porsi yang sama terhadap ruhiyahnya sebagaimana ia telah memberikan pada fisik dan akalnya. Berikut adalah beberapa hal yang patut direalisasikan seorang muslim terhadap ruhiyahnya.
1. Mengisi ruhiyahnya dengan ibadah.
Ibadah merupakan makanan pokok bagi hati dan ruhiyah kita. Bahkan makanan ruhiyah ini tidak memiliki batasan kuantitas. Semakin banyak ibadah seseorang, semakin ia rindu untuk melaksanakan ibadah lainnya. Semakin ia dekat dengan Allah, semakin ia ingin lebih dekat dan dekat lagi. Berbeda dengan makanan fisik, dimana paling banyak seseorang dapat memakan dua sampai tiga piring untuk sekali makannya. Makanan ruhiyah ini akan dapat membersihkan hati dan menentramkan jiwa. Seseorang yang memiliki kualitas ibadah yang baik, ia akan senantiasa merasa tenang, sejuk dan damai. Ibadah-ibadah yang harus dilakukannya, selain yang wajib adalah yang sunnah. Diantaranya adalah, memperbanyak membaca dan mentadaburi Al-Qur’an, shalat lail, shadaqah, mendatangi majlis-majlis ilmu, tafakur alam dan lain sebagainya.

2. Mengikatkan diri dengan tempat-tempat dan teman yang menambah keimanan.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW pernah mengatakan, bahwa kadar keislaman seseorang itu, seperti kadar keislaman teman akrabnya. Maka hendaklah seseorang memperhatikan siapa yang akan dijadikan temannya.” (HR. Turmudzi & Abu Daud). Karena teman dan lingkungan memiliki pengaruh yang tidak sedikit terhadap kadar keimanan seseorang. Orang yang bergaul dengan teman-temannya yang shaleh, maka sedikit banyak akan mempengaruhi dirinya untuk menjadi orang shaleh. Demikian juga sebaliknya, jika ia berteman dengan mereka-mereka yang suka mabok-mabokan, judi dan lain sebagainya, maka sedikit banyak ia akan terpengaruh dan akan terbawa pada kebiasaan teman-temannya. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 18 : 28) :
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهُ، وَلاَ تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلاَ تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan menharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah kamu mengkuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”

3. Memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.
Dzikir merupakan penguat ruhiyah seorang muslim yang sangat efektif. Dzikir juga secara langsung dapat menentramkan jiwa pembacanya. Bahkan dengan dzikir inilah, yang membedakan apakah hati seseorang itu hidup atau mati. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِيْ مُوْسَى رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مَثَلُ الَّذِيْ يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ (رواه البخاري)
Dari Abu Musa ra, Rasulullah SAW bersabda, ‘Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir adalah seumpama orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Bukhari)

Oleh karenanyalah, setiap muslim seyogyanya senantiasa membiasakan diri dengan dzikir kapanpun dan dimanapun mereka berada. Minimal sekali, dzikir-dzikir pengiring aktivitas tertentu, seperti dzikir hendak makan, sesudah makan, mau tidur, ke kamar mandi dan lain sebagainya. Dzikir akan lebih baik lagi manakala kita membiasakan membaca dzikir-dzikir pagi dan petang, sebagaimana yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW.


Akhlak Seorang Muslim Terhadap Orang tuanya
Orang tua merupakan orang yang paling dekat dan paling prioritas kita perlakukan secara baik di dunia ini. Apalagi jika kita ingin mencoba untuk mengupas satu persatu kebaikan mereka, tentulah kita akan sulit untuk membalasnya. Oleh karena itulah, pengorbanan yang demikian besarnya dari orang tua, hendaknya kita balas dengan akhlak dan etika yang baik terhadap mereka. Jangan sampai sebagai seorang anak, kita durhaka kepada mereka. Apalagi jika kita mengingat bahwa durhaka kepada orang tua merupakan dosa kedua terbesar dalam Islam.
Berikut adalah berapa moralitas seorang muslim yang harus dipenuhi dalam berinteraksi terhadap kedua orangtuanya:

1. Berbuat baik terhadap kedua orang tua.
Diantara sifat utama seorang muslim adalah berbuat baik terhadap kedua orang tuanya. Karena berbakti terhadap orang tua merupakan salah satu sifat yang paling diperhatikan oleh Islam. Hal ini terbukti bahwa Islam menjadikan durhaka kepada kedua orang tua sebagai dosa terbesar setelah menyekututkan Allah. Oleh karena itulah, setiap muslim mendapatkan perintah Allah untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman: (QS. 4 : 36)
وَاعْبُدُوْا اللهَ وَلاَ تُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Dan sembahlah Allah, dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklak kepada dua orang ibu bapak..”

2. Mengetahui ‘keutamaan’ mereka berdua, serta apa yang wajib dilakukan terhadap mereka berdua. Karena sesungguhnya Islam mengangkat derajat kedua orang tua pada tingkatan yang sangat tinggi dalam sejarah kehidupan manusia. Dimana Allah menjadikan berbuat baik terhadap mereka berdua sebagai derajat tertinggi dalam beribadah, setelah ibadah kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 17 : 23)
وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوْا إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا، إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُلْ لهَمُاَ أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْ هُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلاً كَرِيْمًا* وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا*
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di atantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan pada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak merreka dan ucapkanlakh kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan pneuh kesangayanga dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana merreka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

Ayat di atas sangat jelas memberikan batasan kepada kita, bagaimana seharusnya berinteraksi dengan kedua orang tua. Terutama pada saat-saat mereka telah memasuki usia lanjut, yang terkadang segala tindakan mereka menyebabkan munculnya kejengkelan terhadap mereka. Namun Islam dengan tegas memberikan perintah untuk tetap harus berbuat baik terhadap mereka berdua. Bahkan Islam melarang, walaupun untuk sekedar mengatakan “ah”, kepada meraka berdua. Islam memerintahkan untuk menggunakan tutur kata yang baik dan sopan kepada keduanya, apapun kondisinya.

3. Berbuat baik terhadap orang tua, meskipun mereka bukan muslim.
Bahkan sekiranya kita memiliki orang tua yang bukan muslim sekalipun, kita tetap harus menunaikan kewajiban kita terhadap mereka berdua. Tetap harus berbuat baik kepada mereka, harus bertutur kata yang sopan santun dan penuh kelembutan dan juga harus tetap taat kepada mereka berdua, selagi tidak dalam perbuatan melanggar perintah Allah SWT. Dalam sebuah riwayat dikatakan:
عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِيْ بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَتْ قَدَمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ مُشْرِكَةٌ فِيْ عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ إِنَّ أُمِّي قَدَمَتْ وَهِيَ رَاغِبَةٌ أَفَأَصِلُ أُمِّي قَالَ نَعَمْ صِلِي أُمَّكِ (رواه البخاري)
Dari Asma’ binti Abu Bakar ra, beliau berkata, ‘Ibuku datang kepadaku, dan dia masih seorang yang musyrik pada zaman Rasulullah SAW. Lalu aku bertanya pada Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasulullah SAW, ibuku datang kepada mengharapkan sesuatu dari ku, apakah aku harus berbuat baik kepadanya, sedangkan ia masih musyrik? Rasulullah SAW menjawab, ya, berbuat baiklah kepadanya.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Beginilah Islam memperlakukan orang tua, meskipun orang tua kita berada dalam agama lain yang bukan Islam. Namun Islam memerintahkan untuk berbuat baik kepadanya. Meskipun demikian, Islam tetap memiliki rambu-rambu dalam berbuat baik kepada orang tua yang tidak muslim. Dalam Al-Qur’an Allah mengatakan (QS. 31 : 15)
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengkuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.”

4. Tidak durhaka kepada kedua orang tuanya.
Selain memerintahkan untuk berbuat baik terhadap keduanya, Islam juga melarang kita untuk berbuat durhaka kepada orang tua. Karena durhaka terhadap orang tua merupakan dosa terbesar dalam Islam, setelah menyekutukan Allah. Dalam sebuah riwayat disebutkan:
عَنْ أَبِيْ بَكْرَةَ نُفَيْعِ بْنِ الْحَارِثِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ ثَلاَثًا. قُلْنَا : بَلَى يَا رَسُوْلُ اللهِ، قَالَ : الإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ" (متفق عليه)
Dari Abu Bakrah Nufai’ bin al-Harits, bahwa Rasulullah SAW bersabda “Maukah kalian aku beritahu tentang dosa yang paling besar?” Kami menjawab, “Tentu wahai Rasulullah SAW.” Beliau berkata, “Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” (Mutafaqun Alaih)

5. Mendahulukan ibu, kemudian ayah.
Bagaimanapun juga, seorang ibu lebih memiliki peran yang besar dalam diri kita. Ibu kitalah yang telah mengandung kita selama sembilan bulan, melahirkan kita dengan susah payah, membesarkan, merawat dan mendidik kita hingga dewasa seperti saat ini. Meskipun dalam hal tersebut peran bapak juga besar, namun tidak sedominan peranan ibu. Oleh karena itulah, Islam menjadikan berbakti kepada ibu, lebih prioritas dibandingkan dengan berbakti kepada bapak. Dalam sebuah riwayat dikemukakan:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ" (متفق عليه)
Dari Abu Hurairah ra, bahwa seseorang datang kepada rasulullah SAW, lalu bertanya, wahai rasulullah, siapakan orang yang paling berhak aku berbuat baik kepadanya? Rasulullah menjawab, ibumu. Lalu ia bertanya lagi, kemudian siapa wahai rasulullah ? Beliau menjawab ibumu. Kemudian ia bertanya lagi, lalu siapa wahai rasulullah? Beliau menjawab, ibumu. Lalu ia bertanya lagi, kemudian siapa wahai rasulullah? Beliau menjawab, bapakmu. (Mutafaqun Alaih)

6. Berbuat baik terhadap orang yang dicintai orang tua.
Sekiranya pun orang tua kita telah tiada, kita masih memiliki kewajiban sekaligus menunjukkan etika kita kepada kedua orang tua kita, yaitu dengan menyambung tali persaudaraan dengan orang-orang yang dicintai orang tua kita, apakah famili, kerabat, teman dan lain sebagainya. Dalam sebuah riwayat digambarkan:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبَرُّ الْبِرَّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ وُدَّ أَبِيْهِ (رواه مسلم)
Dari ibnu Umar ra, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik perbuatan baik terhadap orang tua adalah mernyambung persaudaraan terhadap orang-orang yang cintai orang tuanya.” (HR. Muslim)


Dalam riwayat lain, digambarkan :
سَأَلَ رَجَلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَارَسُوْلَ اللهِ، هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ بَعْدَ مَوْتِهِمَا أَبَرُّهُمَا؟ قَالَ نَعَمْ، خِصَالٌ أَرْبَعٌ: الدُّعَاءُ لَهُمَا وَاْلإِسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْقَاذُ عَهْدِهِمَا، وَإِكْرَامِ صَدِيْقِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ رَحِمَ لَكَ إِلاَّ مِنْ قِبَلِهِمَا (أخرجه البخاري في الأدب المغرد)
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, wahai Rasulullah, apakah masih tersisa kewajibanku untuk berbuat baik kepada kedua orangtuaku, apakah aku masih harus berbakti kepada keduanya? Rasulullah SAW menjawab, Ya. Ada empat hal yang harus dilakukan: Mendoakan dan memohon ampunkan bagi keduanya, merealisasikan janji/ keinginan mereka berdua, memuliakan teman-teman mereka berdua dan menyambung tali persaudaraan yang engkau tidak memiliki hubungan lagi dengan mereka kecuali melalui kedua orang tuamu. (HR. Bukhari dalam Adab Mufrad)

7. Diantara cara berbuat baik terhadap orang tua.
Pada dasarnya, dalam kondisi apapun juga, kita diperintahkan oleh Allah dan Rasulullah SAW untuk selalu berbuat baik kepada orang tua dan menghormatinya dengan penghormatan yang mulia. Berikut merupakan beberapa hal yang posisitf yang seyogyanya dilakukan seorang muslim:
a) Berdiri untuk menyambutnya, menakala mereka tiba di tempat kita berada.
b) Mencium tangan kedua orang tua, ketika akan pergi atau tiba dari orang tua.
c) Mengecilkan volume suara kita dihadapan orang tua kita, sebagai penghormatan terhadapnya.
d) Senantiasa berusaha menyenangkan hati keduanya.
e) Menggunakan cara dan bahasa yang lembut ketika berbicara pada keduanya.
f) Tidak menampakkan sikap negatif dari diri kita, manakala kita mendapatkan hal yang kurang menyenangkan yang berasal dari orang tua kita.


Akhlak Seorang Muslim Terhadap Kerabat Keluarganya
Sebagai seorang muslim, kita juga memiliki etika sekaligus kewajiban terhadap kerabat keluarga kita, dengan berbuat ihsan terhadap mereka. Karena berbuat baik, dalam Islam tidak hanya ditujukan kepada orang tua saja. Namun lebih jauh dari itu, terhadap seluruh kerabat keluarga kita secara keseluruhan.
Kerabat keluarga adalah mereka-mereka yang jika ditinjau dari segi nasab keturunan, masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan kita. Baik yang satu ahli waris, atau pun yang diluar ahli waris. Dan ternyata Islam memiliki perhatian yang cukup besar dalam masalah hubungan seseorang dengan kerabat keluarganya. Sebagai contoh, Allah berfirman dalam Al-Qur’an (QS. 4 : 36)
وَاعْبُدُوْا اللهَ وَلاَ تُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَاِلدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِى الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَاْلمَسَاكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبىَ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيْلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ*
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepad dua orang ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga0banggakan diri.

Dalam ayat di atas, Allah menjadikan urutan berbuat baik kepada kerabat, setelah keharusan berbuat baik kepada kedua orang tua. Hal ini menunjukkan betapa berbuat baik dan menyambung tali persaudaraan terhadap kerabat merupakan hal yang sangat penting. Dalam hadits Rasulullah SAW mengatakan:
عَنْ أَبِي أَيُّوْبِ اْلأَنْصَارِي أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِى الْجَنَّةَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعْبُدُوْا اللهَ وَلاَ تُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ وَتَصِلَ الرَّحِمَ (متفق عليه)
Dari Abu Ayub al-Anshari ra, bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, wahai Rasulullah, beritahukan padaku akan amalan yang dapat memasukkan ku ke dalam surga. Rasulullah SAW menjawab, ‘Menyembah Allah dan menyekutukannya pada apapun juga, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan menyambung tali persaudaraan. (Mutafaqun Alaih)

Oleh karena itulah, seorang muslim juga harus memiliki akhlak yang baik terhadap kerabat keluarganya, sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Diantara akhak terhadap kerabat keluarga adalah :

1. Larangan untuk memutuskan tali persaudaraan.
Di samping memerintahkan untuk menyambung persaudaraan terhadap kerabat keluarga, Islam juga secara tegas memberikan larangan untuk memutuskan tali persaudaraan. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ (متفق عليه)
Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan persaudaraan.’ (Muttafaqun Alaih)

2. Seorang muslim menyambung tali persaudaraan berdasarkan petunjuk Islam.
Karena seorang muslim yang baik, ia akan senantiasa menyambung tali persaudaraan terhadap siapapun, apalagi terhadap mereka yang memiliki hubungan kekeluargaan. Namun dalam menyambung tali persaudaraan tersebut, haruslah dengan memberikan skala prioritas dalam berbuat baik kepada mereka. Pertama-tama harus dimulai dari yang terdekat, kemudian yang dekat. Dalam hal ini dimulai dari ibu, bapak, baru kerabat terdekat lainnya.
Disamping itu menyambung tali persaudaraan kepada mereka, dengan tujuan meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah SWT. Sehingga manakala kita melihat adanya faktor yang justru ‘membahayakan’ keimanan kita, maka kita perlu memberikan batasan dalam menyambung tali persaudaraan tersebut.

3. Menyambung tali persaudaraan, meskipun terhadap kerabat yang bukan muslim.
Karena pada hakekatnya mereka secara nasab, masih memiliki hubungan dengan kita. Oleh karena itulah, kita diperintahkan untuk senantiasa berbuat baik kepada mereka. Dalam sebuah riwayat digambarkan:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرُو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِهَارًا غَيْرَ سِرٍّ يَقُوْلُ "إِنَّ آل أَبِي فُلاَنٍ لَيْسُوْا بِأَوْلِيَائِي، إِنَّمَا وَلِيِّي اللهُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِيْنَ وَلَكِنْ لَهُمْ رَحِمٌ أَبُلُّهَا بِبِلاَلِهَا (متفق عليه)
Dari Abdillah bin Amru bin Ash ra, aku mendengar Rasulullah SAW dengan suara keras, tidak dengan suara pelan bersabda: “Sesungguhnya keluarga Abu Fulan bukanlah termasuk ‘penolongku’. Karena penplongku hanyalah Allah dan kaum muslimin yang shaleh. Namun terhadap mereka aku memiliki kekerabatan yang aku menyambung tali persaudaraan dengan berbuat baik yang layak terhadap mereka. (Mutafaqun Alaih)

4. Memahami hakekat silaturahim dengan makna yang lebih luas
Dalam artian bahwa menyambung silaturahim dengan seluruh kerabat keluarga kita, tidak hanya dalam skup materi saja, namun juga harus dalam hal-hal yang lebih luas dari sekedar materi, seperti dengan silaturahim mengunjungi rumahnya, mempererat hubungan dengan memperdalam rasa cinta, saling memberikan nasehat, ungkapan-ungkapan yang baik, dan dalam hal-hal positif lainnya. Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : بُلُّوْا أَرْحَامَكُمْ وَلَوْ بِالسَّلاَمِ (رواه البزار)
Dari ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda “Berbuat baiklah terhadap kerabat kalian, walaupun sekedar mengucapkan salam.” (HR. Al-Bazar)

5. Menyambung tali persaudaraan, sekalipun terhadap kerabat yang tidak mau menyambungnya.
Sebagai manusia biasa, terkadang terhadap kerabat keluarga sekalipun dapat terjadi perselisihan yang mengakibatkan retaknya hubungan. Bahkan tidak jarang, sikap satu pihak terhadap pihak yang lainnya cenderung untuk tidak menegur, tidak menyapa dan tidak mau menyambung lagi tali persaudaraannya. Namun sebagai agama yang penuh dengan nilai-nilai rahmat, Islam melarang seseorang untuk berbuat seperti itu. Dalam sebuah riwayat dikatakan:
قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئ وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا (رواه البخاري)
Rasulullah SAW besabda, Bukanlah orang yang (dinamakan) menyambung persaudaraan dengan berupa balasan (menyambung jika kerabat kita menyambungnya). Namun orang yang menyambung persaudaraan adalah yang senantiasa menyambungnya meskipun mereka memutuskan persaudaraannya. (HR. Bukhari)

Akhlak Seorang Muslim Terhadap Tetangga & Masyarakatnya.
Tetangga dan masyarakat sekitar tempat kita tinggal merupakan kumpulan dari manusia-manusia yang terdekat dengan kehidupan kita. Keberadaan mereka merupakan sesuatu yang sangat penting, apalagi manakala kita mencoba merenungkan bahwa sesungguhnya Islam merupakan agama sosial. Karena Islam sangat memperhatikan masalah sosial, serta menjadikan kehidupan sosial sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran-ajarannya. Oleh karena itulah, kita akan banyak menemukan, baik dalam Al-Qur’an maupun dalam Sunnah, ajaran-ajaran yang sangat bersinggungan dengan masalah sosial. Berikut adalah beberapa etika seorang muslim terhadap masyarakat dan tetangganya, diantaranya adalah:
1. Memuliakan tetangganya.
Islam bahkan menjadikan ‘memulian’ tetangga sebagai salah satu syarat untuk dapat mewjujudkan ‘kesempurnaan iman’. Karena orang muslim yang memiliki kesempurnaan iman, segala perbuatannya akan mengimplementasikan nilai-nilai keimanan dalam dirinya, termasuk diantaranya adalah memuliakan tetangganya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأَخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتْ (متفق عليه)
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya, barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia bertutur kata yang baik atau hendaknya ia diam. (Mutafaqun Alaih)

2. Pemaaf dan pemurah terhadap tetangga.
Tetangga kita adalah juga merupakan manusia biasa biasa yang terkadang berbuat kesalahan terhadap kita. Namun sebagai seorang muslim yang baik yang memahami hal ini, akan memiliki rasa pemaaf dan pemurah terhadap mereka. Dalam sebuah riwayat disebutkan:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَمْنَعْ جَارٌ جَارَهُ أَنْ يَغْرِزَ خَشْبَةً فِيْ جِدَارِهِ (متفق عليه)
Rasulullah SAW bersabda, hendaklah seseorang jangan melarang tetangganya ketika menancapkan sepotong kayu pada dinding (rumahnya) (Mutafaqun Alaih)

3. Mencintai mereka sebagaimana mencintai diri kita sendiri.
Bahkan hal ini sudah menjadi sesuatu yang harus dilakukan terhadap siapapun yang masih memiliki ikatan akidah yang sama. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW mengatakan:
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ (متفق عليه)
Tidak beriman salah seorang diantara kalian, hingga ia mencintai saudaranya sendiri sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. (Mutafaqun Alaih)

Dan salah satu bentuk kecintaan kita kepada mereka adalah dengan memiliki kepedulian terhadap sesuatu yang menimpa mereka. Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا آمَنَ بِيْ مَنْ بَاتَ شَبْعَانَ وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ وَهُوَ يَعْلَمُ (رواه الطبراني)
Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak beriman seseorang kepadaku, siapa saja yang tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangga yang berada di sisinya kelaparan dan ia mengetahui hal tersebut. (HR. Tabrani)

4. Berbuat baik kepada tetangga, baik yang muslim atau yang non muslim.
Kendatipun tetangga kita ada yang bukan muslim, namun kita masih memiliki kewajiban untuk berbuat baik kepada mereka. Dalam sebuah riwayat digambarkan, bahwa Abdullah bin Amru bin Ash suatu ketika menyembelih seokor kambing, lalu memberikannya pada tetangganya yang Yahudi. Ketika ditanya, beliau menjawab aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Bahwa Jibril senantiasa memberikan wasiat kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga, sampai aku mengiranya bahwa beliau akan memberikan warisan kepada tetangganya.” (HR. Bukhari Muslim)

5. Memprioritaskan perbuatan ihsan, terhadap yang terdekat kemudian yang dekat.
Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Aisyah ra ketika bertanya kepada Rasulullah SAW:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ إِنَّ لِيْ جَارَيْنِ فَإِلَى أَيِّهِمَا أُهْدِى؟ قَالَ إِلَى أَقْرَبُهُمَا مِنْكِ بَابَا" (رواه البخاري)
Dari Aisyah ra, beliau bertanya kepada rasulullah SAW, ‘Wahai rasulullah, aku memiliki dua tetangga, kepada yang manakah aku mengirimkan hadiah? Rasulullah menjawab, kepada yang paling dekat pintunya dari umahmu. (HR. Bukhari)


6. Muslim terbaik adalah yang terbaik bagi tetangganya.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW mengatakan :
خَيْرُ الْجِيْرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ (رواه البخاري في الأدب المفرد)
Sebaik-baik tetangga di sisi Allah, adalah sebaik-baik mereka bagi tetangganya. (HR. Bukhari dalam Al-Adab al-Mufrad)

7. Tetangga yang buruk.
Islam bahkan melarang seseorang untuk menjadi tetangga yang tidak baik bagi tetangganya yang lain. Bahkan Rasulullah SAW menyebutkan sebagai seseorang yagn tidak beriman kepada Allah. Rasulullah SAW mengatakan:
وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، قِيْلَ مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ (متفق عليه)
Rasulullah bersabda “Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman”, kemudian ditanyakan siapa wahai rasulullah ? Beliau menjawab, yang tidak memberikan rasa aman pada tetangganya dari kejelekan-kejelekan dirinya.” (Mutafaqun Alaih)

8. Menjaga untuk tidak terjerumus pada perbuatan salah terhadap tetangganya.
Karena kesalahan yang paling besar adalah kesalahan yang dilakukan seseorang terhadap tetangganya. Dalam sebuah hadtis disebutkan
لِأَنْ يَزْنِيَ الرَّجُلُ بِعَشْرِ نِسْوَةٍ أَيْسَرَ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَزْنِيَ بِامْرَأَةِ جَارِهِ (رواه أحمد)
Rasulullah bersabda, bahwa zinanya seseorang terhadap sepuluh wanita, itu lebih ringan dari pada zinanya seseorang terhadap wanita tetangganya. (HR. Ahmad)

9. Sabar terhadap keburukan tetangga dan masyarakatnya.
Karena bagaimanapun juga, tidak semua orang memiliki sifat yang baik. Adakalanya kita harus berhadapan dengan tetangga yang buruk perangainya, atau senantiasa berbuat kemaksiatan kepada Allah SWT. Mengenai hal ini, Rasulullah SAW mengatakan kepada kita:
المُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ وَيْصْبِرُ عَلَى آذَاهُمْ أَفْضَلُ مِنَ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يُخَالِطُ النَّاسَ وَلاَ يَصبِرُ عَلَى آذَاهُمْ (رواه الطبراني)
Rasulullah SAW bersabda, “Seorang mu’min yang berinteraksi dengan masyarakatnya dan bersabar atas keburukan mereka, lebih baik daripada seorang mu’min yang tidak berinteraksi dengan mereka serta tidak sabar atas keburukan mereka. (HR. Tabrani)

10. Tidak membalas kejelekan tetangganya dengan yang serupa
Karena pada dasarnya Islam tidak mengizinkan untuk berbuat buruk kepada orang yang juga berbuat buruk kepada kita. Kita justru diminta untuk senantiasa tetap berbuat baik kepada mereka meskipun mereka terkadang tidak baik terhadap kita. Dalam sebuah hadits digambarkan:
أَتَى مُحَمَّدٌ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلاَمٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ آذَانِي جَارِيْ، فَقَالَ اصْبِرْ، ثُمَّ عَادَ الثَّانِيَةَ فَقَالَ آذَانِي جَارِيْ فَقَالَ اصْبِرْ، ثُمَّ عَادَ الثَّالِثَةَ فَقَالَ آذَانِيْ جَارِيْ فَقَالَ اعْمِدْ إِلَى مَتَاعِكَ فَاقْذِفْهُ فِي السَّكَّةِ فَإِذَا أَتَى عَلَيْكَ آتٍ فَقُلْ آذَانِي جَارِيْ، فَتَحَقَّقُ عَلَيْهِ اللَّعْنَةَ، مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ"
Suatu ketika Abdullah bin Salam ra mendatangi Rasulullah SAW lalu berkata, wahai rasulullah, sesungguhnya tetanggaku menyakitiku. Rasulullah SAW bersabda, bersabarlah. Kemudian beliau pulang, lalu kembali pada Rasulullah SAW untuk kedua kalinya dan berkata, wahai Rasulullah SAW. Tetanggaku menuyakitiku. Rasulullah SAW menjawab, bersabarlah. Kemudian ia pulang lalu kembali mendatangi Rasulullah SAW untuk yang ketiga kalinya, dan berkata, wahai Rasulullah SAW, tetanggaku menyakitiku. Beliau menjawab, kalau demikian peganglah barang-barangmu, lalu lemparkan ke jalan. Dan apabila ada seseorang yang mendatagimu, katakalnlah (bahwa hal ini dilakukan) karena tetanggaku menyakitiku, hingga ia akan mendapatkan laknat. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaklah ia memuliakan tetagganya.
(Hayatus Shahabah III/50)

Penutup
Pada dasarnya, ketika kita ingin mengupas secara lebih teliti mengenai etika atau akhlak dalam Islam, kita akan mendapatkan, betapa Islam merupakan agama yang penuh dengan nilai-nilai budi pekerti yang mulia. Karena memang Islam diturunkan oleh Allah adalah untuk memperbaiki tatanan moralitas yang telah rusak yang terjadi pada masyarakat dunia. Rasulullah SAW sendiri mengatakan bahwa beliau diutus dalam rangka untuk memperbaiki budi pekerti atau akhlak masyarakat dunia, dari kondisi yang buruk menjadi kondisi yang baik. Adapun gambaran mengenai akhlak dan etika di atas, barulah merupakan sekelumit ajaran Islam mengenai tatacara berakhlak, baik terhadap Allah ataupun terhadap manusia lainnya.
Namun ketika kita mempelajari akhlak islami, bukanlah semata-mata hanya sebagai bahan atau obyek dalam bidang keilmuan. Namun lebih dari itu, bahwa akhlak haruslah merupakan sesuatu yang mengakar dan tertancap dalam jiwa setiap muslim. Sehingga dimanapun ia berada, senantiasa mencerminkan sebagai seorang muslim sejati, kendatipun ia hidup ditengah-tengah masyarakat jahiliyah.

Wallahu A’lam Bis Shawab
By. Rikza Maulan, Lc., M.Ag.